Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Trimester 3

4:20 PM

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Trimester 3


Dibawah ini adalah Diagnosa  yang mungkin muncul pada ibu hamil Trimester 3, semoga bermanfaat


Trimester ke 3 berlangsung pada bulan ke 7 sampai bulan ke , dan dibawah ini sudah akmi sajikan dan diagnosa yang mungkin muncul pada trimester ke 3 tersebut


Diagnosa Ibu Hamil Trimester Ketiga

  1. Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik pengaruh hormonal
  2. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pengalaman, kesalahan interpretasi informasi
  3. Harga diri rendah berhubungan dengan kemampuan untuk menyelesaikan tugas kehamilan / kelahiran anak
  4. Resiko tinggi cedera berhubungan dengan hipertensi, infeksi, penggunaan/ penyalahgunaan zat, perubahan sistem imun, profil darah abnormal, hipoksia jaringan, ketuban pecah dini.
  5. Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus, peningkatan tekanan abdomen, fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerolus
  6. Perubahan pola seksual berhubungan dengan perubahan hasrat seksual, ketidaknyamanan, atau merasa takut
  7. Resiko tinggi dekompisasi curah jantung berhubungan dengan peningkatan volume cairan/ perubahan aliran balik vena, perubahan permeabilitas kapiler
  8. Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat aktifitas, stres, psikologi, ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan.
  9. Risiko tinggi cedera janin berhubungan dengan masalah kesehatan ibu, pemajanan pada teratogen/ agen infeksi
  10. Resiko tinggi koping individu/ keluarga tidak efektif berhubungan dengan krisis situasi/ maturasi, kerentanan pribadi, persepsi tidak realistis, metoda koping yang tidak adekuat, sistem pendukung yang tidak ada/ tidak adekuat

Intervensi Keperawatan Pada Ibu Hamil Trimester 3


1. Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik pengaruh hormonal

Tujuan :
  • Setelah diberikan asuhan keperawatan, klien merasa nyaman.
Kriteria Hasil :
  • Klien mampu melakukan aktivitas perawatan diri dengan tepat untuk mengurangi ketidaknyamanan.
  • Klien mampu melaporkan ketidaknyamanan dapat diminimalkan/ dikontrol
  • Klien mampu mencari pertolongan medis dengan tepat
Intervensi :

Intervensi KeperawatanRasional
Pantau terusketidaknyamanan klien dan metodeuntuk mengatasinya

data dasar terbaru untuk merencanakan perawatan.

Pantau satatus pernapasan klien.


penurunan kapasitas pernapasan saat uterus menekan diafragma, mengakibatkan dispnea.

Perhatikan adanya keluhan ketegangan pada punggung dan perubahan cara jalan. Anjurkan penggunaan sepatu hak rendah, latihan pelvicrock, girdle maternitas, penggunaan kompres panas, sentuhan terapeutik atau stimulasi saraf elektrikal transkutan dengan tepat.

Lordosis dan regangan otot disebabkan oleh pengaruh hormon (relaksin, progesteron) pada sambungan pelvis dan perpindahan pusat gravitasi sesuai dengan perbesaranuterus. Intervensi multipel biasanya membantu untuk menghilangkan ketidaknyamanan.

perhatikan adanya kram pada kaki. Anjurkan klien untuk meluruskan kaki dan mengangkat telapak kaki bagian dalam keposisi dorsofleksi, menurunkan masukan susu, sering mengganti posisi, dan menghindari berdiri/ duduk lama.

menurunkan ketidaknyamanan berkenaan dengan perubahan kadar kalsium/ ketidakseimbangan kalsium-fosfor atau karena tekanan dari pembesaran uterus pada saraf yang mensuplai ekstremitas bawah.

kaji ulangadanya/ frekuensi kontraksi braxton Hick. Berikan informasi mengenai fisiologi aktifitas uterus.


kontraksi ini dapat menciptakan ketidaknyamanan pada multigrafida pada trimester kedua. Primigrafida biasanya tidak mengalami ketidaknyamanan ini sampai trimester akhir.

perhatikan keluhan aktifitas BAK dan tekanan pada kandung kemih.


pembesaran uterus trimester ketiga menurunkan kapasitas kandung kemih, mengakibatkan sering berkemih.

kaji adanya konstipasi dan hemoroid.


peningkatan pemindahan posisi uterus memperberat masalah eliminasi.

kaji adanya pirosis (nyeri ulu hati). Tinjau pembatasan diet.


masalah sering terjadi pada trimester kedua dan dapat berlanjut, khususnya bila diet tidak dimodifikasi.

perhatikan adanya leukorea dan pruritus. Anjurkan klien untuk sering mandi, menggunakan celana dalam katun, pakaian longgar dan menghindari duduk untuk waktu yang lama.

saat kadar estrogen tinggi, sekresi kelenjar servikal menghasilkan media asam yang mendorong proliferasi organisme.



berikan suplemen kalsium dengan tepat. Anjurkan penggunaan jel aluminium hidroksida sesuai kebutuhan.


penambahan produk susu bila intoleransi dapat menjadi masalah. Jeli dapat menurunkan kadar fosfor dan memperbaiki ketidak seimbangan kalsium-fosfor



2. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pengalaman, kesalahan interpretasi informasi

Tujuan :

  • Setelah mendapatkan asuhan keperawatan, klien mampu menambah pengetahuannya tentang perubahan fisik/ psikologis, persalinan atau kelahiran.
Kriteria Hasil :

  • Klien mampu mendiskusikan perubahan fisik/ psikologis berkenaan dengan persalinan/ kelahiran.
  • Klien mampu mengidentifikasi sumber-sumber yang tepat untuk mendapatkan informasi tentang perawatan bayi.
  • Klien mampu mengungkapkan kesiapan untuk persalinan/ kelahiran dan bayi
Intervensi :
Intervensi KeperawatanRasional
berikan informasi tentang perubahan fisik/ fisiologis normal berkenaan dengan trimester ketiga.

pemahaman kenormalan perubahan ini dapat menurunkan kecemasan dan membantu meningkatkan penyesuaian aktifitas perawatan diri.

berikan informasi tertulis/ verbal tentang tanda-tanda awitan persalinan.

membantu klien untuk mengenali awitan persalinan, untuk menjamin tiba dirumah sakit tepat waktu, dan menangani persalinan/ kelahiran.

berikan informasi verbal/ tertulis tentang perawtan bayi dan pemberian makan.

membantu menyiapkan pengambilan peran baru, memrlukan barang-barang tertentu untuk perabot, pakaian, dan suplai.

anjurkan keikutsertaan dalam kelas kelahiran anak dan melakukan orientasi rumah sakit atau rumah bersalin.

menurunkan ansietas berkenaan dengan ketidak tahuan; meningkatkan mekanisme koping untuk persalinan/ kelahiran.



3. Harga diri rendah berhubungan dengan kemampuan untuk menyelesaikan tugas kehamilan / kelahiran anak

Tujuan :

  • Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan klien dapat meningkatkan harga dirinya.
Kriteria Hasil :

  • Klien mampu mendiskusikan reaksi-reaksi terhadap perubahan citra tubuh dan impian-impian.
  • Klien mampu mencari model peran positif dalam persiapan untuk menjadi orangtua
  • Klien mampu mengungkapkan perasaan percaya diri mengenal peran baru.
Intervensi :
Intervensi KeperawatanRasional
perhatikan isyarat verbal dan nonverbal klien/ pasangan saat diskusi tentang masalah-masalah perubahan tubuh dan harapan peran.


Krisis trimester akhir ini dapat mengakibatkan klien merasa cemas, ambivalen, dan depresi akan tubuhnya dan efek-efek kehamilan pada kemampuan/ aktifitasnya.

diskusikan sifat atau frekuensi mimpi-mimpi.




mimpi dan fantasi berhubungan dengan pengalaman melahirkan, kemungkinan abnormalitas bayi baru lahir, perubahan peran yang berat.

evaluasi adaptasi fisiologis klien/ pasangan terhadap kehamilan

tugas normal pada trimester ketiga berfokus pada persiapan menjadi ibu/ ayah.

berikan informasi kepada pasangan mengenai kenormalan introspeksi, perubahan alam perasaan, dan rasa takut.





memikirkan diri terus-menerus dapat membingungkan, tetapi hal ini memungkinkan klien untuk menilai, beradaptasi, dan meningkatkan kekuatan dari dalam diri yang diperlukan untuk melahirkan anak, menjadi orang tua, dan perubahan peran. Mimpi/ rasa takut terhadap persalinan adalah normal.

berikan/ tinjau ulang informasi tentang perubahan fisik normal pada trimester ketiga.




pendidikan/ komunikasi tentang bagaimana perubahan tubuh normal dapat mempengaruhi secara positif sikap dan persepsi yang memudahkan pemahaman dan apresiasi terhadap kehamilan pada kedua anggota pasangan.



4. Resiko tinggi cedera berhubungan dengan hipertensi, infeksi, penggunaan/ penyalahgunaan zat, perubahan sistem imun, profil darah abnormal, hipoksia jaringan, ketuban pecah dini.

Tujuan :

  • Setelah diberikan asuhan keperawatan, pasien diharapkan tidak mengalami cedera.

Kriteria Hasil :

  • Klien mampu mengungkapkan pemahaman tentang faktor-faktor risiko individu yang potensial.
  • Klien mampu bebas dari komplikasi.
Intervensi :
Intervensi KeperawatanRasional
periksa/ evaluasi faktor-faktor risiko yang ada sebelumnya/ baru, nadi, dan bunyi jantung. Periksa tanda-tanda hipertensi akibat kehamilan.

situasi potensial risiko tinggi sering menjadi masalah dan memerlukan intervensi segera, bila kebutuhan sirkulasi dan metabolik paling besar.

dapatkan kultur vagina. Kaji terhadap infeksi dan penyakit hubungan seksual


infeksi vagina yang tidak dapat diobati, menciptakan ketidaknyamanan berat pada klien, dan risiko terhadap janin.

dapatkan Hb dan Ht pada gestasi minggu ke 28. pastikan klien mentaati asupan zat besi dan vitamin pranatal setiap hari.

mendeteksi anemia dengan hipoksemia/ anoksia potensial pada klien dan janin.


berikan informasi tentang tanda-tanda awitan persalinan ; tinjau ulang riwayat KPD/ persalinan paterm

riwayat positif meningkatkan kemungkinan masalah serupa pada kehamilan berikutnya.


tentukan penggunaan alkohol/ obat-obatan lain



penggunaan/ penyalahgunaan zat membuat klien berisiko terhadap persalinan prematur dan janin sulit dilahirkan.

kaji terhadap perdarahan vagina dan tanda-tanda koagulasi intra vaskular diseminata.


Adanya kedaruratan obstetrik, dengan reduksi pada volume cairan dan penurunan kapasitas vaskular diseminata.



5. Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus, peningkatan tekanan abdomen, fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerolus

Tujuan :

  • Setelah diberikan asuhan keperawatan, klien mengerti tentang perubahan pola eliminasi urin.
Kriteria Hasil :

  • Klien mampu mengungkapkan pemahaman tentang kondisi.
  • Klien mampu mengidentifikasi cara-cara untuk mencegah stasis urinarius dan atau edema jaringan
Intervensi :
Intervensi KeperawatanRasional
Berikan informasi tentang perubahan perkemihan sehubungan dengan trimester ketiga.


Membantu klien memahami alasan fisiologis dari frekuensi berkemih dan nokturia. Pembesaran uterus trimester ketiga.

Anjukan klien untuk melakukan posisi miring saat tidur. Perhatikan keluhan-keluhan nokturia.

Meningkatkan perfusi ginjal.


Anjurkan klien untuk menghindari posisi tegak dalam waktu yang lama.

Posisi ini memungkinkan terjadinya sindrom vena kava dan menurunkan aliran vena.

Berikan informasi mengenai perlunya masukan cairan 6-8 gelas/ hari, penurunan masukan 2-3 jam sebelum beristirahat, dan penggunaan garam, makanan, dan produk mengandung natrium dalam jumlah sedang.

Mempertahankan tingkat cairan dan perfusi ginjal adekuat, yang mengurangi natrium diet untuk mempertahankan status isotonik.



Berikan informasi mengenai bahaya menggunakan diuretik dan penghilangan natrium dari diet.

Kehilangan/ pembatasan natrium dapat sangat menekan regulator renin-angiotensin-aldosteron dari kadar cairan, mengakibatkan dehidrasi/ hipovolemia berat.

Tes urin midstream untuk memeriksa albumin.



Dapat mengidentifikasi spasme glomerulus atau penurunan perfusi ginjal berkenaan dengan hipertensi akibat kehamilan.



6. Perubahan pola seksual berhubungan dengan perubahan hasrat seksual, ketidaknyamanan, atau merasa takut

Tujuan :

  • Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan pasien dapat memahami perubahan pola seksualitas.
Kriteria Hasil :

  • Klien mampu mendiskusikan masalah yang berhubungan dengan isu-isu seksual pada trimester ketiga.
  • Klien mampu mengekspresikan kepuasan bersama dengan dengan hubungan seksual.
Intervensi :
Intervensi KeperawatanRasional
Kaji ulang seksual, cari perubahan pada trimester pertama dan kedua


Penurunan minat pada aktivitas/ koitus seksual sering terjadi pada trimester ketiga, karena perubahan/ ketidaknyamanan fisiologis.

Kaji ulang persepsi pasangan terhadap hubungan seksual.





Kemampuan pasangan untuk mengidentifikasikan/ mengungkapkan/ menerima perubahanseksual pada trimester pertama dapat mempengaruhi hubungan dan kemampuan mereka untuk mendukung satu sama lain secara emosional.

Anjurkan pasangan untuk berdiskusi, tentang perasaan dan masalah yang berhubungan dengan dengan perubahan pola seksual. Berikan informasi tentang kenormalan perubahan.

Komunakasi antar pasangan adalah penting untuk pemecahan masalah yang konstruksif.



Berikan informasi tentang metoda-metoda alternatif untuk mencapai kepuasan seksual dalam pemenuhan kebutuhan keintiman/ kedekatan.


Kebutuhan seksual dapat dipenuhi melalui masturbasi, kemesraan, membelai, dan sebagainya bila secara bersamaan diinginkan atau dapat diterima.

Anjurkan pilihan posisi untuk koitus selain dari posisi pria diatas


Pembesaran abdomen klien memerlukan perubahan posisi untuk kenyamanan dan keamanan.

diskusikan pentingnya tidak meniup udara ke dalam vagina

Kematian ibu karena embolisme udara telah dijumpai.

Anjurkan klien/ pasangan untuk mengungkapkan rasa takut yang dapat menurunkan hasrat untuk koitus.


Kesalahan pengertian dan rasa takut bahwa koitus dapat mengakibatkan cedera janin, infeksi, dan timbulnya persalinan dapat juga mempengaruhi hasrat seksual.

Instruksikan klien untuk mendiskusikan keamanan koitus dalam minggu ke 6-ke 8 akhir dengnan pemberiperawatannya.

Instruksi khusus mungkin ditemukan bila terdapat riwayat komplikasi atau bila komplikasi diantisipasi.


7. Resiko tinggi dekompisasi curah jantung berhubungan dengan peningkatan volume cairan/ perubahan aliran balik vena, perubahan permeabilitas kapiler

Tujuan :

Kriteria Hasil :

  • Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan klien mampu mengontrol volume cairan.

Intervensi :

  • Tekanan darah normal, bebas edema patologis.
  • Klien mampu mengidentifikasi adanya tanda-tanda abnormal yang memerlukan evaluasi lanjut.

Intervensi Keperawatan
Rasional
Tinjau ulang perubahan fisiologis normal. Identifikasi tanda/gejala yang memerlukan evaluasi medis atau intervensi



Retensi kelebihan cairan dan permulaan respons stres renin-angiotensin ii-aldosteron dapat menyebabkan cairan meninggalkan kardiovaskuler, mengakibatkan dehidrasi yang secara negatif mempengaruhi curah jantung.

Pantau frekuensi nadi jantung



Saat frekuensi jantung istirahat meningkat secara normal sebanyak 15 pdm untuk memudahkan sirkulasi tambahan volume cairan.

Catat tanda-tanda hipertensi akibat kehamilan: edema umum, albuminuria 2+, dan hipertensi dengan peningkatan sistolik lebih besar dari 30 mm hg atau sistolik lebih besar dari 30 mm hg atau diastolik > dari 15 mm hg

Membedakan antara edema fisiologis normal dan potensial.




Anjurkan perubahan posisi yang sering






Posisi supine/rekumben dan posisi tegak lama sangat menurunkan aliran balik vena dan curah jantung pada trimester tiga, secara negatif mempengaruhi aliran pada uterus dan ginjal. Posisi sim/ semifowler miring mengoptimalkan perfusi plasenta/ ginjal



8. Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat aktifitas, stres, psikologi, ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan.

Tujuan :

  • Setelah diberikan asuhan keperawata,diharapkan pasien tidak mengalami gangguan pola tidur.
Kriteria Hasil :

  • Melaporkan perbaikan tidur/istirahat.
  • Melaporkan peningkatan rasa sejahtera dan perasaan segar
Intervensi :

Intervensi KeperawatanRasional
Tinjau ulang kebutuhan perubahan tidur normal berkenaan dengan kehamilan. Tentukan pola tidur saat ini

Membantumengidentifikasi kebutuhan untuk menetapkan pola tidur yang berbeda.


Evaluasi tingkat kelelahan.




Peningkatan retensi cairan, penambzahan berat badan, dan pertumbuhan janin, semua memperberat perasaan lelah, khususnya pada multipara.

Kaji terhadap kejadian insomnia dan respons klien terhadap penurunan tidur. Anjurkan alat bantu untuk tidur, seperti teknik relaksasi, membaca, mandi air hangat,dan penurunan aktifitas sebelum istirahat

Ansietas yang berlebihan, kegembiraan, ketidaknyamanan fisik, nokturia, dan aktifitas janin dapat mempersulit tidur.



Perhatikan keuslitan bernafas karena posisi. Anjurkan tidur pada posisi semi fowler





Pada posisi rekumben, pembesaran uterusserta organ abdomen menekan diafragma, sehingga membatasi ekspansi paru. Penggunaan posisi semifowler memugnkinkan diafragma menurun, membantu mengembangkanekspansi paru optimal.

Dapatkan sel darah merah (sdm) dan kadar hb



Anemia dan penurunan kadar hb/sdm, mengakibatkan penurunan oksigenasi jaringan serta mempengaruhi perasaan letih berlebihan.

Rujuk klien untuk konseling bila kekurangan tidur/kelelahan mempengaruhi aktifitas kehidupan sehari-hari

Mungkin perlu bagi klien menghadapi perubahan siklus tidur-terjaga, mengidentifikasi prioritas yang tepat dan memodifikasi komitmen.


9. Risiko tinggi cedera janin berhubungan dengan masalah kesehatan ibu, pemajanan pada teratogen/ agen infeksi

Tujuan :

  • Setelah diberikan asuhan keperawata, diharapkan dapat menjaga kesehatan ibu dan janin dan dapat menghindari resiko cedera.

Kriteria Hasil :

  • Mengidentifikasi faktor-faktor risiko individu.
  • Mengubah gaya hidup/ perilaku yang menurunkan resiko
Intervensi :

Intervensi Keperawatan
Rasional
Lanjutkan pengkajian berkelanjutan tentang nutrisi ibu






Perubahan pada nutrisi ibu dapat menurunkan cadangan zat besi pada janin, membatasi cadangan lemak, memperlambat perkembangan neurologis pada neonatus/ anak, dan menurunkan cadangan protein untuk pertumbuhan otak, sehingga menurunkan lingkar kepala pada keturunan.

Hindari penggunaan tembakau.




Dapat menghambat penebalan berat badan ibu, menurunkan pertumbuhan intra uterus/ plasenta, dan mengakibatkan skor apgar rendah saat kelahiran.

Berikan informasi tentang resiko terapi obat.









Pada trimester ketiga, sulfonamid meningkatkan risiko hiperbilirubinemia dengan mempengaruhi ikatan albumin-bilirubin. Tetrasiklin menyebabkan pewarnaan pada pelapisan desisua gigi dan menghambat pertumbuhan tulang pada bayi prematur. Streptomisin mengakibatkan kerusakan pada saraf pendengaran serta kemungkinan kehilangan kehilangan pendengaran.

Pantau profil biofisik jan

Tentukan kesejahteraan uteroplasenta/ janin dan klien berisiko terkena sepsis



10. Resiko tinggi koping individu/ keluarga tidak efektif berhubungan dengan krisis situasi/ maturasi, kerentanan pribadi, persepsi tidak realistis, metoda koping yang tidak adekuat, sistem pendukung yang tidak ada/ tidak adekuat

Tujuan :

  • Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan klien mendapatkan kopign individu yang efektif.
Kriteria Hasil :

  • Mendiskusikan reaksi emosional pada trimester tiga.
  • Menyiapkan kelahiran bayi, sesuai dengan keyakinan budaya melalui pendidikan/ keahlian.
  • Mengidentifikasi model peran yang tepat.
  • Menggambarkan karakteristik kepribadian tentang janin
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Kaji persiapan persalinan, kelahiran, dan kedatangan bayi baru lahir





Keterlibatan pada kelas kelahiran bayi dan keahlian tentang peralatan dan bahan dalam perawatan dapat menunjukkan kesiapan secara psikologis. Kurangnya persiapan dapat didasarkan pada keyakinan budaya, atau dapat menandkan masalah keuangan atau psikologis.

Tentukan persepsi klien/ pasangan terhadap janin sebagai kesatuan yang terpisah

Persepsi ini menandakan pelengkapan tugas-tugas psikologis dari kehamilan.

Tentukan bagaimana manusia mengetahui kehamilan saat persalinan dan kelahiran mendekat.





Seorang dengan tingkat ketergantungan yang tinggi dapat mengalami kesulitan memenuhi peningkatan kebutuhan ketergantunagnm klien sehingga dapat menciptakan konflik. Selain itu, koping negatif dimanifestasikan sebagai akibat kurangnya persiapan persalinan dan atau pada bayi baru lahir.

Perhatikan kehilangan dari kehamilan sebelumnya, faktor-faktor genetik, atau riwayat lahir mati, dan diskusikan makna kejadian tersebut kepada pasien/klien.


Pasangan risiko tinggi mungkin lebih memilih untuk tidak membuat persiapan dengan baik sebagai cara perlindungan bagi mereka sendiri dari kemungkinan kehilangn/ cedera apabila janin tidak hidup.

Evaluasi sistem pendukung yang tesedia pada klien/ pasangan.



Ketersediaan keluarga dan teman dapat membantu klien/ pasangan untuk mengatasi tugas-tugas yang datang karena persalinan dan kelahiran.


Baca Juga :
Sumber : Perawat Kita Satu

Demikianlah artikel kami ini tentang Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Trimester 3, semoga apa yang kami berikan bermanfaat.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Trimester 3, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar