Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Trimester 1

3:24 PM

Diagnosa dan Intervensi Keperawatan Pada Kehamilan Trimester 1


Hai semuanya, kehamilan trisemester 1 yaitu kehamilan yang terjadi pada ibu dari usia kehamilan 1-3 bulan. Kehamilan trisemester 1 ini merupakan awalan atau langkah yang sangat penting bagi kesehatan ibu dan janin yang ada sebab diawal trisemester 1 ini banyak faktor-faktor yang harus diperhatikan untuk ibu hamil terutama ibu yang primigravida.

Berikut ini telah kami susun diagnosa serta intervensi keperawatan pada pasien dengan kehamilan trisemester pertama dibawah ini

WOC kehamilan trimester 1, pathway kehamilan trimester 1, Diagnosa dan Intervensi Keperawatan Pada Kehamilan Trimester 1
pathway kehamilan trimester 1

Diagnosa dan Intervensi Pada Ibu Hamil Trimester Pertama

  1. Nyeri berhubungan dengan perubahan autonomic dalam tonus otot ( dalam rentang dari lemah ke kaku).
  2. Devisit volume cairan berhubungan dengan frekuensi buang air kecil yang berlebihan.
  3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, penurunan sirkulasi iskemik saraf pusat. ( sering mengalami pusing dan pingsan)
  4. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan  kondisi vulva lembab dan perdarahan pada gusi karna lunak.
  5. Gangguan pola tidur berhubungan dengan keinginan buang air kencing yang mendesak.
  6. ketidakseimbangan nutrisi; nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah.
  7. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan.
  8. konstipasi berhubungan dengan peristaltic usus yang menghambat dan perubahan pola makan

Intervensi Keperawatan

1. Nyeri berhubungan dengan perubahan autonomic dalam tonus otot ( dalam rentang dari lemah ke kaku)

Tujuan : nyeri berkurang atau hilang


Kriteria hasil :

  • secara subjektif klien menyatakan nyeri berkurang,
  • klien tampak rileks dan dapat istirahat


Intervensi KeperawatanRasional
Kaji intensitas dan frekuensi nyeri yang dialami klien.

Pengukuran nilai ambang nyeri dapat dilakukan dengan skala maupun diskripsi( pengambaran.

Berikan HE atau beri penjelasan  nyeri yang di derita klien dan penyebabnya.

Meningkatkan koping klien dalam mengatasi nyeri.

Kolaborasi pemberian analgetika.

Mengurangi tingkat terjadinya nyeri dapat dilakukan dengan pemberian analgetika oral maupun sistemik dalam spectrum luas/spesifik.

Ajarkan tehnik pengalihan jika terjadinya nyeri

Mengurangi frekuensi nyeri


2. Devisit volume cairan berhubungan dengan frekuensi buang air kecil yang berlebihan.

Tujuan : volume cairan seimbang

Kriteria hasil :
  • intake dan output baik kualitas maupun Quantitas
Intervensi KeperawatanRasional
Kaji kondisi status hemodinamika.


Pengeluaran cairan pervaginal sebagai akibat abortus memiliki karekteristik bervariasi.

Ukur volume cairan pengeluaran harian.

Jumlah cairan ditentukan dari jumlah kebutuhan harian ditambah dengan jumlah cairan yang hilang pervaginal.

Anjurkan Klien untuk Minum yang banyak kurang lebih 2500 cc / hari.

Untuk mengganti dan memenuhi asupan cairan yang hilang.

Evaluasi status hemodinamika.

Penilaian dapat dilakukan secara harian melalui pemeriksaan fisik.


3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, penurunan sirkulasi iskemik saraf pusat. ( sering mengalami pusing dan pingsan)

Tujuan : Klien dapat beraktifitas sesuai dengan batas toleransi.


Kriteria hasil :
  • Klien menunjukkan peningkatan dalam beraktifitas. 
  • klien tampak bersemangat
Intervensi KeperawatanRasional
Kaji tingkat kemampuan klien untuk beraktivitas.



kemungkin klien tidak mengalami perubahan berarti, tetapi perdarahan masih perlu di waspadai untuk mencegah kondisi klien lebih buruk.


Kaji pengaruh aktivitas terhadap kondisi uterus (kandungan)


Aktivitas merangsang peningkatan vaskularisasi dan pulsasi organ reproduksi.


Ajarkan tekhnik aktifitas terbimbing dengan gerakan aktif dan pasif


Melonggarkan otot sendi agar tidak terjadi kekakuan


Anjurkan klien untuk melakukan tindakan sesuai dengan kemampuan/kondisi klien.


Mengoptimalkan kondisi klien, pada abortus imminens, istirahat mutlak sangat diperlukan.


Evaluasi perkembangan kemampuan klien melakukan aktivitas.

Menilai kondisi umum klien.


Anjurkan klien untuk menghentikan aktivitas bila pusing/kelemahan terjadi

Stress dapat menimbulkan dekopensasi/kegagalan



4. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan  kondisi vulva lembab dan perdarahan pada gusi karna lunak.

Tujuan : Tidak terjadi infeksi selama perawatan vulva dan mulut (gusi)


Kriteria hasil :
  • Tidak terjadi infeksi dan pendarahan
  • Mukosa mulut dan vulva bersih
Intervensi KeperawatanRasional
Kaji kondisi keluaran/dischart yang keluar ; jumlah, warna, dan bau.


Perubahan yang terjadi pada dishart dikaji setiap saat dischart keluar. Adanya warna yang lebih gelap disertai bau tidak enak mungkin merupakan tanda infeksi.

Beri penjelasan  pada klien tentang pentingnya perawatan vulva selama masa perdarahan.


Infeksi dapat timbul akibat kurangnya kebersihan genital yang lebih luar.


Lakukan pemeriksaan biakan pada dischart.


Berbagai kuman dapat teridentifikasi melalui dischart.

Lakukan perawatan vulva.

Inkubasi kuman pada area genital yang relatif cepat dapat menyebabkan infeksi.

Terangkan pada klien cara mengidentifikasi tanda infeksi.


Berbagai manifestasi klinik dapat menjadi tanda nonspesifik infeksi; demam dan peningkatan rasa nyeri mungkin merupakan gejala infeksi.

Anjurkan pada suami untuk tidak melakukan hubungan  seks selama masa perdarahan.




Pengertian pada keluarga sangat penting artinya untuk kebaikan ibu; senggama dalam kondisi perdarahan dapat memperburuk kondisi system reproduksi ibu dan sekaligus meningkatkan resiko infeksi pada pasangan.


5. Gangguan pola tidur berhubungan dengan keinginan buang air kencing yang mendesak.

Tujuan : gangguan pola tidur tidak terjadi atau berkurang


Kriteria hasil :
  • secara subjektif klien menyatakan pola tidurnya membaik
  • klien tampak segar dan bersemangat

Intervensi KeperawatanRasional
Kaji pola tidur klien


Dengan mengetahui pola tidur klien, akan memudahkan dalam menentukan intervensi selanjutnya.

Ciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang.


Memberikan kesempatan pada klien untuk beristirahat.
Anjurkan klien minum susu hangat sebelum tidur.


Susu mengandung protein yang tinggi sehingga dapat merangsang untuk tidur.

Batasi jumlah penjaga klien


Dengan jumlah penjaga klien yang dibatasi maka kebisingan di ruangan dapat dikurangi sehingga klien dapat beristirahat.

Memberlakukan jam besuk.

Memberikan kesempatan pada klien untuk beristirahat.
Kolaborasi dengan tim medis pemberian obat tidur Diazepam.

Diazepam berfungsi untuk merelaksasi otot sehingga klien dapat tenang dan mudah tidur.


6. ketidakseimbangan nutrisi; nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah.

Tujuan : kebutuhan nutrisi klien dapat terpenuhi dengan 


Kriteria hasil :
  • Menunjukkan peningkatan berat badan/berat badan stabil
  • Nafsu makan klien meningkat
Intervensi KeperawatanRasional
Kaji riwayat nutrisi, termasuk makanan yang disukaimengawasi masukan kalori


Timbang berat badan klien

mengawasi penurunan berat badan dan efektivitas intervensi nutrisi
Anjurkan makan sedikit namun frekuensinya sering.

meningkatkan pemasukan kalori secara total dan juga untuk mencegah distensi gaster.

Kolaborasi dalam pemberian suplemen nutrisi meningkatkan masukan protein dan kalori


7. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan.

Tujuan : kecemasan berkurang atau hilang

Kriteria hasil :
  • tanda atau gejala dari kecemasannya berkurang
Intervensi KeperawatanRasional
Kaji tingkat kecemasan klien.

Mengetahui sejauh mana kecemasan tersebut mengganggu klien.

Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya.

Ungkapan perasaan dapat memberikan rasa lega sehingga mengurangi kecemasan.
Mendengarkan keluhan klien dengan empati.


Dengan mendengarkan keluahan klien secara empati maka klien akan merasa diperhatikan.

Jelaskan pada klien tentang proses penyakit dan terapi yang diberikan.

Menambah pengetahuan klien sehingga klien tahu dan mengerti tentang penyakitnya.

Beri dorongan spiritual/support.


Menciptakan ketenangan batin sehingga kecemasan dapat berkurang.


8. konstipasi berhubungan dengan peristaltic usus yang menghambat dan perubahan pola makan

Tujuan : Tidak terjadi kontifasi dengan criteria hasil

Kriteria hasil :
  • BAB lancar denagn konsistensi lembek
  • Frekukuensi BAB normal 2-3 kali sehari
Intervensi Keperawatan
Rasional
Tingkatkan asupan cairan

Asupan cairan dapat memperlancar pengeluaran feses

Tingkatkan diet tinggi serat seperti buah dan sayuran

Diet tinggi serat membantu mempermudah pengeluaran feses
Ajarkan latihan fisik dengan memberikan ambulasi, latihan rentang gerak,



Latihan gerak dapat membantu peristaltic usus.


Instruksikan pasien untuk duduk ditoilet, gunakan tangan untuk menekan perut terus kebawah dan jangan mengedan untuk merangsang pengeluaran feses



Latihan gerak dapat membantu peristaltic usus.







Demikianlah artikel kami ini yang membahas tentang Diagnosa dan Intervensi Keperawatan Pada Kehamilan Trisemester 1, semoga apa yang telah kami sajikan ini bermanfaat bagi teman-teman semua dan sampai jumpa lagi pada postingan kita lainnya di Diagnosa dan Intervensi Keperawatan Kehamilan Trisemester 2.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Trimester 1, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar