Hipovolemia SDKI, SLKI, SIKI Lengkap

6:35 PM

 

Hipovolemia SDKI, SLKI, SIKI Lengkap


Berikut ini artikel www.perawatkitasatu.com mengenai Hipovolemia SDKI, SLKI, SIKI Lengkap


Hipovolemia SDKI, SLKI, SIKI Lengkap disertai intervensi dan rasional keperawatan
Hipovolemia SDKI, SLKI, SIKI Lengkap



SDKI Hipovolemia (Standar Diagnosa Keperawatan)

D.0023 Hipovolemia 


SDKI SIKI SLKI RISIKO HIPOVOLEMIA

DEFINISI
  • Beresiko mengalami penurunan volume cairan intravaskuler, interstisial, dan atau intaseluler


FAKTOR RESIKO
  • Kehilangan cairan secara aktif
  • Gangguan absorpsi cairan
  • Usia lanjut
  • Kelebihan berat badan
  • Status hipermetabolik
  • Kegagalan mekanisme regulasi
  • Evaporasi
  • Kekurangan intake cairan
  • Efek agen farmakologis


KONDISI KLINIS TERKAIT
  • Penyakit Addison
  • Trauma/perdarahan
  • Luka bakar
  • AIDS
  • Penyakit Crohn
  • Diare
  • Kolitis ulseratif




SLKI Hipovolemia (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)

L.00021 Hipovolemia 

TUJUAN:
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan .... x24 jam diharapkan status cairan membaik

NoKriteria HasilMenurunCukup MenurunSedangCukup Meningkat Meningkat
1Kekuatan nadi12345
2Turgor kulit 12345
3Output urine12345


NoKriteria HasilMeningkat Cukup Meningkat SedangCukup MenurunMenurun
1dispnea12345
2Edema perifer12345

NoKriteria HasilMemburukCukup MemburukSedangCukup MembaikMembaik
1Frekuensi nadi12345
2Tekanan darah12345
3Membrane mukosa12345
4Jugular venous pressure (JVP)12345
5Kadar Hb12345
6Kadar Ht12345




SIKI Hipovolemia (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia Hipovolemia)

Intervensi Hipovolemia

Manajemen Hipovolemia
Observasi: 
  • Periksa tanda dan gejala hypovolemia (mis. frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membran mukosa, kering, volume urin menurun, hematokrit meningkat, haus, lemah)
  • Monitor intake dan output cairan
Terapeutik
  • Hitung kebutuhan cairan
  • Berikan posisi modified trendelenburg
  • Berikan asupan cairan oral
Edukasi
  • Anjurkan memperbanyak asupan cairan oral
  • Anjurkan menghindari perubahan posisi mendadak
Kolaborasi
  • Kolaborasi pemberian cairan IV isotons (mis. Nacl, RL)
  • Kolaborasi pemberian cairan IV hipotonis (mis. glukosa 2,5%, Nacl 0,4%)
  • Kolaborasi pemberian cairan koloid (mis. albumin, plasmanate)
  • Kolaborasi pemberian produk darah


Referensi :
  • Carpenito, L. J.(2013).Diagnosa Keperawatan : Aplikasi pada Praktek Klinik (Terjemahan). Edisi 6.Jakarta: EGC.
  • Doenges, M.E. Moorhouse, M.F & Murr, A.C(2013). Nursing Diagnosis Manual: planning, individualizing, and documenting client care. 4th Ed. United States of America: F. A. Davis Company.
  • Herdman, T.H. & Kamitsuru, S. (2014). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2015–2017. 10nd ed. Oxford: Wiley Blackwell.
  • International Council of Nurses (ICN). (2015). International Classification Of Nursing Practice, Nursing Diagnosis and Outcomes Statement. Switzerland. International Council of Nurses
  • Newfield, S. A., Hinz, M. D., Scott-Tilley, D., Sridaromont, K. L., & Maramba, P. J. (2012). Cox's Clinical Application of Nursing Diagnosis. 6th ed. Philadelphia: F. A. Davis Company.
  • Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2018). SDKI : Definisi dan Indikator Diagnosis. PPNI: Jakarta

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Hipovolemia SDKI, SLKI, SIKI Lengkap, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar