Askep Diagnosa Intervensi Gangguan Mobilitas Fisik (Pasien Guillain-Barre syndrome / GBS) NIC NOC

4:03 PM

Askep Diagnosa Intervensi Gangguan Mobilitas Fisik (Pasien Guillain-Barre syndrome / GBS) NIC NOC



Gangguan Mobilitas Fisik

Gangguan Mobilitas Fisik adalah Pembatasan dalam gerakan tubuh yang independen dan bertujuan fisik atau satu atau lebih ekstremitas.

Mungkin berhubungan dengan

  • Kerusakan neuromuskular

Mungkin dibuktikan oleh

  • Kelumpuhan
  • Ketidakmampuan untuk secara sengaja bergerak dalam lingkungan fisik termasuk mobilitas tidur, transfer dan ambulasi
  • ROM terbatas
  • Menurunkan kekuatan dan kontrol otot
  • Trauma dari jatuh

Kriteria Hasil yang Diinginkan

  • Klien akan memiliki kekuatan dan fungsi yang ditingkatkan dari ekstremitas yang terpengaruh.
  • Klien akan mendemonstrasikan penggunaan perangkat adaptif untuk meningkatkan mobilitas.
Askep Diagnosa Intervensi Gangguan Mobilitas Fisik (Pasien Guillain-Barre syndrome / GBS) NIC NOC
salah satu diagnosa pada pasien GBS yaitu gangguan mobilitas fisik

Intervensi Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Pada Pasien Guillain-Barre syndrome

1. Nilai kekuatan motor atau tingkat fungsional mobilitas pasien.
  • Rasional : Memahami tingkat tertentu memandu rancangan rencana pengelolaan terbaik.
2. Pantau kebutuhan nutrisi saat mereka berhubungan dengan imobilitas.
  • Rasional : Nutrisi yang baik juga memberikan energi yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam latihan atau kegiatan rehabilitasi.
3. Tempatkan klien dalam posisi nyaman. Berikan perubahan posisi yang sering seperti yang ditoleransi.
  • Rasional : Mempromosikan relaksasi dan mencegah perkembangan ulkus dekubitus.
4. Berikan heparin seperti yang diperintahkan.
  • Rasional : Low ̶ molecular-weight heparin (LMWH) diberikan dalam profilaksis trombosis vena dalam.
5. Sediakan bantalan untuk penonjolan tulang seperti siku dan tumit.
  • Rasional : mempertahankan ekstremitas dalam posisi fisiologis, mengurangi risiko tekanan ulkus.
6. Lakukan latihan gerak aktif, pasif, dan isotonik yang sesuai.
  • Rasional : Meningkatkan mobilitas sendi, menstimulasi sirkulasi dan meningkatkan tonus otot.
7. Evaluasilah kebutuhan alat bantu dan sediakan lingkungan yang aman misalnya, tempat tidur di posisi rendah dan rel samping.
  • Rasional : Penggunaan kursi roda, tongkat, bar pengangkut, dan bantuan lain yang benar dapat meningkatkan mobilitas dan mengurangi risiko jatuh.
8. Berikan waktu istirahat di sela-sela kegiatan. Pertimbangkan teknik hemat energi.
  • Rasional : Waktu istirahat sangat penting untuk menghemat energi dan menghindari kelelahan.
9. Bantu klien dan keluarga mereka untuk menetapkan tujuan dalam partisipasi dengan kegiatan, latihan dan perubahan posisi.
  • Rasional : Meningkatkan rasa antisipasi kemajuan atau peningkatan dan mendorong kemandirian.
10. Pertimbangkan kebutuhan untuk bantuan rumah (misalnya, terapi fisik dan terapi okupasi).
  • Rasional : Merumuskan suatu program pengobatan dengan intervensi khusus untuk meningkatkan fungsi otot dan untuk melatih kembali dalam melakukan aktivitas sehari-hari (ADLs).

Intervensi Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Pada Pasien Guillain-Barre syndrome Versi Tabel

    Intervensi Keperawatan Rasional
    Nilai kekuatan motor atau tingkat fungsional mobilitas pasien. Memahami tingkat tertentu memandu rancangan rencana pengelolaan terbaik.
    Pantau kebutuhan nutrisi saat mereka berhubungan dengan imobilitas. Nutrisi yang baik juga memberikan energi yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam latihan atau kegiatan rehabilitasi.
    Tempatkan klien dalam posisi nyaman. Berikan perubahan posisi yang sering seperti yang ditoleransi. Mempromosikan relaksasi dan mencegah perkembangan ulkus dekubitus.
    Berikan heparin seperti yang diperintahkan. Low ̶ molecular-weight heparin (LMWH) diberikan dalam profilaksis trombosis vena dalam.
    Sediakan bantalan untuk penonjolan tulang seperti siku dan tumit. mempertahankan ekstremitas dalam posisi fisiologis, mengurangi risiko tekanan ulkus.
    Lakukan latihan gerak aktif, pasif, dan isotonik yang sesuai. Meningkatkan mobilitas sendi, menstimulasi sirkulasi dan meningkatkan tonus otot.
    Evaluasilah kebutuhan alat bantu dan sediakan lingkungan yang aman misalnya, tempat tidur di posisi rendah dan rel samping. Penggunaan kursi roda, tongkat, bar pengangkut, dan bantuan lain yang benar dapat meningkatkan mobilitas dan mengurangi risiko jatuh.
    Berikan waktu istirahat di sela-sela kegiatan. Pertimbangkan teknik hemat energi. Waktu istirahat sangat penting untuk menghemat energi dan menghindari kelelahan.
    Bantu klien dan keluarga mereka untuk menetapkan tujuan dalam partisipasi dengan kegiatan, latihan dan perubahan posisi. Meningkatkan rasa antisipasi kemajuan atau peningkatan dan mendorong kemandirian.
    Pertimbangkan kebutuhan untuk bantuan rumah misalnya, terapi fisik dan terapi okupasi). Merumuskan suatu program pengobatan dengan intervensi khusus untuk meningkatkan fungsi otot dan untuk melatih kembali dalam melakukan aktivitas sehari-hari (ADLs).

    Baca Juga :


    Demikianalah artikel saya mengenai Intervensi Gangguan Mobilitas Fisik (Pasien Guillain-Barre syndrome / GBS) NIC NOC ini, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua, jangan lupa sertakan link blog kami yaa dan selamat belajar dan membaca.

    Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Askep Diagnosa Intervensi Gangguan Mobilitas Fisik (Pasien Guillain-Barre syndrome / GBS) NIC NOC, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

    0 komentar