Defisit Nutrisi SDKI, SLKI, SIKI Lengkap

10:45 AM

 

Defisit Nutrisi SDKI, SLKI, SIKI Lengkap


Berikut ini artikel perawatkitasatu.com mengenai Defisit Nutrisi SDKI, SLKI, SIKI Lengkap


Defisit Nutrisi SDKI, SLKI, SIKI Lengkap dengan intervensi rasional
Defisit Nutrisi SDKI, SLKI, SIKI Lengkap




SDKI Defisit Nutrisi (Standar Diagnosa Keperawatan)

D.0019 Defisit Nutrisi


SDKI SIKI SLKI DEFISIT NUTRISI


DEFINISI
  • Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme


PENYEBAB
  • Ketidakmampuan menelan makanan
  • Ketidakmampuan mencerna makanan
  • Ketidakmampuan mengabsorpsi nutrient
  • Peningkatan kebutuhan metabolisme
  • Faktor ekonomi (mis. Finansial tidak mencukupi)
  • Faktor psikologis (mis. Stress, keengganan untuk makan)


GEJALA & TANDA MAYOR
  1. Subjektif
    1. tidak tersedia
  2. Objektif
    1. Berat badan menurun minimal 10% dibawah rentang ideal


GEJALA & TANDA MINOR
  1. Subjektif
    1. Cepat kenyang setelah makan
    2. Kram/nyeri abdomen
    3. Nafsu makan menurun
  2. Objektif
    1. Bising usus hiperaktif
    2. Otot pengunyah lemah
    3. Otot menelan lemah
    4. Membran mukosa pucat
    5. Sariawan
    6. Serum albumin turun
    7. Rambut rontok berlebihan
    8. Diare




SLKI Defisit Nutrisi (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)

L.03030 Defisit Nutrisi

TUJUAN:
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan ... x24 jam berat badan membaik

NoKriteria HasilMemburukCukup MemburukSedangCukup MembaikMembaik
1Berat badan12345
2Tebal lipatan kulit12345
3Indeks masa tubuh12345



SIKI Defisit Nutrisi (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia Defisit Nutrisi)

Intervensi Defisit Nutrisi

Edukasi Diet
Observasi: 
  • Identifikasi kemampuan pasien dan keluarga menerima informasi
  • Identifikasi tingkat pengetahuan saat ini
  • Identifikasi kebiasaan pola makan saat ini dan masa lalu
  • Identifikasi kebiasaan pola makan saat ini dan masa lalu
  • Identifikasi persepsi pasien dan keluarga tentang diet yang diprogramkan
  • Identifikasi keterbatasan finansial untuk menyediakan makanan
Terapeutik: 
  • Persiapkan materi, media, dan alat peraga
  • Jadwalkan waktu yang tepat untuk memberikan pendidikan kesehatan
  • Berikan kesempatan pasien dan keluarga bertanya
  • Sediakan rencana makan tertulis, jika perlu
Edukasi
  • Jelaskan tujuan kepatuhan diet terhadap kesehatan
  • Informasikan makanan yang diperbolehkan dan dilarang
  • Informasikan kemungkinan interaksi obat dan makanan, jika perlu
  • Anjurkan mempertahankan posisi semi fowler (30-45 derajat ) 20-30 menit setelah makan
  • Anjurkan mengganti bahan makanan sesuai diet yang diprogramkan
  • Anjurkan melakukan olahraga sesuai toleransi
  • Ajarkan cara membaca label dan memilih makanan yang sesuai
  • Ajarkan cara merencanakan makanan yang sesuai program
  • Rekomendasiakn resep makanan yang sesuai dengan diet, jika perlu
Kolaborasi
  • Rujuk pada ahli gizi dan setakan keluarga, jika perlu

Konseling nutrisi
Observasi: 
  • Identifikasi kebiasaan makan dan perilaku makan yang akan diubah
  • Identifikasi kemajuan modifikasi diet secara regular
  • Monitor intake dan output cairan, nilai hemoglobin, tekanan darah, kenaikan berat badan, dan kebiasaan membeli makanan
Terapeutik: 
  • Bina hubungan teraupetik
  • Sepakati bersama waktu pemberian konseling
  • Tetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis
  • Gunakan standar nutrisi sesuai program diet dalam mengevaluasi kecukupan asupan makanan
  • Pertimbangkan factor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi ( mis. Usia, tahapan pertumbuhan dan perkembangan, penyakit)
Edukasi
  • Informasikan perlunya modifikasi diet (mis.penurunan atau penambahan berat badan, pembatasan natrium atau cairan, pengurangan kolestrol
  • Jelaskan program gizi dan persepsi pasien terhadap diet yang diprogramkan
Kolaborasi
  • Rujuk pada ahli gizi jika perlu


Referensi :
  • Ackley,B.J.,Ladwig, G,B., & Makic,M. B. F. (2017). Nursing Diagnosis Handbook, An  Evidence-Based Guide to Planning Care. 11th Ed. St, Louis: Elsevier
  • Carpenito, L. J.(2013).Diagnosa Keperawatan : Aplikasi pada Praktek Klinik (Terjemahan). Edisi 6.Jakarta: EGC.
  • Herdman, T.H. & Kamitsuru, S. (2014). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2015–2017. 10nd ed. Oxford: Wiley Blackwell.
  • International Council of Nurses (ICN). (2015). International Classification Of Nursing Practice, Nursing Diagnosis and Outcomes Statement. Switzerland. International Council of Nurses
  • Newfield, S. A., Hinz, M. D., Scott-Tilley, D., Sridaromont, K. L., & Maramba, P. J. (2012). Cox's Clinical Application of Nursing Diagnosis. 6th ed. Philadelphia: F. A. Davis Company.
  • Teixeira, I.X, Lopes, M.V, Martins, L.C, Diniz, C.M, de Menezes, A.P, Alves, N.P. (2016). Validation of Clinical Indicators of Imbalanced Nutrition: Less Than Body Requirements in Early Childhood. J Pediatr Nurs. 2016 Mar-Apr;31(2):179-86. doi: 10.1016/j.pedn.2015.02.011. Epub 2015 Mar 11.
  • Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2018). SDKI : Definisi dan Indikator Diagnosis. PPNI: Jakarta


Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Defisit Nutrisi SDKI, SLKI, SIKI Lengkap, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar