Panduan Early Warning Systems (EWS) di Indonesia

1:33 PM

Panduan Early Warning Systems (EWS) di Indonesia


Panduan Early Warning Systems (EWS) di Indonesia

Definisi EWS

  • Early Warning Scoring System adalah sebuah sistem skoring fisiologis yang umumnya digunakan di unit medikal bedah sebelum pasien mengalami kondisi kegawatan. Skoring EWSS disertai dengan algoritme tindakan berdasarkan hasil skoring dari pengkajian pasien. (Duncan & McMullan, 2012). 
  • Early Warning System (EWS) adalah sistem peringatan dini yang dapat diartikan sebagai rangkaian sistem komunikasi informasi yang dimulai dari deteksi awal, dan pengambilan keputusan selanjutnya. Deteksi dini merupakan gambaran dan isyarat terjadinya gangguan fungsi tubuh yang buruk atau ketidakstabilitas fisik pasien sehingga dapat menjadi kode dan atau mempersiapkan kejadian buruk dan meminimalkan dampaknya, penilaian untuk mengukur peringatan dini ini menggunakan Early Warning Score.
  • Early Warning Score (EWS) adalah sebuah pendekatan sistematis yang menggunakan skoring untuk mengidentifikasi perubahan kondisi seseorang sekaligus menentukan langkah selanjutnya yang harus dikerjakan. Penilaian ini dilakukan pada orang dewasa (berusia lebih dari 16 tahun), tidak untuk anak-anak dan ibu hamil. Sistem ini dikembangkan oleh Royal College of Physicians, the Royal College of Nursing, the National Outreach Forum and NHS Training for Innovatio, London tahun 2012.


Skoring EWS

  • Sistem skoring EWS menggunakan pengkajian yang menggunakan 7 (tujuh) parameter fisiologis yaitu:

    1. Frekuensi pernapasan/respiratory rate
    2. saturasi oksigen,
    3. kebutuhan alat bantu O2
    4. tekanan darah sistolik,
    5. frekuensi nadi,
    6. suhu tubuh, dan
    7. tingkat kesadaran
Untuk mendeteksi terjadinya perburukan/ kegawatan kondisi pasien yang tujuannya adalah mencegah hilangya nyawa seseorang dan mengurangi dampak yang lebih parah dari sebelumnya


Skoring PEWS

Pediatric Early Warning System (PEWS) adalah penggunaan skor peringatan dini dan penerapan perubahan kompleks yang diperlukan untuk pengenalan dini terhadap pasien anak di rumah sakit.
  • Sistem skoring PEWS menggunakan pengkajian yang menggunakan 10 (sepuluh) parameter fisiologis, yaitu:

    1. respirasi,
    2. saturasi oksigen,
    3. kebutuhan alat bantu O2
    4. tekanan darah sistolik,
    5. frekuensi nadi,
    6. suhu tubuh, dan
    7. tingkat kesadaran
    8. warna kulit
    9. nyeri
    10. urine


Syarat EWS

EWS sistem menggunakan pendekatan sederhana berdasarkan dua persyaratan utama yaitu:
  1. Metode yang sistematis untuk mengukur parameter fisiologis sederhana pada semua pasien untuk memungkinkan identifikasi awal pasien yang mengalami penyakit akut atau kondisi perburukan.
  2. Definisi yang jelas tentang ketepatan urgensi dan skala respon klinis yang diperlukan, disesuaikan dengan beratnya penyakit.

Komponen EWS

  1. Deteksi dini
  2. Ketepatan waktu respon
  3. Kompetensi

Manfaat EWS

  1. Standarisasi teknik deteksi perburukan kondisi pasien 
  2. Standarisasi tingkat perburukan kondisi pasien 
  3. Membantu pengambilan keputusan klinis dengan cepat dan tepat

Jenis Instrumen EWS 

  1. MEWS (Modified Early Warning System) 
  2. NEWS (National Early Warning Score) 
  3. PEWS (Pediatric Early Warning Signs) 
  4. MEOS (Modified Early Obstetric Score)


Kapan EWS dilakukan?


EWS dilakukan terhadap semua pasien pada asesmen awal dengan kondisi penyakit akut dan pemantauan secara berkala pada semua pasien yang mempunyai risiko tinggi berkembang menjadi sakit kritis selama berada di rumah sakit. Pasien-pasien tersebut adalah:
  1. Pasien yang keadaan umumnya dinilai tidak nyaman (uneasy feeling),
  2. Pasien yang datang ke instalasi gawat darurat,
  3. Pasien dengan keadaan hemodinamik tidak stabil,
  4. Pasien yang baru dipindahkan dari ruang rawat intensif ke bangsal rawat inap.
  5. Pasien yang akan dipindahkan dari ruang rawat ke ruang rawat lainnya,
  6. Pasien paska operasi dalam 24 jam pertama sesuai dengan ketentuan penatalaksanaan pasien paska operasi.
  7. Pasien dengan penyakit kronis,
  8. Pasien yang perkembangan penyakitnya tidak menunjukkan perbaikan.
  9. Pemantauan rutin pada semua pasien, minimal 1 kali dalam satu shift dinas perawat.
  10. Pada pasien di Unit Hemodialisa dan rawat jalan lainnya yang akan dirawat inap untuk menentukan ruang perawatan.
  11. Pasien yang akan dipindahkan dari RS ke rumah sakit lainnya


KEBIJAKAN

  1. RS harus menerapkan pelaksanaan early warning system (EWS). 
  2. EWS dapat dipakai sebagai kriteria untuk meningkatkan frekuensi monitoring, penanganan maupun dalam hal meminta pertolongan ahli EWS
  3. RS mengembangkan dan menerapkan proses yang sistematis agar staf dapat mengenali dan berespons terhadap perburukan kondisi.
  4. Beberapa staf klinis diikutsertakan pelatihan
  5. Perawat harus memeriksa TTV dengan benar, sesuai waktunya dan dicatat di dalam formulir yang tersedia.
  6. RS mengembangkan dan menerapkan metoda pendokumentasian kriteria tanda awal perburukan kondisi pasien dan kapan harus mencari bantuan lanjut
  7. Berdasarkan kriteria yg telah dibuat oleh RS, perawat harus melakukan tindakan tertentu sesuai kondisi pasien.
  8. RS harus menginformasikan kepada pasien dan keluarga bagaimana mereka mencari bantuan pada saat terjadi perburukan kondisi pasien.

Untuk melihat lebih rinci mengenai parameter dan skor silahkan baca artikel dibagian baca juga

Baca Juga :
  1. Panduan MEWS (Modified Early Warning System) 
  2. Panduan NEWS (National Early Warning Score) 
  3. Panduan PEWS (Pediatric Early Warning Signs) 
  4. Panduan MEOS (Modified Early Obstetric Score)

Sumber : RS Harapan Jayakarta dan telah disunting oleh www.perawatkitasatu.com

Demikianlah artikel singkat dari kami ini yang berjudul yaitu Panduan Early Warning Systems (EWS) di Indonesia. Semoga apa yang telah kami sajikan dan berikan diatas tersebut dapat berguna dan bermanfaat untuk teman-teman semuanya.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Panduan Early Warning Systems (EWS) di Indonesia, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar