Injeksi Subkutan / SC (Definisi, Tujuan, Lokasi, Indikasi, Kontraindikasi, Perhatian, Efek Samping, SOP)

12:17 AM

Injeksi Subkutan / SC (Definisi, Tujuan, Lokasi, Indikasi, Kontraindikasi, Perhatian, Efek Samping, SOP)


Injeksi Subkutan / SC (Definisi, Tujuan, Lokasi, Indikasi, Kontraindikasi, Perhatian, Efek Samping, SOP)

A. PENGERTIAN

  • Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikkan dengan cara menusuk jaringan ke dalam otot atau melalui kulit. Pemberian injeksi merupakan prosedur invasif yang harus dilakukan dengan menggunakan teknik steril.
  • Injeksi subcutan merupakan cara memberikan obat dengan memasukkan obat ke dalam jaringan subcutan dibawah kulit dengan spuit. Injeksi subkutan diberikan dengan menusuk area dibawah kulit yaitu jaringan konektif atau lemak dibawah dermis. Injeksi tidak diberikan pada area yang nyeri, merah, pruitis atau edema. Pada pemakaian injeksi subkutan jangka lama, maka injeksi perlu direncanakan untuk diberikan secara rotasi pada area yang berbeda. Jenis obat yang lazim diberikan secara subkutan adalah vaksin, obat-obatan preoperasi, narkotik, insulin, dan heparin.
  • Pemberian obat melalui subcutan ini pada umumnya dilakukan dalam program pemberian insulin yang digunakan untuk mengontrol kadar gula darah. Pemberian insulin terdapat dua tipe larutan, yaitu jernih dan keruh. Larutan jernih atau juga dimaksudkan sebagai insulin tipe reaksi cepat (insulin regular) dan larutan yang keruh karena adanya penambahan protein sehingga memperlambat absorbsi obat atau juga termasuk tipe lambat.
  • Subkutan atau dibawah kulit (SC) yaitu disuntikan kedalam tubuh melalui bagian yang sedikit lemaknya dan masuk kedalam jaringan dibawah kulit ; volume yang di berikan tidak lebih dari 1 ml (Wagiran, 2015).

B. TUJUAN INJEKSI

  • Memasukkan sejumlah toksin atau obat pada jaringan subcutan di bawah kulit untuk di absorbsi. Selain itu alasan kenapa injeksi subcutan ini di pilih adalah karena dengan penggunaan injeksi ini maka obat dapat menyebar dan diserap secara perlahan-lahan. Beberapa contohnya adalah injeksi pada vaksin, uji tiberculin dan di lakukan dalam program pemberian insulin yang di gunakan untuk mengontrol kadar gula darah.

C. TEMPAT INJEKSI SUBCUTAN

  • Setiap jaringan subkutan dapat dipakai untuk area injeksi ini, yang lazim adalah pada lengan atas bagian luar, paha bagian depan. Area lain yang lazim digunakan adalah perut, area scapula, ventrogluteal dan dorsogluteal. Berikut ini merupakan posisi pasien yang diberikan injeksi subcutan :
    1. Lengan : klien duduk atau bediri
    2. Abdomen : klien duduk atau terlentang
    3. Tungkai : klien duduk dikursi atau tempat tidur
    4. Daerah abdomen
    5. Area scapula pada punggung atas
    6. Daerah ventrogluteal dan dorsogluteal bagian atas
  • Area injeksi subcutan perlu dirotasi secara regular untuk meminimalkan kerusakan jaringan, membantu absorpsi, dan menghindari ketidaknyamanan. Terutama penting untuk klien yang harus menerima injeksi berulang, seperti penyandang diabetes. Karena insulin diabsorpsi dengan kecepatan berbeda pada bagian tubuh yang berbeda, kadar glukosa klien diabetes dapat bervariasi ketika beragam area digunakan. Insulin diabsorpsi lebih cepat ketika diinjeksikan di abdomen kemudian ke lengan dan lebih lambat ketika diinjeksikan ke paha dan bokong.

D. INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI

  1. Indikasi :
    1. bisa dilkakukan pada pasien yang tidak sadar,
    2. tidak mau bekerja sama karena tidak memungkinkan untuk diberikan obat secara oral, 
    3. tidak alergi.
    4. Lokasinya yang ideal adalah lengan bawah dalam dan pungguang bagian atas.

  2. Kontra Indikasi :
    1. luka,
    2. berbulu,
    3. alergi,
    4. infeksi kulit

E. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PEMBERIAN SUBKUTAN

  1. Untuk klien berukuran rata-rata, regangkan kulit secara keras pada tempat injeksi atau cubit dengan tangan dominan anda pencubitan kulit meninggikan jaringan subkutan, jarum menembus kulit tegang lebih mudah dari kulit kendur.
  2. Untuk klien gemuk, cubit kulit pada tempat Injeksi dan injeksikan jarum dibawah lipatan kulit klien gemuk memiliki lapisan lemak tambahan diatas jaringan subkutan Insersi cepat dan tepat
  3. Injeksikan jarum dengan cepat dan tepat Pada sudut 90 derajat (kemudian lepaskan- kulit bila dicubit)
  • Hal-Hal yang perlu diperhatikan lainnya :
    1. Pastikan syarat dan indikasi suntikan pada pasien sudah terpenuhi sebelum melakukan penyuntikan subkutan.
    2. Jagalah kesterilan alat dan bahan yang digunakan.
    3. Lakukan pencegahan infeksi pada pasien melalui tindakan desinfeksi.
    4. Lakukan tindakan penyuntikan dalam ruangan yang sesuai dengan standar.
    5. Perhatikan prinsip penyuntikan subkutan.
    6. Pastikan privacy pasien benar–benar terjaga.
    7. Lakukan tekhnik pembuangan sampah/ limbah bekas pakai sesuai prosedur

F. EFEK SAMPING INJEKSI SUBKUTAN

  • Keuntungan Awitan obat lebih cepat dibandingkan oral
  • Kerugian Harus menggunakan teknik steril, lebih mahal dibandingkan oral,hanya dapat diberikan dalam volume kecil,lebih lambat dibandingkan pemberian intramuscular, dapat menyebabkan ansietas(kecemasan yang berlebihan dan lebih bersifat subyektif), kelelahan, gangguan pencernaan seperti diare, mual, dispepsia stomatitis, dan muntah, perubahan warna kulit, dysgeusia, dan anoreksia.
  • Kekurangan dan Kelebihan injeksi Sub Cutan (Abdullah, 2014) :
    1. Kelebihan
      1. Diperlukan latihan sederhana
      2. Absorpsi obat capat larut dalam air
      3. Mencegah keruskan sekitar salran cerna
    2. Kekurangan
      1. Rasa sakit dan kerusakan kulit
      2. Tidak dapat dipakai jika volume obat besar
      3. Bioavibilitas berfariasi, sesuai lokasi
      4. Harus menggunakan tekhnik steril
      5. Lebih mahal diandingkan oral
      6. Lebih lambat dibandingkan pemberian IM
      7. Dapat menyebabkan ansietas (kecemasan yang berlebihan dan lebih bersifat subyektif)

G. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

  1. TUJUAN INJEKSI SUBKUTAN
    Memberikan obat kepada pasien melalui jaringan subkutan

  2. RUANG LINGKUP INJEKSI SUBKUTAN
    1. Indikasi pada klien yang akan dilakukan vaksinasi, obat-obatan preoperasi, obat narkotik, insulin dan heparin.
    2. Penyuntikan tidak dilakukan pada area yang nyeri, merah, pruntus dan edema.

  3. DEFINISI INJEKSI SUBKUTAN
    Pemberian obat subkutan adalah cara memberikan obat dengan menyuntik di area bawah kulit yaitu pada jaringan konektif atau lemak dibawah dermis.

  4. PELAKSANAAN INJEKSI SUBKUTAN
    1. Alat
      1. Daftar obat
      2. Alat tulis
      3. Perlak dan Pengalas
      4. Bak spuit
      5. Kapas alcohol
      6. Sarung tangan
      7. Piala ginjal
      8. Obat injeksi
      9. Ampul
      10. Vial
      11. Spuit

    2. Prosedur Pemberian Injeksi subcutan
      1. Fase Pra interaksi
        1. Cocokkan pesanan dokter dengan kartu obat, laporkan bila ada ketidakjelasan
        2. Pahami kerja obat, pertimbangkan pemakaian dosis aman, maksud pemberian efek samping obat yang akan diberikan
        3. Kaji apakah klien mampu dan mau mengikuti petunjuk
        4. Kaji tanda-tanda vital dan kesadaran pasien
        5. Siapkan obat sesuai dosis untuk setiap klien periksa tanggal kadaluarsa
        6. Hitung dosis perhatikan obat yang belum bisa dipakai klien
        7. Mencuci tangan.
      2. Fase Orientasi
        1. Membawa obat ke kamar klien, sekali lagi lakukan cek nama obat, dosis, cara pemberian, waktu, dan tanggal pemberian
        2. Memberikan salam dan memperkenalkan diri
        3. Cek identitas klien: cek nama klien pada gelang atau papan, identitas kalau ada, menanyakan dan memanggil nama klien
        4. Jelaskan pada  klien rencana pemberian obat,tujuan,cara pemberian,waktu dan nama obat, minta tanda tangan apabila perlu persetujuan pemberian obat.
      3. Fase Kerja
        1. Tutup tirai untuk member privacy pada klien’
        2. Pakai sarung tangan.
        3. Ambil obat sesuai dengan prosedur yang benar dari menyiapkan obat ampul atau vial.
        4. Berikan posisi yang tepat sesuai dengan lokasi yang dipilih.
          • Lengan atas bagian luar,
          • Bagian anterior paha duduk atau berbaring dengan kaki rileks,
          • Abdomen posisi terlentang atau semi recumbent,
          • Daerah scapula pasien telungkup atau duduk.
        5. Pasang perlak dan pengalas, dekatkan piala ginjal.
        6. Bersihkan daerah suntikan dengan kapas atau alkohol, gosok melingkar dari dalam keluar. Biarkan alkohol kering dan pegang kapas untuk digunakan waktu mencabut jarum.
        7. Buka tutup jarum dengan tangan kiri.
        8. Cubit atau gerakkan daerah yang akan disuntikkan.
        9. Pegang spuit dengan tangan kanan diantara ibu jari dan telunjuk. Suntikkan jarum dengan sudut 45¬0-900, tergantung turgor jaringan dan panjang jarum.
        10. Setelah jarum masuk, lepaskan jaringan yang dipegang, dan gunakan tangan kiri untuk memegang ujung barel.
        11. Aspirasi untuk memastikan masuknya jarum. Bila ada darah, cabut jarum, obat dan spuit dibuang dan menyiapkan obat baru lagi.
        12. Bila tidak ada darah, suntikan obat perlahan-lahan.
        13. Cabut jarum cepat dengan sudut sesuai waktu masuk.
        14. Masase hati-hati dengan kapas alkohol(jangan masase pada pemberian heparin atau insulin).
        15. Buang spuit dab jarum tanpa penutup di sharp container.
        16. Ambil perlak dan pengalas dari klien.
        17. Lepaskan sarung tangan dan taruh di piala ginjal.
      4. Fase terminasi
        1. Melakukan evaluasi kepada klien setelah melakukan tindakan (Tanya apa yang klien rasakan saat pemberian obat).
        2. Merapikan klien kembali, member posisi yang nyaman untuk klien.
        3. Membereskan peralatan.
        4. Mencuci tangan.
        5. Berpamitan.
        6. Cek kembali setelah 30 menit untuk melihat respon klien setelah diberikan injeksi subcutan, terhadap reaksi alergi maupun efek samping.
        7. Catat waktu, dosis, dan nama semua obat yang diberikan dalam daftar obat dan beri tanda tangan sebagai bukti obat diberikan.
        8. Bila klien tidak mau diberi injeksi dermal, laporkan secara lengkap.
        9. Catat bila muncul reaksi setelah pemberian injeksi

Note : Interaksi obat yaitu 15-30 menit

DAFTAR PUSTAKA

  • Abdullah. (2014).Kebutuhan dasar Manusia Untuk Keperawatan.Jakarta: Trans Info Media.
  • Mc Evoy et.al. (2005) Drug Information, American Society of Health System Pharmacist, Wisconsin, 
  • Rute untuk Administrasi Obat. (2003) Lampiran Panduan Perawatan Darurat . Kesehatan Manitoba. 
  • Sigalingging, G. (2013).Kebutuhan Dasar manusia. Jakarta: EGC.
  • Shulman R, et.al. (1998) Injectable Drug Administration Guide, The Pharmacy Department University College London Hospital.
  • Trissel LA. (2007) Handbook on Injectable Drugs, 14th Ed, Bethesda, American Society of Health System Pharmacist.
  • Wagiran. (2015). Keterampilan Dasar.Jakarta: Trans Info Media.


Demikianlah artikel singkat dari kami ini yang berjudul Injeksi Subkutan / SC (Definisi, Tujuan, Lokasi, Indikasi, Kontraindikasi, Perhatian, Efek Samping, SOP).  Semoga apa yang telah kami berikan dan sajikan diatas dapat berguna dan bermanfaat.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Injeksi Subkutan / SC (Definisi, Tujuan, Lokasi, Indikasi, Kontraindikasi, Perhatian, Efek Samping, SOP), semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar