Askep Pasien Tumor Adneksa Part 2

7:47 AM

Askep Pasien Tumor Adneksa Part 2


Hai temuanya, apa kabar teman-teman semuanya. Berikut ini kami siapkan khusus untuk teman-teman semua asuhan keperawatan pasien tumor adneksa bagian ke 2. Dimana dibagian yang pertama kita telah melihat makalah yang terdiri dari definisi sampai diagnosa keperawatan pada pasien Tumor Adneksa. Dibagian ke 2 ini kita akan membahas mengenai Intervensi Keperawatannya. Kalau begitu mari kita sama-sama belajar dan jadikan makalah laporan teman-teman laporan pendahuluan dari kami ini dan jangan lupa masukkan sumber pustaka yaitu www.perawatkitasatu.com. Selamat belajar

Askep Pasien Tumor Adneksa Part 2
asuhan keperawatan tumor adneksa

Diagnosa Keperawatan

Dibawah ini diagnosa keperawwatan yang mungkin muncul pada pasien dengan kasus Tumor Adneksa.
  1. Nyeri berhubungan dengan putusnya kontinuitas jaringan
  2. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan pengeluaran darah dari jalan lahir
  3. Gangguan pola eliminasi (BAB) berhubungan dengan bedah abdomen, kelemahan otot abdomen
  4. Defisit Perawatan Diri berhubungan dengan penurunan kekuatan atau kelemahan
  5. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan
  6. Kurang pengetahuan berhubungan dengan persepsi yang salah tentang keadaannya., kurang pemajanan informasi tentang penyakitnya.
  7. Resiko terjadi infeksi berhubungan dengan luka operasi.


Intervensi Keperawatan

Berikut ini adalah intervensi keperawatan pada pasien tumor adneksa berdasarkan diagnosa yang muncul diatas

1. Nyeri berhubungan dengan putusnya kontinuitas jaringan

Tujuan :
  • Setelah diberikan asuhan keperawatan selama .... x 24 jam, maka nyeri berkurang atau hilang
Kriteria Hasil :
  • klien mengatakan bahwa rasa sakit telah terkontrol/dihilangkan
  • tampak santai, 
  • dapat beristirahat/tidur.
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Kaji tingkat nyeri, misal lokasi, frekuensi, durasi, dan intervensi nyeri

Informasi dapat memberikan data untuk menerapkan intervensi selanjutnya.

Observasi tanda-tanda vital

Sebagai indikator dalam perkembangan proses penyakit yang dialami.

Ajarkan teknik relaksasi misalnya nafas dalam

Nafas dalam dapat memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan rasa kontrol terhadap rasa nyeri yang muncul.

Beri tindakan kenyamanan, misal reposisi, usapan pada daerah nyeri.

Meningkatkan relaksasi dan mengurangi rangsangan nyeri

Penatalaksanaan pemberian analgetik

Analgetik termasuk obat yang dapat mengurangi (mengontrol rasa nyeri yang dihantar oleh sistem simpatik.


2. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan pengeluaran darah dari jalan lahir

Tujuan :
  • Setelah diberikan asuhan keperawatan selama .... x 24 jam, maka perfusi jaringan membaik
Kriteria Hasil :
  • mukosa berwarna merah muda,
  • tanda-tanda vital dalam batas normal.
  • HB kemblai dalam batas normal 12- 6 pada perempuan, 14-18 pada laki-laki
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Observasi tanda-tanda vital

Kekurangan darah akan tercermin pada tanda-tanda vital.

Pemeriksaan Hb setiap hari

Mengetahui perkembangan Hb setiap hari.

Memberikan penyuluhan tentang manfaat transfusi

Memberikan pengertian tentang transfusi agar pasien kooperatif dalam perawatan dan pengobatan.

Observasi adanya tanda-tanda reaksi anafilaktik.

Darah merupakan antigen pada pasien, kemungkinan bisa terjadi reaksi antigen antibody yang menimbulkan shock yang sangat berbahaya.

Lakukan pendidikan / penyuluhan  tentang reaksi yang mungkin timbul akibat transfusi

Dengan penyuluhan tersebut pasien dapat melaporkan adanya tanda- tanda reaksi anafilaktik.


3. Gangguan pola eliminasi (BAB) berhubungan dengan bedah abdomen, kelemahan otot abdomen

Tujuan :
  • Setelah diberikan asuhan keperawatan selama .... x 24 jam, maka pola eliminasi kembali membaik dan normal
Kriteria Hasil :
  • pasien menunjukan bunyi usus/aktivitas peristaltik aktif 
  • pemenuhan cairan yang adekuat
  • mempertahankan pola eliminasi biasanya.
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Auskultasi bising usus perhatikan distensi abdomen, adanya mual/mual.

Indikasi adanya/perbaikan uleus, mempengaruhi pilihan intervensi.

Bantu pasien untuk duduk pada tepi tempat tidur dan berjalan

Ambulasi dini membantu merangsang fungsi intestina dan mengembalikan pestaltik.

Anjurkan pemasukan cairan adekuat, termasuk sari buah, bila pemasukan peroral dimulai.

Meningkatkan pelunakan veses, dapat membantu merangsang peristaltik.

Berikan obat, contoh pelunak veses, minyak mineral laktasif sesuai indikasi

Meningkatkan pembentukan pelunak veses.


4. Defisit Perawatan Diri berhubungan dengan penurunan kekuatan atau kelemahan

Tujuan :
  • Setelah diberikan asuhan keperawatan selama .... x 24 jam, maka defisit perawatan diri hilang dan pasien mampu memenuhi ADLnya secara mandiri/ dengan bantuan
Kriteria Hasil :
  • klien mendemostrasikan teknik/ Tingkah laku yang meningkatkan  kelangsungan atau melakukan kembali aktifitas.
  • nutrisi, eliminasi, personal hygiene terpenuhi.
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Kaji tingkat kemampuan pasien beraktifitas

Untuk mengidentifikasikan tingkat intervensi yang dibutuhkan pasien.

Kaji kemampuan fungsional dan alasan ketidakseimbangan

Mengidentifikasi kebutuhan/tingkat intervensi yang dibutuhkan

Lengkapi partisipasi dalam perawatan diri dan aktifitas

Meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri.

Bantu dalam memindahkan dan ambulasi bila dibutuhkan.

Mencegah terjadinya kecelakaan seperti jatuh dan cedera.

Ajarkan pasien mengenai pemenuhan kebutuhan perawatan diri secara bertahap dan ambulasi

mengajarkan pasien ambulasi dan pemenuhan kebutuhan perawatan diri secara bertahap akan membantu kemandirian pasien dan partisipasi keluarga dalam perawatan

Libatkan keluarga dalam perawatan dan pemenuhan kebutuhan pasien.

Keluarga dapat berpartisipasi dalam pencapaian kebutuhan ADL pasien dan berpartisipasi dalam program perawatan.


5. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan

Tujuan :
  • Setelah diberikan asuhan keperawatan selama .... x 24 jam, maka kecemasan berkurang atau hilang
Kriteria Hasil :
  • Pasien melaporkan ansietas berkurang sampai tingkat yang dapat diatasi
  • pasien tampak rileks.
  • ekspresi wajah ceria
  • komunikasi baik
  • dapat berkonsentrasi dengan baik.
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Bina hubungan saling percaya.

Memudahkan pasien mengeluarkan isi hati sehingga beban pasien berkurang.

Kaji tingkat ansietas dan diskusikan penyebabnya bila mungkin

Identifikasi masalah spesifik akan meningkatkan kemampuan individu untuk menghadapinya denga n lebih realities.

Berikan waktu untuk mendengar pasien mengenai masalah dan dorongan ekspresi perasaan yang benar, misalnya: rasa marah, ragu, takut, dan sendiri.

Selalu berada dengan cara ini akan membuat pasien merasa diterima, mulai mengakui dan berhadapan dengan lebih realities.

Tunjukkan rasa empati terhadap pasien

Rasa empati dapat meningkatkan harga diri.

Luangkan waktu untuk berbincang-bincang

Dapat meningkatkan harga diri karena pasien merasa diperhatikan.

Berikan waktu untuk mengekspresikan perasaan

Untuk memperbesar rasa percaya diri pada pasien dalam menghadapi penyakitnya.


6. Kurang pengetahuan berhubungan dengan persepsi yang salah tentang keadaannya., kurang pemajanan informasi tentang penyakitnya.

Tujuan :
  • Setelah diberikan asuhan keperawatan selama .... x 24 jam, maka defisit pengetahuan dapat teratasi
Kriteria Hasil :
  • klien menyatakan pemahaman kondisi perawatan dan penyaktinya
  • pasien mengatakan paham dan mengerti
  • pasien tampak percaya diri
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Kaji tingkat pengetahuan

Identifikasi pengetahuan yang dimiliki klien

Diskusikan dengan lengkap masalah yang diantisipasi selama penyembuhan

Faktor fisik, emosi, dan sosial dapat mempunyai pengaruh kumulatif, yang dapat memperlambat penyembuahan.

Tinjau ulang efek pembedahan dan harapan pada masa yang akan datang

Memberikan dasar pengetahuan

Berikan pendidiakn / penyuluhan mengenai proses perawatan diri pasien dan semua prosedur yang telha dilakukan atau yang akan direncanakan

pendidikan pada pasien akan meningkatkan kepercayaan diri pasien untuk sembuh dan menurunkan rasa cemas yang ada didalam diri pasien


7. Resiko terjadi infeksi berhubungan dengan luka operasi.

Tujuan :
  • Setelah diberikan asuhan keperawatan selama .... x 24 jam, maka
Kriteria Hasil :
  • TTV dalam batas normal
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Kaji adanya infeksi

Identifikasi adanya infeksi yang terjadi

Anjurkan pasien dan keluarga untuk menjaga tempat tidur agar selalu kering dan rapi

tempat tidur yang kering serta rapit akan mencegah adanya pertumbuhan kuman ditempat tidur

lakukan pemeriksaan TTV pada pasien yaitu suhu tubuh

TTV dapat mengidentifikasi adanya infeksi seperti demam

Ajurkan pasien dan keluarga untuk selalu mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan eliminasi

cici tangan sangat penting guna mencegah terjadinya penularan infeksi nosokomial

Anjurkan keluarga untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah menentuk pasien ataupun ketika tangannya kotor

cuci tangan menggunakan sabuh mencegah terjadinya penularan infeksi nosokomial
Ajarkan keluarga mengenai tanda-tanda dini infeksi atau peradangan

memberikan pendidikan tentang infeksi kepada keluarga akan mempercepat tanggapan dari tenaga kesehatan untuk merawat pasien



Sumber : Perawat Kita Satu


Demikianlah artikel singat yang dapat kami sajian berjudul Askep Pasien Tumor Adneksa Part 2, semoga apa yang telah kami sajian dan berikan untuk teman-teman semua bermanfaat dan sampai jumpa dipertemuan kita selanjutnya.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Askep Pasien Tumor Adneksa Part 2, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar