Askep Pada Pasien Acne Vulgaris Part 2

5:16 PM

Askep Pada Pasien Acne Vulgaris Part 2


Hai semuanya, kali ini kita lanjut sambungan part ke 2 sambungan dari part sebelumnya, di part yang ke 2 ini kita akan membahas mengenai Diagnosa dan Intervensi Keperawatan Acne Vulgaris, Yok kita pelajari dibawah ini asuhan keperawatannya.

Askep Pada Pasien Acne Vulgaris Part 2
Askep Akne Vulgaris

Diagnosa Keperawatan Acne Vulgaris 

Berikut ini adalah Diagnosa Keperawatan yang Mungkin terjadi pada Acne Vulgaris
  1. Kerusakan Integritas Kulit berhubungan dengan factor mekanik (mis., gaya gunting tekanan pengekangan) ditandai dengan adanya kerusakan di lapisan kulit serta di permukaan kulit.
  2. Gangguan Citra Tubuh berhubungan dengan penyakit (Acne Vulgaris) di tandai dengan mengungkapkan malu terhadap keadaannya.
  3. Risiko Infeksi berhubungan dengan pertahanan primer  tubuh tidak adekuat
  4. Nyeri Akut berhubungan dengan agen injuri biologis ditandai dengan tingkah laku yang tidak ekspresif (merintih)
  5. Ansietas berhubungan dengan status kesehatan (banyaknya papul serta komedo) ditandai dengan klien tampak gelisah, klien selalu focus pada masalah yang dialami (acne vulgaris)
  6. Kurang Pengetahuan berhubungan dengan tidak familiarnya informasi yang ada ditandai dengan tingkah laku yang tidak sesuai(gelisah, cemas, selalu bertanya-tanya). 

Intervensi Keperawatan Acne Vulgaris

1. Kerusakan Integritas Kulit berhubungan dengan factor mekanik (mis., gaya gunting tekanan pengekangan) ditandai dengan adanya kerusakan di lapisan kulit serta di permukaan kulit.

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama … x 24 jam diharapkan integritas kulit mengalami perbaikan dengan
Kriteria Hasil :
  • penurunan jumlah lesi dan pembentukan jaringan parut minimal.
Intervensi :

Intervensi KeperawatanRasional
Kaji tingkat kerusakan integritas kulit yang dialami oleh pasien.

Membantu dalam rehabilitasi dan pemilihan intervensi selanjutnya untuk pasien.

Dorong klien untuk menghindari semua bentuk friksi (menyentuh, menggaruk dengan tangan) pada kulit

Mencegah penularan bakteri yang dapat memperparah infeksi pada lesi kulit


Anjurkan pasien untuk dapat merawat kulit dengan bersih dan benar.

Perawatan kulit yang benar mengurangi resiko terakumulasinya kotoran di kulit

Motivasi pasien untuk tetap mengkonsumsi obat dan makanan yang mengandung cukup gizi

Untuk memperlancar proses penyembuhan.


Observasi terhadap eritema dan palpasi area sekitar terhadap kehangatan

Kehangatan merupakan tanda adanya infeksi.


Kolaborasi:
Kolaborasi pemberian antibiotik topical

Untuk menghambat pertumbuhan bakteri


2. Gangguan Citra Tubuh berhubungan dengan penyakit (Acne Vulgaris) di tandai dengan mengungkapkan malu terhadap keadaannya.

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ….. x 24 jam diharapkan nyeri pasien berkurang atau hilang dengan kreteria hasil
Kriteria Hasil :
  • Menyatakan secara verbal nyeri berkurang atau hilang dengan skala nyeri (0-1)
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Kaji respons nyeri dengan pendekatan PQRST

Pendekatan komprehensif untuk menentukan

Lakukan menejemen nyeri keperawatan:
Istirahatkan klien pada saat nyeri muncul


Istirahat secara fisiologis akan menurunkan kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan metabolism basal

Tingkatkan pengetahuan mengenai sebab-sebab nyeri yang menghubungkan beberapa lama nyeri akan berlangsung


Pengetahuan yang akan dirasakan membantu mengurangi nyerinya dan dapat membantu mengembangkan kepatuhan klien terhadap rencana terapiutik.

Kolaborasi:
Kolaborasikan dengan tim medis mengenai pemberian analgesic

Analgetik memblok lintasan nyeri sehingga nyeri akan berkurang.


3. Risiko Infeksi berhubungan dengan pertahanan primer  tubuh tidak adekuat

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama .... x 24 jam diharapkan citra diri pasien meningkata dengan kreteria hasil
Kriteria Hasil :
  • Mampu menyatakan atau mengomunikasikan dengan orang terdekat tentang situasai dan perubahan yang sedang terjadi, mampu menyatakan penerimaan diri terhadap kondisi tubuh.
Intervensi :



Intervensi Keperawatan
Rasional
Kaji perubahan dari gangguan persepsi dan hubungan dengan derajat ketidakmampuan.

Menentukan bantuan individu dalam menyusun rencana perawatan aatau pemilihan interevensi.

Identivikasi arti dari kehilangan atau disfungsi pada pasien.





Beberapa pasien dapat menerima secara efektif kondisi perubahan yang sedang dialaminya, sedangan yang lain mempunyai kesulitan dalam menerima perubahan fungsi yang dialaminya, sehingga ,memberikan dapak kondisi koping maladaptif.

Anjurkan orang yang terdekat untuk mengizinkan pasien untuk melakukan sebanyak-banyaknya hal-hal untuk dirinya.

Menghidupak kembali persaan kemandirian dan membantu perkembangan harga diri, serta mempengaruhi proses rehabilitasi.

Anjurkan untuk berbagi dengan individu tentang nilai-nilai dan hal-hal yang penting untuk mereka

Dengan mengungkapkan, saling berbagi, dapat mengurangi beban secara psikologis


4. Nyeri Akut berhubungan dengan agen injuri biologis ditandai dengan tingkah laku yang tidak ekspresif (merintih)

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ….. x 24 jam diharapkan nyeri pasien berkurang atau hilang dengan kreteria hasil
Kriteria Hasil :
  • Menyatakan secara verbal nyeri berkurang atau hilang dengan skala nyeri (0-1)
Intervensi :

Intervensi KeperawatanRasional
Kaji respons nyeri dengan pendekatan PQRST

Pendekatan komprehensif untuk menentukan

Lakukan menejemen nyeri keperawatan:
Istirahatkan klien pada saat nyeri muncul


Istirahat secara fisiologis akan menurunkan kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan metabolism basal

Tingkatkan pengetahuan mengenai sebab-sebab nyeri yang menghubungkan beberapa lama nyeri akan berlangsung


Pengetahuan yang akan dirasakan membantu mengurangi nyerinya dan dapat membantu mengembangkan kepatuhan klien terhadap rencana terapiutik.

Kolaborasi:
Kolaborasikan dengan tim medis mengenai pemberian analgesic

Analgetik memblok lintasan nyeri sehingga nyeri akan berkurang.

5. Ansietas berhubungan dengan status kesehatan (banyaknya papul serta komedo) ditandai dengan klien tampak gelisah, klien selalu focus pada masalah yang dialami (acne vulgaris)

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ….. x 24 jam diharapkan kecemasan pasien berkurang atau hilang dengan kreteria hasil
Kriteria Hasil :

  • Menyatakan kesadaran perasaan dan menerimanya dengan sehat,mengatakan ansietas menurun sampai tingkatdapat ditangani
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Berikan penjelasan dengan sering dan informasi tentang prosedur perawatan


pengetahuan apa yang diharapkan menurunkan ketakutan dan ansietas memperjelas tentang konsep penyakit dan meningkatkan kerja sama

Tunjukkan keinginan untuk mendengarkan dan berbicara pada pasien bila prosedur bebas nyeri

memberi dorongan dan dukungan dalam proses penyembuhannya

libatkan pasien/orang terdekat dalam proses pengambilan keputusan kapan pun

meningkatkan rasa kontrol dan kerja sama , menurunkan rasa tak berdaya /putus asa

kaji status mental , termasuk suasana hati dan isi pikiran



beberapa pasien menunjukkan tindakan tenang dan status mental dan waspada ,menunjukkan disosiasi kenyataan yang juga merupakan mekanisme perlindungan

berikan orientasi konstan dan konsisten


membantu pasien tetap berhubungan dengan lingkungandan realitas


6. Kurang Pengetahuan berhubungan dengan tidak familiarnya informasi yang ada ditandai dengan tingkah laku yang tidak sesuai(gelisah, cemas, selalu bertanya-tanya). 

Tujuan :
  • Setelah dilakuan tindakan keperawatan selama …. X 24 jam diharapakan pengetahuan pasein mengenai penyakit meningkat dengan kreteria hasil
Kriteria Hasil :
  • Menyatakan terpenuhinya informasi tentang penyakit, prosedur pengobatan, jadwal control ke dokter ahli kulit, pencegahan dan perawatan kulit.
Intervensi :

Intervensi KeperawatanRasional
Kaji tingkat pengetahuan pasien tentang akne vulgaris.




Pengetahuan tentang akne vulgaris, pengobatan akne yang rasional, jadwal control, upacaya pencegahan, dan perawatan kulit yang konprehensif dapat membantu peningkatan proses penyembuhan.

Kaji persepsi pasien tentang akne vulgaris.







Sebagian besar pasien akne vulgaris mempunyai persepsi  yang salah terhadap bagaimana cara dalam menurunkan kondisi akne sehingga kondisi ini dapat memicu peningkatan intensitas akne atau yang membuat lesi semakin parah dengan manifestasi pada infeksi kulit melalui lesi dari akne vulgaris.

Jelasakan mengenai pentingnya pengobatan topical dan sistemik.

Pemberian pengobatan dirumah dibutuhkan untuk mengurangi kerusakan pada kulit.

Tingkatkan kepatuhan dan pemahaman akan terapi.






Dengan meningkatkan kepatuhan dan pemahaman akan terapi yang akan menurunkan intensitas akne dan menurunkan risiko infeksi klit pada lesi akne vulgaris. Upaya penjelasan yang diberikan oleh perawat akan meningkatkan kepatuhan pasien akan penatalaksanaan program terapuitik.

Anjurkan pada pasien yang menggunakan antibiotic jangka panjang untuk segera memereksakan diri bila ada perubahan.



Kepada pasien wanita yang menggunakan antibiotik jangka panjang seperti tetrasiklin harus disarkan untuk terus mengamati dan melaporkan tanda-tanda, serta gejala kondidiasis oral dan vaginal, yang suatu infeksi jamur mirip ragi

Meningkatkan cara hidup sehat seperti intake makanan yang baik, keseimbangan anatara aktivitas dn istirahat, serta monitor status kesehatan dan adanya infeksi.

Meningkatkan terhadap system imun dan pertahanan terhadap infeksi.





Demikianlah artikel kami ini tentang Askep Pada Pasien Acne Vulgaris Part 2, semoga apa yang telah kami sajikan ini bermanfaat bagi teman-teman semua.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Askep Pada Pasien Acne Vulgaris Part 2, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar