Laporan Pendahuluan dan Askep Pada Pasien Akalasia Part 2

6:47 PM

Laporan Pendahuluan dan Askep Pada Pasien Akalasia Part 2


Dibawah ini merupakan kelanjutan dari Part 1 mengenai Asuhan Keperawatan Pada Pasien Akalasia, yang sebelumnya part 1 telah membahas mengenai definisi, etiologi, patofisiologi, manifestasi hinggai konsep asuhan keperawatan pada pasien akalasia


Laporan Pendahuluan dan Askep Pada Pasien Akalasia Part 2
asuhan keperawatan (askep) pasien akalasia : perawat kita satu


Diagnosa Keperawatan

  1. Nyeri berhubungan dengan kesulitan menelan, mencerna agen abrasi, atau episode refleksus lambung yang sering.
  2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan kesulitan menelan
  3. Gangguan kebutuhan cairan kurang dari kebutuhan berhubungan dengan sulit menelan ditandai oleh klien mengeluh mengalami masalah saat makan dan minum
  4. Kurang pengetahuan tentang gangguan esophagus dignostik, penatalaksanaan medis, intervensi bedah, dan rehabilitasi berhubungan dengan kurang terpajan atau salah interpretasi terhadap informasi, keterbatasan kognitif, kurang akurat/lengkapnya informasi yang ada 
  5. Resiko bersihan jalan nafas tak efektif berhubungan dengan makanan masuk kesaluran nafas.
  6. Resiko aspirasi berhubungan dengan makanan masuk ke saluran nafas

Intervensi Keperawatan 

1. Nyeri berhubungan dengan kesulitan menelan, mencerna agen abrasi, atau episode refleksus lambung yang sering.

Tujuan :
  • Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama..... x 24 jam, nyeri teratasi atau berkurang
Kriteria Hasil :
  • Klien mampu mengontrol rasa nyeri melalui aktivitas.  
  • Melaporkan nyeri yang dialaminya. 
  • Mengikuti program pengobatan. 
  • Mendemontrasikan tehnik relaksasi dan pengalihan rasa nyeri melalui aktivitas yang mungkin
Intervensi Keperawatan :

Intervensi KeperawatanRasional
Tentukan riwayat nyeri, lokasi, durasi dan intensitas

Memberikan informasi yang diperlukan untuk merencanakan asuhan.

Evaluasi therapi: pembedahan, radiasi, khemotherapi, biotherapi, ajarkan klien dan keluarga tentang cara menghadapinya

Untuk mengetahui terapi yang dilakukan sesuai atau tidak, atau malah menyebabkan komplikasi.


Berikan pengalihan seperti reposisi dan aktivitas menyenangkan seperti mendengarkan musik atau nonton TV

Untuk meningkatkan kenyamanan dengan mengalihkan perhatian klien dari rasa nyeri.


Menganjurkan tehnik penanganan stress (tehnik relaksasi, visualisasi, bimbingan), gembira, dan berikan sentuhan therapeutik.

Meningkatkan kontrol diri atas efek samping dengan menurunkan stress dan ansietas.


Evaluasi nyeri, berikan pengobatan bila perlu.




Untuk mengetahui efektifitas penanganan nyeri, tingkat nyeri dan sampai sejauhmana klien mampu menahannya serta untuk mengetahui kebutuhan klien akan obat-obatan anti nyeri.

Kolaboratif:
Disusikan penanganan nyeri dengan dokter dan juga dengan klien.

Agar terapi yang diberikan tepat sasaran.

Kolaboratif:
Berikan analgetik sesuai indikasi seperti morfin, methadone, narcotik dll

Untuk mengatasi nyeri.


2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan kesulitan menelan

Tujuan :
  • Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama..... x 24 jam, tidak terjadi gangguan nutrisi atau BB kembali normal
Kriteria Hasil :
  • Berat badan naik disetiap taerget mingguannya. 
  • Mencapai BB kembali sebelum masa sakit. 
  • Nafsu makan menigkat

Intervensi Keperawatan :

Intervensi KeperawatanRasional
Berikan makanan sesuai  dengan  kebutuhan


Pemberian yang sesuai indikasi dan tidak memberatkan klien apabila berlebihan

Berikan makanan  dengan porsi sedikit  tapi sering  Berikan makanan  jangan terlalu padat  dan terlalu cair

Mencegah terjadinya penumpukan makanan pada Esophageal


Beritahu pada klien untuk selalu menghabiskan makanannya


Makanan yang tidak terlalu padat dan tidak terlalu cair dapat dengan mudah dicerna oleh tubuh

Berikan makanan jangan terlalu padat dan terlalu cair


Makanan yang tidak terlalu padat dan tidak terlalu cair dapat dengan mudah dicerna oleh tubuh

Berikan obat – obatan golongan nitrates dan calcium  channel blokers





Membantu melancarkan dan memudahkan pencapaian  tujuan   Obat golongan nitrates  membantu mengendurkan spincter esophagus bagian bawah sedangkan calcium channel bloker dapat membantu esophagus untuk relaks dan tidak konstriksi.


3. Gangguan kebutuhan cairan kurang dari kebutuhan berhubungan dengan sulit menelan ditandai oleh klien mengeluh mengalami masalah saat makan dan minum

Tujuan :
  • Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama..... x 24 jam, kebutuhan cairan klien seimbang/ terpenuhi dengan kriteria hasil : 
Kriteria Hasil :
  • Pasien tidak bermasalah saat minum

Intervensi Keperawatan :

Intervensi KeperawatanRasional
Pantau jumlah keluaran urin klien


Agar dapat mengetahui jumlah cairan yang harus diberikan dan jenis cairan

Berikan cairan yang adekuat


Agar pasien tidak kekurangan elektrolit dan kebutuhan cairan stabil

Berikan buah-buahan dan sayuran yang mengandung banyak air

Untuk menambah cairan yang diperlukan klien



4. Kurang pengetahuan tentang gangguan esophagus dignostik, penatalaksanaan medis, intervensi bedah, dan rehabilitasi berhubungan dengan kurang terpajan atau salah interpretasi terhadap informasi, keterbatasan kognitif, kurang akurat/lengkapnya informasi yang ada 

Tujuan :
  • Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama..... x 24 jam, pasien dan keluarga dapat memahami proses penyakit dan pengobatan yang sedang dijalainnya
Kriteria Hasil :
  • Klien dapat mengatakan secara akurat tentang diagnosis dan pengobatan pada tingkatan siap. 
  • Mengikuti prosedur dengan baik dan menjelaskan tentang alasan mengikuti prosedur tersebut.  
  • Mempunyai inisiatif dalam perubahan gaya hidup dan berpartisipasi dalam pengobatan. 
  • Bekerjasama dengan pemberi informasi.

Intervensi Keperawatan :

Intervensi KeperawatanRasional
Berikan informasi tentang gangguan proses menelan dan anemia sepesifik. Diskusikan kenyataan terapi tergantung pada beratnya kesukaran menelan serta tipe anemia

Memberikan dasar pengatahuan sehingga pasien dapat membuat pilihan yang tepat. Menurunkan ansietas dan menigkatkan kerja sama dalam program perapi.

Berikan penjelasan tentang pentingnya aktivitas/ mobilisasi disertai dengan periode istirahat yang sering dan meningkatkan aktivitas sesuai kemampuan

Mencegah kelelahan berlebihan; mengubah energi untuk penyembuhan

Anjurkan klien untuk mengkonsumsi makanan tinggi protein dan tambahan besi.

Memfasilitasi penyembuhan/regenerasi jaringan dan membantu memperbaiki anemia bila ada.

Anjurkan klien untuk mengkonsumsi obat yang diresepkan secara rutin dan berikan obat yang diresepkan sesuai jadwal.

Mengurangi gejala-gejala klinis yang ada dan mencegah terjadinya efek samping tindakan yang diberikan.

Catat/identifikasi adanya tanda/gejala yang memerlukan evaluasi medik seperti demam/ menggigil dan perdarah

Pengenalan dini dan pengobatan terjadinya komplikasi seperti infeksi/ perdarahan dapat mencegah situasi yang mengancam hidup.


5. Resiko bersihan jalan nafas tak efektif berhubungan dengan makanan masuk kesaluran nafas.

Tujuan :
  • Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama..... x 24 jam, bersihan jalan nafas efektif 
Kriteria Hasil :
  • Klien mengerti dan mampu menerapkan batuk efektif. 
  • klien dapat melakukan pernafasan abdomen dan bibur

Intervensi Keperawatan :

Intervensi KeperawatanRasional
Anjarkan klien untuk batuk efektif.





Batuk efektif dapat dilakukan pada posisi duduk  tegak, dan meningkatkan kenyamanan sewaktu inspirasi posisi semi fowler akan mempermudah pasien untuk  bernafas, dan meningkatkan ekspansi dada sehingga  udara mudah masuk

Berikan posisi kepala tempat tidur lebih tinggi Berikan perawatan mulut yang baik setelah batuk

Meningkatkan kenyamanan klien selama mengalami perawatan


Dorong/ bantu latihan nafas abdomen atau bibir



Memberikan pasien beberapa cara untuk mengatasi dan mengontrol dipsnea dan  menurunkan jebakan udara

Kaji kondisi pernafasan (frekuensi , kedalaman,  gerakan dada, penggunaan otot bantu nafas

Berguna dalam evaluasi derajat distress pernafasan dan  kronisnya proses penyakit


6. Resiko aspirasi berhubungan dengan makanan masuk ke saluran nafas

Tujuan :
  • Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama..... x 24 jam, tidak terjadi gangguan aspirasi
Kriteria Hasil :
  • Klien tidak lagi tersedak saat makan
  • Pola nafas klien saat makan tidak terganggu
Intervensi Keperawatan :

Intervensi KeperawatanRasional
Dorong/ bantu latihan nafas abdomen atau bibir



Memberikan pasien beberapa cara untuk mengatasi dan mengontrol dipsnea dan menurunkan jebakan udara

Ajarkan klien posisi duduk saat makan


posisi duduk saat makan dapat mengurangi resiko terjadinya aspirasi

Kolaborasi pre dan post  operasi:
Pemasangan NGT


indikasi pemasangan NGT pre operasi dan post operasi  pada klien akalasia untuk pemberian nutrisi dan obat yang adekuat bagi klien.

Kolaborasi post operasi:
Pemantauan posisi NGT



Pemantauan posisi NGT oleh perawat ditujukkan untuk meninjau kebersihan respon klien agar terhindar dari infeksi mikroorganisme yang dapat memperburuk prognosis penyakit.





Demikianlah artikel kami yang membahas tentang Laporan Pendahuluan dan Askep Pada Pasien Akalasia Part 2 ini, semoga apa yang telah kami berikan ini bermanfaat bagi teman-teman semua.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Laporan Pendahuluan dan Askep Pada Pasien Akalasia Part 2, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar