Laporan Pendahuluan Kista Bartholini Part 2

3:03 PM

Laporan Pendahuluan Kista Bartholini Part 2


Dibawah ini merupakan sambungan dari Laporan Pendahuluan Kista Bartholini Part 1, dan di part 2 ini kita akan membahas tentang diagnosa serta intervensi keperawatan pada pasien Kista Bartholini, selamat belajar


Laporan Pendahuluan Kista Bartholini
Lp askep kista bartholini

Diagnosa Keperawatan Pada Pasien Kista Bartholini 

  1. Gangguan rasa nyaman: Nyeri akut berhubungan dengan proses inflamasi pada saluran lubrikasi dan peningkatan tekanan pada pembuluh darah genitalia
  2. Gangguan termoregulasi: Hipertermi berhubungan dengan adanya proses inflamasi
  3. Disfungsi seksual berhubungan dengan proses penyakit
  4. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan sekunder terhadap penyakit kronis ditandai dengan pembesaran kalenjar bartholin,  nyeri dan lebih panas didaerah sekitarnya / perineum, ada nanah.
  5. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan bahan iritan dari lingkungan sekunder terhadap kelembaban ditandai dengan merah, iritasi vulva, nanah.
  6. Kecemasan berhubungan dengan adanya benjolan pada labia mayora posterior dan prosedur pembedahan yang akan dijalani
  7. Defisit perawatan diri berhubungan dengan keterbatasan gerak
  8. Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit


Intervensi Keperawatan Kista Bartholini 

1. Gangguan rasa nyaman: Nyeri akut berhubungan dengan proses inflamasi pada saluran lubrikasi dan peningkatan tekanan pada pembuluh darah genitalia

Tujuan :
  • Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ... X 24 jam diharapkan klien memperlihatkan rasa nyaman/ nyeri berkurang/ nyeri hilang
Kriteria Hasil :
  • Menunjukkan kemampuan penggunaan ketrampilan relaksasi,
  • Ungkapan verbal klien bahwa nyeri berkurang, 
  • ekspresi wajah tampak rileks, skala nyeri 1 – 2 (0-5).
Intervensi :

Intervensi KeperawatanRasional
Kaji keluhan nyeri dengan menggunakan skala nyeri, serta perhatikan lokasi, karakteristik dan intensitas serta observasi vital sign

Mempengaruhi pengawasan keefektifan intervensi


Jelaskan pada klien dan orang tua mengenai penyebab nyeri yang dirasakan klien saat ini

Pengetahuan klien mempengaruhi tindakan dan perilaku klien menghadapi keadaannya

Observasi ketidaknyamanan  non verbal dan ungkapan verbal


Intensitas nyeri yang dirasakan dapat dipertimbangkan dengan ungkapan verbal mau nonverbal yang ditampilkan

Bantu klien menemukan posisi nyaman/ mobilisasi.

Mempengaruhi kemampuan klien untuk rileks, tidur dan istirahat secara efektif

Anjurkan klien untuk latihan napas dalam dan imajinasi visual atau teknik relaksasi.


Memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan rasa kontrol, meningkatkan kemampuan koping dalam manajemen nyeri.

Kolaborasi
Berikan obat analgesic sesuai program

Memblokir reseptor nyeri sehingga dapat mengurangi nyeri


2. Gangguan termoregulasi: Hipertermi berhubungan dengan adanya proses inflamasi


Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x24 jam diharapkan temperatur tubuh dalam batas normal (36,50C – 37,50C)
Kriteria Hasil :
  • Suhu tubuh dalam rentang normal (36,50C – 37,50C), 
  • tidak terjadi peningkatan suhu,
  • klien tampak tenang.
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Ukur tanda-tanda vital setiap 8 jam


Deteksi dini jika kondisi klien membaik atau memburuk

Kaji pengetahuan klien mengenai penyebab demam dan penangan demam di rumah

Pengetahuan klien mempengaruhi tindakan dan perilaku klien menghadapi keadaannya

Anjurkan klien/ keluarga untuk meningkatkan intake cairan

Suhu tubuh yang tinggi memperbesar penguapan sehingga klien lebih mudah dehidrasi

Kompres pada daerah vena besar


Membantu menurunkan panas tubuh dengan vasodilatasi pembuluh darah

Kolaborasi
Pemberian terapi antipiretik


Menurunkan suhu tubuh dan menjaga klien dari komplikasi yang lebih berat dari peningkatan suhu


3. Disfungsi seksual berhubungan dengan proses penyakit

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x24 jam diharapkan pasien mengerti tentang fungsi seksual (peningkatan pengetahuan) 
Kriteria Hasil :
  • Peningkatan pengetahuan tentang perubahan fungsi seksual
  • Menunjukkan dapat beradaptasi dengan ketidakmampuan fisikmengetahuai masalah reproduksi
  • Kontrol resiko penyakit menular seksual (PMS)
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Membangun hubungan terapeutik

Meningkatkan kepercayaan dan rasa hormat antara klien dan perawat

Memberikan informasi tentang fungsi seksual sesuai

Klien mengerti tentang kondisi yang dialaminya

Diskusikan efek dari situasi penyakit dan efek pada perubahan seksualitas yang terjadi pada klien

Mengidentifikasi tentang pilihan penanganan yang tepat terhadap klien

Sertakan pasangan/pasangan seksual dalam konseling sebanyak mungkin

Memberikan informasi yang benar kepada pasangan seksual klien tentang kondisi yang sebenarnya

Merujuk pasien ke seorang terapis seks

Memilih terapi yang tepat untuk klien


4. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan sekunder terhadap penyakit kronis ditandai dengan pembesaran kalenjar bartholin,  nyeri dan lebih panas didaerah sekitarnya / perineum, ada nanah

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x24 jam diharapkan pasien dapat beradaptasi terhadap penyakitnya dan memiliki nilai positif untuk kedepannya
Kriteria Hasil :
  • Menerima perubahan ke dalam konsep diri tanpa harga diri yang negative
  • Menunjukan penerimaan dengan melihat dan berpartisipasi dalam perawatan diri
  • Mulai menerima situasi secara konstruktif
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Pastikan apakah konseling dilakukan bila mungkin



Memberikan informasi tentang tingkat pengetahuan pasien atau orang terdekat terhadap pengetahuan tentang situasi pasien dan proses peneriman

Dorong pasien atau orang terdekat untuk menyatakan perasaannya

Membantu pasien untuk menyadari perasaannya tidak biasa, perasaan bersalah

Catat perilaku menarik diri. Peningkatan ketergantungan, manipulasi atau tidak terlibat pada perawatan

Dengan masalah pada penilaian yang dapat memerlukan evaluasi lanjut dan terapi lebih ketat


Pertahankan pendekatan positif selama aktivitas perawatan


Dapat membantu pasien atau orang terdekat untuk menerima perubahan tubuh, merasakan baik tentang diri sendiri


5. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan bahan iritan dari lingkungan sekunder terhadap kelembaban ditandai dengan merah, iritasi vulva, nanah.

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x24 jam diharapkan kerusakan kulit teratasi dan membaik
Kriteria Hasil :
  • Kulit dalam keadaan normal
  • Kulit tidak gatal
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Indentifikasi faktor penyebab

Agar dapat ditentukan intervensi selanjutnya

Kaji integritas kulit (gangguan warna, hangat lokal, eritema)


Kondisi kulit dipengaruhi oleh sirkulasi, nutrisi, jaringan dapat menjadi rapuh dan cenderung untuk infeksi dan rusak

Pertahankan linen kering, bebas keriput


Untuk menurunkan iritasi dan resiko kerusakan kulit lebih lanjut

Gunanya krim kulit / zalf sesuai indikasi


Untuk melicinkan kulit dan  menurunkan rasa gatal


6. Kecemasan berhubungan dengan adanya benjolan pada labia mayora posterior dan prosedur pembedahan yang akan dijalani

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x24 jam diharapkan klien memperlihatkan rasa cemas berkurang atau hilang
Kriteria Hasil :
  • tidak terjadi peningkatan suhu,
  • klien tampak tenang.
  • ekspresi wajah tampak rileks,
  • ungkapan verbal klien bahwa dirinya tidak lagi merasa cemas, klien
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Bina hubungan saling percaya


Mempengaruhi keterbukaan klien dalam perawatan

Kaji tingkat pengetahuan klien tentang masalah yang dihadapi

Mempengaruhi pola dan metode pemberian informasi bagi klien

Berikan kesempatan pada klien dan keluarga untuk memberikan pertanyaan terkait masalah klien


Memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya dan membantu perawat dalam pemberian informasi yang tepat sasaran

Berikan informasi yang akurat tentang kondisi kesehatan klien dan penyembuhannya


Pengetahuan klien dan keterlibatannya dalam intervensi, mendorong klien untuk mengontrol dan menurunkan kecemasan

Libatkan keluarga untuk menenangkan dan memotivasi klien


Kehadiran dan perhatian terhadap kondisi menjadi salah satu motivasi bagi klien untuk lebih tenang


7. Defisit perawatan diri berhubungan dengan keterbatasan gerak

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x24 jam diharapkan klien dapat melakukan vulva hygiene secara mandiri
Kriteria Hasil :
  • Mampu mempertahankan kebersihan daerah genital
  • Mampu mempraktekkan vulva hygiene
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Jalin hubungan terapeutik dengan klien


Meningkatkan kerjasama antara klien dan perawat selama tindakan

Ciptakan lingkungan yang nyaman

Meningkatkan kenyamanan klien

Jelaskan tindakan dan cara-cara pelaksanaan tindakan vulva hygiene

Memberikan informasi yang tepat terkait tindakan


Ajarkan pada klien perawatan pada daerah genital (vulva hygiene)

Meningkatkan kemandirian klien dalam pelaksanaan vulva hygiene


8. Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x60 menit klien mengerti proses penyakit dan terdapat peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat
Kriteria Hasil :
  • Klien menyatakan pemahaman tentang penyakit, prognosis, dan program pengobatan
  • Klien mampu melaksanakan prosedur yng dijelaskan secara benar
  • Klien mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaska oleh perawat
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Berikan penilaian tentang tingkat pengetahuan klien tentang proses penyakitnya

Memberikan gambaran tentang kemampuan klien menerima informasi

Jelaskan proses terjadinya penyakit secara tepat

Meningkatkan wawasan pasien tentang penyakit

Gambarkan tanda dan gejala yang muncul dengan tepat

Mempercepat pelaporan tentang perkembangan penyakit

Sediakan informasi pada klien tentang kondisi secara tepat

Memfasilitasi semua keluhan dan pertanyaan dari klien tentang penyakit

Diskusikan pilihan terapi atau penanganan


Memberikan kesempatan pada klien untuk memilih penanganan

Dukung klien untuk mendapatkan opini kedua dengan cara yang tepat

Memfasilitasi pilihan terapi lain




Sumber : Perawat Kita Satu


     Demikianlah artikel kami ini yang membahas tentang Laporan Pendahuluan Kista Bartholini Part 2, semoga apa yang telah kami sajikan dan berikan ini bermanfaat bagi teman-teman semua.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Laporan Pendahuluan Kista Bartholini Part 2, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar