Asuhan Keperawatan Aneurisma Aorta Abdominalis Part 2

1:20 PM

Asuhan Keperawatan Aneurisma Aorta Abdominalis Part 2


Hai semuanya, ini adalah bart ke 2 sambungan dari Asuhan Keperawatan Aneurisma Aorta Abdominalis, disini adalah diagnosa lengkap dari Aneurisma Aorta Abdominalis, semoga apa yang kami sampaikan ini bermanfaat


Diagnosa Keperawatan Aneurisma Aorta Abdominalis

  1. Nyeri b.d gangguan kemampuan pembuluh darah menyuplai oksigen ke jaringan
  2. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan nyeri
  3. Gangguan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan gangguan sirkulasi 
  4. Defisit pengetahuan mengenai aktivitas perawatan diri
  5. Risiko penurunan perfusi jaringan jantung berhubungan dengan peningkatan tekanan arteri
  6. Risiko gangguan integritas kulit b.d gangguan sirkulasi
  7. Resiko tinggi terhadap komplikasi : Ruptur berhubungan dengan aneurisma aorta
Diagnosa dan Intervensi Asuhan Keperawatan Aneurisma Aorta Abdominalis
Diagnosa Intervensi Aneurisma Aorta Abdominalis

1. Nyeri b.d gangguan kemampuan pembuluh darah menyuplai oksigen ke jaringan

Tujuan: 
  • Setelah Dilakukan tindakan keperawatan ...x 24 jam, nyeri tidak terjadi atau nyeri berkurang
Kriteria Hasil :
  • Mendemonstrasikan hilangnya nyeri
  • Melaporkan penurunan intensitas nyeri
  • Ekspresi wajah rileks
  • Tak ada merintih
Intervensi :

Intervensi KeperawatanRasional
Mandiri
Pantau Tanda Tanda Vital Pasien

Menentukan keadaan umum pasien
Selidiki keluhan nyeri dada, Perhatikan awitan, lokasi, lamanya, intensitas (0-10) dan faktor pemberat atau penurun.

Dengan mengetahui faktor pemberat nyeri kita jadi bisa menurunkan/mengurangi tingkatan skala nyeri.

Berikan lingkungan yang tenang dan tindakan kenyamanan, mis. Perubahan posisi, gosokan punggung, penggunaan kompres hangat/dingin, dukungan emosional.Tindakan ini dapat menurunkan ketidaknyamanan fisik dan emosional pasien.


Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi

Dapat menurunkan kebutuhan terapi farmakologis dan mengalihkan/mengurangi nyeri

Kaji karakteristik nyeri meliputi : lokasi, durasi, intensitas nyeri dengan menggunakan skala nyeri.

Untuk mengetahui tingkat rasa nyeri sehingga dapat menentukan jenis tindakannya).


Beri tahu dokter bila nyeri menetap atau memburuk

Ini dapat menandakan progresi aneurisma dan seperlunya intervensi pembedahan segera).

Kolaborasi
Berikan analgesik yang diresepkan dan evaluasi keefektifan seperlunya. Namun gunakan amanlgesik narkotik secara hemat.
(narkotik/non narkotik)
Analgesik memblok jaras nyeri. Dosis besar narkotik dapat menutupi gejala-gejala


2. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan nyeri

Tujuan :
  • Setelah Dilakukan tindakan keperawatan ...x 24 jam, pola nafas efektif kembali atau tidak terjadi gangguan pola nafas
Kriteria Hasil :
  • TTV dalam batas normal
  • klien tidak tampak perubahan atau kesulitan dalam bernafas
  • Pola tidur dan aktivitas klien tidak terganggu
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Mandiri
Observasi pernafasan


Memantau perkembangan Respiration Rate (RR)

Lakukan oksigenasi

Pemberian oksigenasi dapat menurunkan frekuensi RR dan mempertahankan oksigen arteri

Tinggikan kepala tempat tidur, pertahankan posisi semi fowler.

Memudahkan ekspansi paru untuk meningkatkan pengembangan paru

Kolaborasi
Berikan obat sesuai indikasi
Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi obat atau terapi medis yang lainnya.

Untuk mengatasi masalah oksigenasi melalui farmakologi.


3. Gangguan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan gangguan sirkulasi 

Tujuan :
  • Setelah Dilakukan tindakan keperawatan selama...x 24 jam, perfusi jaringan kembali normal atau berangsur-angsur membaik
Kriteria Hasil :
  • Ektremitas hangat pada perabaan 
  • Warna ektremitas membaik
  • Mengalami pengurangan nyeri otot saat latihan
  • Melakukan seri latihan Bueger Allen 6x, 4x sehari secukupnya
  • Meninggikan akstremitas seperti yang dianjurkan
  • Mengurangi edema ekstremitas
  • Menghindari berdiri diam atau duduk lama
  • Meningkatkan waktu yang diperlukan untuk berjalan secara bertahap
  • Melindungi ektremitas terhadap pajanan dingin
  • Tidak merokok
  • Menggunakan program penatalaksanaan stress untuk meringankan gangguan emosi
  • Menghindari pakaian dan asesori yang tepat
  • Menghindari menyilang kaki
  • Minum obat sesuai resep
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Menurunkan ekstremitas di bawah jantung

Ektremitas bawah yang tergantung memperlancar suplai darah arteri
Mendorong latihan jalan sedang atau latihan ekstermitas berthahap

Latihan otot memperbaiki aliran darah dan pertumbuhan sirkulasi kolateral

Mendorong latihan postural aktif



Dengan latihan postural, pengisisan akibat gravitasi terganggu sehingga pembuluh darah menjadi kosong

Meninggikan ekstremitas di atas jantung



Peninggian ekstremitas melawan tarikan gravitasi, meningkatkan aliran balik vena dan mencegah stasis vena

Melarang berdiri diam atau duduk dalam waktu lama

Berdiri diam atau duduk lama menyebabkan stasis vena

Mendorong pasien untuk berjalan-jalan


Berjalan-jalan memperbaiki aliran balik vena dengan mengaktivasi “pompa otot”

Menjaga suhu hangat dan menghindari suhu dingin

Kehangatan memperbaiki aliran arteri dengan mencegah efek vasokontriksi akibat dingin

Melarang merokok

Nikotin menyebabkan vasopasme, yang menghambat sirkulasi perifer

Memberikan penyuluhan cara menghindari gangguan emosi, menatalaksanakan stress


Stress emosional menyebakan vasokonstriksi perifer dengan menstimulasi system syaraf simpatis

Mendorong menghindari pakaian dan asesori yang mengikat (mis; sabuk pengaman yang terlalu ketat)

Baju dan asesori yang ketat menghambat sirkulasi dan menyebakan stasis vena


Mendorong untuk menghindari menyilang kaki



Menyilangkan kaki menyebabkan penekanan pada pembuluh darah dengan gangguan sirkulasi yang diakibatkannya, menghasilkan stasis vena

Mendorong untuk mengihndari obat Vasodilator dan, penyekat adrenergic sesuai resep, dan pendekatan keperawatan yang sesuai

Vasodilator melemaskan otot polos, bahaan adrenergic menyekat respons terhadap impuls syaraf simpatis atau sirkulasi katekolamin


4. Defisit pengetahuan mengenai aktivitas perawatan diri

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama...x 24 jam, tingkat pengetahuan klien meningkat dan klien dapat memahai proses pengobatannya
Kriteria Hasil : Klien dapat :

  • Melakukan latihan postural sesuai yang dianjurkan
  • Minum obar sesuai resep
  • Menghindari vasokonstriktor
  • Melakukan upaya pencegahan trauma
  • Melakukan program penatalaksanaan stress
  • Menerima keadaan yang kronis namun dapat diterapi yang akan mengurangi gejalanya

Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Mengikutsertakan keluarga /orang dekat dalam program penyuluhan


Kepatuhan pada program perawatan diri meningkat apabila pasien menerima dukugan dari keluarga dan kelompok bantuan diri yang sesuai

Memberikan instruksi tertulis mengenai perawatan kaki, tungkai dan program latihan

Instruksi tertulis berfungsi sebagai pengingat dan penguat informasi

Membantu mengenakan pakaian, sepatu, stoking yang ukrannya sesuai

terkadang klien butuh bantuan dalam melaksanakan ADL nya

Merujuk ke kelompok bantuan diri sesuai keperluan, misal klinik pengehentian rokok, penatalaksanaan stress, penatalaksanaan BB,dan program latihan

Kelompok bantuan diri dapat membantu klien untuk saling berbagi informasi dan saling menguatkan



5. Risiko penurunan perfusi jaringan jantung berhubungan dengan peningkatan tekanan arteri

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama...x 24 jam, perfusi jaringan jantung membaik dan tidak terjadi peningkatan tekanan arteri
Kriteria Hasil :

Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Pantau TTV klien


Melihat perkembangan status kesehatan klien. Terutama perubahan tekanan darah.

Berikan health education kepada pasien untuk menghindari faktor- faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah

Peningkatan tekanan darah dapat memperburuk perfusi jaringan jantung.


Nasehati klien untuk mengendalikan stress


Stres dapat meningkatkan tekanan darah secara mendadak

Kolaborasi
Berikan obat sesuai indikasi: antihipertensi


Obat antihipertensi dapat menurunkan tekanan darah sehingga resiko penurunan perfusi tidak terjadi.

Kolaborasi
Berikan obat sesuai indikasi: Propanolol (inderal)

Untuk menurunkan kekuatan pulsasi dalam aorta dengan menurunkan kontraktilitas miokard


6. Risiko gangguan integritas kulit b.d gangguan sirkulasi

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama...x 24 jam, integritas kulit membaik dan tidak terjadi gangguan itegritas kulit
Kriteria Hasil :

  • Inspeksi setiap hari untuk adanya cedera atau ulserasi
  • Menghindari trauma dan iritasi kulit
  • Mengenakan sepatu pelindung
  • Setia kepada aturan hygiene ketat
  • Makan diet yang seimbang yang mengandung cukup protein, vitamnin B dan C 
Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Menginstruksikan cara mengihnari trauma terhadap ekstremitas



Jaringan dengan nutrisi buruk peka terhadap trauma dan infeksi bacteria; penyembuhan luka melambat dan berhenti sehubungan dengan perfusi jaringan yang buruk

Mendorong pemakaian sepatu dan bantalan pelindung pada daerah yang tertekan

Sepatu dan bantalan pelindung mencegah cedera dan lepuh

Mendorong hygiene ketat, mandi dengan sabun netral, mengoleskan pelembab, memotong kuku dengan hati-hati

Sabun netral dan pelembab mencegah kekeringan dan pecah-pecah pada kulit


Diperingatkan untuk menghindari garukan atau gosoka kuat

Menggaruk dan menggosok dapat menyebabkan abrasi-abrasi kulit dan unvasi bakteri

Promosi nutrisiyang baik; asupan vitamin B dan C yang adekuat dan protein; mengontrol obesitas

Nutrisi yang bagus akan berguna pada proses penyembuhan dan mencegah kerusakan jaringan


7. Resiko tinggi terhadap komplikasi : Ruptur berhubungan dengan aneurisma aorta

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama...x 24 jam, integritas kulit membaik dan tidak terjadi gangguan itegritas kulit
Kriteria Hasil :

  • Mendemonstrasikan tak adanya komplikasi
  • TD tetap antara 90/60-120/80 mmHg
  • Tak adanya manisfestasi syok hipovoleksmik

Intervensi :

Intervensi Keperawatan Rasional
Pantau masukan dan halauran setiap jam bila halauran urine 8 jam kurang dari 240 ml sebaliknya setiap 8 jam.

Untuk mengevaluasi keefektifan terapi dan untuk deteksi dini komplikasi

Pantau TD, nadi dan pernapasan setiap jam bila di UPI, sebaliknya 2-4 jam.

Untuk mengevaluasi keefektifan terapi dan untuk deteksi dini komplikasi

Pantau kualitas nyeri setiap 1-2 jam

Untuk mengevaluasi keefektifan terapi dan untuk deteksi dini komplikasi

Pertahankan tirah baring pada posisi semi fowler’s

Tirah baring menurunkan penggunaan energi. Posisi tegak memudahkan pernapasan

Beritahu dokter bila : nyeri dada hebat dan rasa tersobek,

syok (kulit dingin dan lembab, disertai dengan hipotensi, takikardia dan pucat



Sumber : Perawat Kita Satu



Sekianlah artikel kami kali ini tentang Asuhan Keperawatan Aneurisma Aorta Abdominalis Part 2, semoga apa yang kami sampaikan ini bermanfaat bagi teman-teman semua yang ingin membuat laporan askepnya. Terimakasih atas kunjungannya dan sampai jumpa lagi.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Asuhan Keperawatan Aneurisma Aorta Abdominalis Part 2, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar