Askep Pada Pasien GERD Part 2

5:22 PM

Askep Pada Pasien Gastroesofageal Reflux Disease (GERD) Part 2


Dibawah ini adalah kelanjutan dari Asuhan Keperawatan pada pasien GERD yaitu diagnosa keperawatan dan Intervensi Keperawatan pasien Gastroesofageal Reflux Disease (GERD)


Askep Pada Pasien GERD Part 2, Askep Pada Pasien GERD, GERD
Askep Gastroesofageal Reflux Disease (GERD)


Diagnosa Keperawatan :

  1. Nyeri akut berhubungan dengan inflamasi lapisan esofagus
  2. Defisit volume cairan berhubungan dengan pemasukan yang kurang, mual dan muntah / pengeluaran yang berlebihan.
  3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual, muntah.
  4. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan refluks cairan ke laring dan tenggorokan.
  5. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan perubahan fungsi persarafan yang melayani pernapasan akibat gastrointestinal refluksdisease ditandai dengan sesak nafas, pernapasan disritmik, frekuensi nadimeningkat.
  6. Gangguan menelan berhubungan dengan penyempitan/striktur pada esophagus akibat gastroesofageal reflux disease.
  7. Ansietas berhubungan dengan proses penyakit.
  8. Hambatan komunikasi verbal berhubungan dengan hambatankemampuan untuk menghasilkan suara sekunder akibat edema laring ditandai dengan suara klien serak, suara klien tidak terdengar jelas.
  9. Risiko aspirasi berhubungan dengan hambatan menelan, penurunan refluks laring dan glotis terhadap cairan refluks.


Intervensi Keperawatan GERD

1. Nyeri akut berhubungan dengan inflamasi lapisan esofagus

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ......x 24 jam, pasien tidak mengalami nyeri, dengan kriteria hasil:
Kriteria Hasil :
  • Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan tehnik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, mencari bantuan)
  • Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan manajemen nyeri
  • Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi dan tanda
  • Tanda vital dalam rentang normal

Intervensi :

Intervensi KeperawatanRasional
Kurangi faktor presipitasi nyeri

Dengan berkurangnya faktor pencetus nyeri maka pasien tidak terlalu merasakan intensitas nyeri.

Tingkatkan istirahat

Menurunkan tegangan abdomen dan meningkatkan rasa kontrol.

Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa lama nyeri akan berkurang, dan antisipasi ketidaknyamanan prosedur.

Pemberian informasi yang berulang dapat mengurangi rasa kecemasan pasien terhadap rasa nyerinya.

Ajarkan tentang teknik nonfarmakologi seperti teknik relaksasi nafas dalam, distraksi dan kompres hangat/dingin.

Meningkatkan relaksasi, memfokuskan kembali perhatian dan meningkatkan kemampuan koping.

Berikan analgesik untuk mengurangi nyeri

Perlu penanganan obat untuk memudahkan istirahat adekuat dan penyembuhan


2. Defisit volume cairan berhubungan dengan pemasukan yang kurang, mual dan muntah / pengeluaran yang berlebihan.

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama .....x 24 jam,  defisit volume cairan pada klien  dapat diatasi  dengan kriteria hasil:
Kriteria Hasil :
  • Mempertahankan urine output sesuai dengan usia BB, BJ urine normal skala 4
  • Tidak ada tanda-tanda dehidrasi, elastisitas turgor kulit baik dan tidak ada rasa haus yang berlebihan skala 4
  • Berat badan stabil skala 4
  • Hematokrit menurun skala 4
  • Tidak ada ascites skala 4

Intervensi :


Intervensi KeperawatanRasional
Monitor status hidrasi.

Perubahan pada kapasitas gaster dan mual sangat mempengaruhi masukan dan kebutuahan cairan, peningkatan risiko dehidrasi.

Kaji tanda vital, catat perubahan TD, takikardi, turgor kulit dan kelembaban membran mukosa.

Indikator dehidrasi/hipovolemia, keadekuatan penggantian cairan.

Berikan cairan tambahan IV sesuai indikasi.

Menggantikan kehilangan cairan dan memperbaiki keseimbangan cairan dalam fase segera dan pasien mampu memenuhi cairan per oral.

Dorong masukan oral bila mampu

Memungkinkan penghentian tindakan dukungan cairan infasif dan kembali ke normal.


3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual, muntah.

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama .....x 24 jam,  nutrisi pada klien dapat diatasi dengan kriteria hasil:
Kriteria Hasil :
  • Peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan skala 4
  • Tidak ada tanda-tanda malnutrisi skala 4
  • Tidak ada penurunan berat badan yang berarti skala 4
  • Mengidentifikasi skala nutrisi skala 4
  • Stamina dan energi ada skala 4

Intervensi :


Intervensi Keperawatan
Rasional
Diskusikan  pada pasien makanan yang disukainya dan makanan yang tidak disukainya.

Dengan memilih makanan yang disukai pasien maka selera makan si pasien akan bertambah dan dapat mengurangi rasa mual dan muntah.

Buat jadwal masukan tiap jam. Anjurkan mengukur cairan/makanan dan minum sedikit demi sedikit atau makan secara perlahan.

Setelah tindakan pembagian, kapasitas gaster menurun kurang dari 50 ml, sehingga perlu makan sedikit/sering.

Beritahu pasien untuk duduk saat makan/minum.

Menurunkan kemungkinan aspirasi.

Tekankan pentingnya menyadari kenyang dan menghentikan masukan.

Makan berlebihan dapat mengakibatkan mual dan muntah

Timbang berat badan tiap hari. Buat jadwal teratur setelah pulang.

Pengawasan kehilangan  dan alat pengkajian kebutuhan nutrisi

Kolaborasi dengan ahli gizi

Perlu bantuan dalam perencanaan diet yang memenuhi kebutuhan nutrisi


4. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan refluks cairan ke laring dan tenggorokan.

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ......x 24 jam klien dapat menunjukkan kriteria hasil:
Kriteria Hasil :
  • jalan nafas yang paten (tidak tercekik, irama nafas dan pola nafas dalam rentang normal) skala 4
Intervensi :


Intervensi Keperawatan
Rasional
Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi

Peninggian kepala tempat tidur mempermudah fungsi pernapasan dengan menggunakan gravitasi.

Lakukan fisioterapi dada jika perlu

Fisioterapi dada dapat mengeluarkan sisa sekret yang masih tertinggal.

Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.

Keseimbangan akan stabil apabila antara pemasukan dan pengeluaran diatur


5. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan perubahan fungsi persarafan yang melayani pernapasan akibat gastrointestinal refluksdisease ditandai dengan sesak nafas, pernapasan disritmik, frekuensi nadi meningkat.

Tujuan :
  • Setelah diberikan asuhan keperawatan selama …x24 jam diharapkan ketidakefektifan pola napas teratasi dengan kriteria hasil:
Kriteria Hasil :
  • Irama, frekuensi dan kedalaman pernafasan dalam batas normal.
  • RR dalam rentang normal (pada bayi =30-40x/menit dan pada anak-anak = 20-26x/menit)
  • Pada pemeriksaan sinar X dada tidak ditemukan adanya akumulasi cairan.
  • Bunyi napas vaskuler, ronchi tidak ada, wheezing tidak ada.
  • Tidak ada sesak napas
  • Frekuensi nadi dalam rentang normal (60-100x/menit)
  • Tidak ada retraksi otot bantu pernapasan
  • Pernapasan cuping hidung tidak ada
Intervensi :


Intervensi KeperawatanRasional
Identifikasi faktor penyebab sesak napas

Dengan mengidentifikasikan penyebab kita dapat mengambil tindakan yang tepat.

Kaji kualitas, frekuensi dan kedalaman pernafasan, laporkan setiap perubahan yang terjadi.

Dengan mengkaji kualitas, frekuensi dan kedalaman pernafasan, kita dapat mengetahui sejauh mana perubahan kondisi pasien.

Baringkan pasien dalam posisi yang nyaman, dalam posisi duduk, dengan kepala tempat tidur ditinggikan 60 – 90 derajat.

Penurunan diafragma memperluas daerah dada sehingga ekspansi paru bisa maksimal.

Observasi tanda-tanda vital (suhu, nadi, tekanan darah, RR dan respon pasien).

Peningkatan RR dan tachcardi merupakan indikasi adanya penurunan fungsi paru.

Kolaborasi 
Kolaborasi dengan tim medis lain untuk pemberian O2.

Pemberian oksigen dapat menurunkan beban pernafasan dan mencegah terjadinya sianosis.

Kolaborasi 
Bila anak cenderung mengalami bronkospasme, obat-obatan dapat diindikasikan

Untuk mengatasi bronkospasme dan mengefektifkan pernapasan.


6. Gangguan menelan berhubungan dengan penyempitan/striktur pada esophagus akibat gastroesofageal reflux disease.

Tujuan :
  • Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ... x 24 jam diharapkan gangguan menelan dapat teratasi dengan kriteria hasil:
Kriteria Hasil :
  • Tidak teramati adanya kesulitan saat menelan.
  • Tidak terjadi statis makanan di rongga mulut klien.
  • Klien tidak tersedak setelah makan/minum.
Intervensi :


Intervensi KeperawatanRasional
Kaji apakah individu cukup sadar dan responsif, dapat mengontrol mulut, dapat batuk refleks/muntah, posisi klien sudah nyaman, dan dapat menelan salivanya sendiri.

untuk mengetahui kemampuan menelan klien sehingga dapat diberikan intervensi yang tepat dan mencegah terjadinya aspirasi.

Berikan diet lunak pada klien.

makanan lunak lebih mudah ditelan sehingga tidak menimbulkan nyeri di tenggorokan sehingga memudahkan dalam memberikan asupan nutrisi.

Berikan makanan dengan pelan, pastikan makanan dikunyah sebelum ditelan.

makanan yang dikunyah menjadi lebih halus teksturnya sehingga lebih mudah untuk ditelan.


7. Ansietas berhubungan dengan proses penyakit.

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama .....x 24 jam,  ansietas pada klien dapat diatasi  dengan kriteria hasil: 
Kriteria Hasil :
  • Menyingkirkan tanda kecemasan skala 4
  • Merencanakan strategi koping skala 4
  • Intensitas kecemasan skala 4 
  • Mencari informasi untuk menurunkan cemas skala 4

Intervensi :


Intervensi Keperawatan
Rasional
Dorong pasien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan.

Memberikan kesempatan untuk memeriksa rasa takut realistis serta kesalahan konsep tentang diagnosis.

Berikan informasi yang dapat dipercaya dan konsisten dan dukungan untuk orang terdekat.

Memungkinkan untuk interaksi interpersonal lebih baik dan menurunkan rasa ansietas dan rasa takut.

Tingkatkan rasa tenang dan lingkungan tenang.

Memudahkan istirahat, menghemat energi dan meningkatkan kemampuan koping.

Pertahankan kontak sering dengan pasien, bicara dengan menyentuh bila tepat.

Memberikan keyakinan bahwa pasien tidak sendiri atau ditolak, mengembangkan kepercayaan.


8. Hambatan komunikasi verbal berhubungan dengan hambatankemampuan untuk menghasilkan suara sekunder akibat edema laring ditandai dengan suara klien serak, suara klien tidak terdengar jelas.

Tujuan :
  • Setelah diberikan askep selama…x24 jam, diharapkan gangguan komunikasi klien berkurang.
Kriteria Hasil :
  • Pasien mampu memahami problem komunikasi
  • Klien dapat menentukan metode komunikasi untuk berekspresi
  • Klien dapat menggunakan sumber bantuan dengan tepat

Intervensi :


Intervensi KeperawatanRasional
Sediakan metode komunikasi alternatif

Metode alternatif dapat membantu klien dalam mengkomunikasikan kebutuhan dasarnya

Berikan lingkungan yang tenang dan kurangi kebisingan.

Lingkungan yang tenang membantu dalam meningkatan komunikasi klien

Dengarkan dengan cermat, berbicara dengan pelan dan minta klien mengulangi kata-kata yang tidak jelas diucapkan

Meningkatkan pemahaman dalam proses komunikasi.


9. Risiko aspirasi berhubungan dengan hambatan menelan, penurunan refluks laring dan glotis terhadap cairan refluks.

Tujuan :
  • Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x 24 jam masalah aspirasi pada klien dapat diatasi dengan kriteria hasil:
Kriteria Hasil :
  • Klien dapat bernafas dengan mudah, tidak irama, frekuensi pernafasan normal skala 4
  • Pasien mampu menelan, mengunyah tanpa terjadi aspirasi, dan mampu melakukan oral hygiene skala 4
  • Jalan nafas paten, mudah bernafas, tidak merasa tercekik dan tidak ada suara nafas abnormal skala 4

Intervensi :


Intervensi KeperawatanRasional
Monitor tingkat kesadaran, reflek batuk dan kemampuan menelan.

Meningkatkan ekspansi paru maksimal dan alat pembersihan jalan napas.

Naikkan kepala 30-45 derajat setelah makan.

Meningkatkan pengisian udara seluruh segmen paru, memobilisasi dan mengeluarkan sekret.

Potong makanan kecil kecil.

Menghindari terjadinya risiko aspirasi yang terlalu tinggi.

Hindari makan kalau residu masih banyak

Dapat membatasi ekspansi gastroesofagus




Demikianlah artikel singkat kami yang membahas tentang Askep Pada Pasien GERD Part 2, semoga apa yang telah kami sajikan ini bermanfaat.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Askep Pada Pasien GERD Part 2, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar