SAP Ispa dan materi ispa lengkap

12:58 PM

PRE PLANNING PENYULUHAN
PENYAKIT ISPA

A. PENDAHULUAN
Arah kebijaksanaan dalam bidang kesehatan yang diamanatkan dalam ketetapan MPRRI NO.IV/MPR/1999 tentang GBHN 1999/2004 salah satunya adalah meningkatkan mutu sumber daya manusia dan lingkungan yang saling mendukung dengan pendekatan paradigma sehat, yang memberikan prioritas pada upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, penyembuhan, pemulihan dan rehabilitasi sejak pembuahan dalam kandungan sampai Usia Lanjut.
Amanat tersebut dituangkan dalam undang-undang nomor 25 tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) Tahun 2000 - 2004 yang merupakan penjabarannya. Salah satu tujuan khusus dari program upaya kesehatan yang tercantum dalam PROPENAS adalah mencegah terjadinya dan tersebarnya penyakit menular sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat, menurunkan, angka kesakitan, kematian dan kecacatan. Program pemberantasan penyakit infeksi saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita merupakan salah satu pemberantasan penyakit yang termasuk dalam PROPENAS.
Di dalam Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010 (RPKMIS), masyarakat Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan prilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi tingginya diseluruh wilayah Republik Indonesia.
Pelaksanaan program pemberantasan penyakit infeksi saluran pernapasan akut adalah bagian dari pembangunan kesehatan, dan merupakan upaya yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta merupakan bagian dari upaya pemberantasan dan pencegahan penyakit menular.
Kecenderungan terjadinya ISPA karena; Kondisi ekonomi yang belum pulih dari krisis ekonomi yang berkepanjangan berdampak peningkatan penduduk miskin disertai dengan menurunnya kemampuan menyediakan lingkungan pemukiman yang sehat mendorong peningkatan jumlah balita yang rentan terhadap serangan berbagai penyakit menular termasuk ISPA. Pada akhirnyan akan mendorong meningkatnya penyakit ISPA dan Pneumonia pada balita. Jumlah penduduk yang besar mendorong meningkatnya jumlah populasi balita yang besar pula. Atau dengan kata lain meningkatkan populasi sasaran program P2 ISPA sehingga berimplikasi terhadap membengkaknya anggaran, sarana dan peralatan yang dibutuhkan. Ditambah lagi dengan status kesehatan masyarakat yang masih rendah, akan menambah berat beban kegiatan pemberantasan penyakit ISPA. Pengaruh geografis dapat mendorong terjadinya peningkatan kasus maupun kematian penderita akibat ISPA. Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan modal utama bagi pencegahan penyakit ISPA. Perilaku hidup bersih dan sehat sangat dipengaruhi oleh budaya dan tingkat pendidikan penduduk. Dengan makin meningkatnya tingkat pendidikan di masyarakat diperkirakan akan berpengaruh positif terhadap pemahaman masyarakat dalam menjaga kesehatan balita agar tidak terkena penyakit ISPA. Yaitu melalui upaya memperhatikan rumah sehat, desa sehat dan lingkungan sehat. Lingkungan dan iklim global Pencemaran lingkungan seperti asap karena kebakaran hutan, gas buang sarana transportasi dan populasi udara dalam rumah merupakan ancaman kesehatan terutama penyakit ISPA. Demikian pula perubahan iklim global terutama suhu, kelembaban, curah hujan, merupakan beban ganda dalam pemberantasan penyakit ISPA. Untuk tercapainya tujuan pemberantasan penyakit ISPA, maka salah satu upaya adalah dengan memperhatikan atau menanggulangi faktor resiko lingkungan.
Penyakit ISPA merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak. Episode penyakit batuk pilek pada balita di Indonesia diperkirakan sebesar 3 sampai 6 kali per tahun. Ini berarti seorang balita rata-rata mendapat serangan batuk pilek sebanyak 3 sampai 6 kali setahun. Ini berarti seorang balita rata-rata mendapat serangan batuk pilek sebanyak 3 sapai 6 kali setahun. ISPA juga merupakan salah satu penyebab utama kunjungan pasien disarana kesehatan. Sebanyak 40%-60% kunjungan berobat di Puskesmas dan 15% - 30% kunjungan berobat dibagian rawat jalan dan rawat inap rumah sakit disebabkan oleh ISPA. Data penderita ISPA yang diperoleh dari hasil pengkajian keperawatan/kesehatan mahasiswa program profesi ners program studi ilmu keperawatan sekolah tinggi ilmu kesehatan (STIK) Bina husada palembang ditemukan terdapat 163 kasus ISPA yang dialami oleh warga Rt. ......
Berbagai hal tersebut diataslah yang melatarbelakangi maka perlunya dilakukan penyuluhan mengenai penyakit ISPA, dimana melalui penyuluhan kesehatan yang diberikan dapat menambah informasi bagi warga tentang penyakit ISPA, diharapkan melalui penyuluhan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat akan penyakit ISPA.

B. TUJUAN
 Tujuan umum      :     Meningkatkan pengetahuan Ibu dan Keluarga tentang penyakit ISPA  
  dan dapat mengambil keputusan secara cepat dan tepat pada saat
  ada anggota keluarga yang sakit.

Tujuan khusus          :
-      Ibu dan keluarga mengetahui pengertian ISPA
-      Ibu dan keluarga mengetahui penyebab penyakit ISPA
-      Ibu dan keluarga mengetahui tanda dan gejala penyakit ISPA
-      Ibu dan keluarga mengetahui cara penularan penyakit ISPA
-      Ibu dan keluarga mengetahui faktor resiko terjadinya penyakit ISPA
-      Ibu dan keluarga mengetahui cara pencegahan penyakit ISPA


C. METODE
Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan Tanya jawab

D. PENGORGANISASIAN
1.       Penanggung jawab               :  
2.       Pembawa acara                   : 
3.       Penyuluh                             : 
4.       Observer                             : 
5.       Anggota                  :

E. WAKTU DAN TEMPAT
1.       Waktu                       :
2.       Tempat pelaksanaan :

F. PESERTA
            Warga masyarakat Rt. .....

G. PENUTUP
Demikian proposal kegiatan ini kami buat, mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan warga masyarakat Rt.......

                                                                                   

Lampiran
Materi penyuluhan
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

A. Pengertian Infeksi Saluran Pernafasan Akut dan Pneumonia
1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Infeksi Saluran Pernapasan Akut adalah penyakit infeksi yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran napas, mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya, seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut adalah infeksi atau peradangan yang menyerang saluran pernafasan atas; mulut, hidung sampai tenggorokan
2. Pneumonia
Pnoumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paruparu (alveoli).
Terjadinya Pneumonia pada anak sering kali bersamaan dengan terjadinya proses infeksi akut pada bronkhus yang disebut bronkopneumonia. Dalam pelaksanaan Pemberantasan Penyakit ISPA semua bentuk Pneomonia (baik Pneumonia maupun bronkopneumonia) disebut “Pneumonia” saja.

B. Klasifikasi Penyakit ISPA
            Untuk kelompok umur <2 :="" atas="" bulan="" dibagi="" klasifikasi="" span="">
Pneumonia berat
Bukan Pneumonia
1.   nafas cepat lebih dari 60 x/menit
2.   tampak tarikan dinding dada
1.       tidak ada nafas cepat (nafas kurang dari 60 x/menit
2.       tidak ada tarikan dinding dada/bagian bawah ke dalam yang kuat
           
Untuk kelompok umur 2 bulan -<5 :="" atas="" dibagi="" klasifikasi="" span="" tahun="">
Pneumonia berat
Pneumonia
Bukan  Pneumonia
1.   Tampak tarikan dinding dada/bagian bawah ke dalam yang kuat


1.   Tidak ada tarikan dinding dada/bagian bawah ke dalam yang kuat
2.   Nafas cepat:
-  bayi umur 2 bulan - < 12 bulan lebih dari 50 x/menit
-  anak umur 1 tahun - < 5 tahun lebih dari 40 x/menit
1.   tidak ada nafas cepat
2.   tidak ada tarikan dinding dada/bagian bawah ke dalam yang kuat

C. Etiologi
 Etiologi ISPA terdiri dari lebih dari 300 jenis bakteri, virus dan riketsia. Bakteri penyebab ISPA antara lain adalah dari genus streptokokus. Stafilokokus, Pnemokokus, Hemofilus, Bordetella dan Korinebakterium. Virus Penyebab ISPA antara lain adalah golongan Miksovirus, Adenovirus, Koronavirus, Pikornavirus, Mikoplasma, Herpesvirus dan lain-lain.

c. Faktor Resiko Pneumonia
Berdasarkan hasil penelitian dari berbagai negara termasuk Indonesia dan berbagai publikasi ilmiah, dilaporkan berbagai faktor risiko baik yang meningkatkan insiden (morbiditas) maupun kematian (mortalitas) akibat Pneumonia :
a) Faktor resiko yang meningkatkan insiden Pneumonia :
-      Umur < 2 bulan
-      Laki-laki
-      Gizi kurang
-      Barat badan lahir rendah
-      Tidak mendapat ASI memadai
-      Polusi udara
-      Kepadatan tempat tinggal
-      Imunisasi yang tidak memadai
-      Membedung anak (selimut berlebihan)
-      Defisiensi Vitamin A
-      Pembarian makanan tambahan terlalu dini.
b) Faktor risiko yang meningkatkan angka kematian Pneumonia
-      Umur < 2 bulan
-      Tingkat sosio ekonomi rendah
-      Kurang gizi
-      Berat badan lahir rendah
-      Tingkat pendidikan ibu yang rendah
-      Tingkat jangkauan pelayanan kesehatan yang rendah
-      Kepadatan tempat tinggal
-      Imunisasi yang tidak memadai
-      Menderita penyakit kronis
-      Aspek kepercayaan setempat dalam praktek pencarian pengobatan yang salah.

D. Tanda dan Gejala
            Tanda dan gejala dari penyakit ISPA adalah sebagai berikut:
1.        Batuk
2.        Nafas cepat
3.        Bersin
4.        Pengeluaran sekret atau lendir dari hidung
5.        Nyeri kepala
6.        Demam ringan
7.        Tidak enak badan
8.        Hidung tersumbat
9.        Kadang-kadang sakit saat menelan

E. Cara Penularan
Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dapat menular melalui udara dengan cara batuk atau bersin.

F. Cara Perawatan
            Berikut ini adalah cara-cara perawatan yang dapat dilakukan untuk penderita ISPA:
1.        Untuk mengatasi demam:
-      Berikan obat penurun panas sesuai dengan dosis yang telah ditentukan
-      Berikan kompres air biasa pada daerah dahi, ketiak dan lipatan paha
-      Berikan minum air hangat yang banyak (kurang lebih 2500 cc/ hari)
2.        Cara membersihkan sekret/lendir hidung
-      Buatlah lilitan saputangan / kain bersih yang menyerupai corong
-      Bersihkan lubang hidung dengan lilitan sapautangan/kain bersih tersebut
-      Bersihkan lubang hidung tersebut dengan saputangan/kain  pada sisi yang berbeda
3.        Berikan obat tradisional
-      ½ sendok makan kecap manis/madu dicampur dengan ½ jeruk nipis
-      Berikan 3 – 4 x/hari
4.        Hitunglah nafas anak, dengan cara:
-      Perhatikan gerakan naik dan turunnya dada si penderita
-      Perhitungan disebut sebagai satu kali pernapasan saat dada telah melakukan satu kali naik dan satu kali turun
-      Hitunglah pernapasan selama satu menit
-      Nilai nafas normal untuk
Bayi umur < 2 bulan : > 60 x/menit
Bayi umur > 2 bulan : < 50 x/ menit

G. Cara Mencegah terjadinya ISPA Berulang 
            Cara mencegah terjadinya ISPA berulang yaitu dengan cara:
  1. Jauhkan anak dari penderita batuk
  2. Berikan makanan makanan yang bergizi
  3. mintalah anak untuk diimunisasi secara lengkap
  4. Jagalah kebersihan tubuh, makanan dan lingkungan
Yang termasuk ke dalam lingkungan sehat atau bersih adalah sebagai berikut:
  1. Tidak terdapat baju-baju yang kotor bergelantungan
  2. jendela rumah selalu terbuka setiap hari
  3. tidak terdapat debu-debu di alat-alat perabotan rumah tangga
  4. lantai selalu bersih atau tidak berdebu
  5. kasur dijemur setiap dua minggu sekali
  6. usahakan sinar matahari dapat masuk kedalam rumah


Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

 


Pokok Bahasan            :  Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
 
Sub Pokok Bahasan     :
-      Pengertian ISPA
-      Penyebab penyakit ISPA
-      Tanda dan gejala penyakit ISPA
-      Cara penularan penyakit ISPA
-      Faktor resiko terjadinya penyakit ISPA
-      Cara pencegahan penyakit ISPA
 
Tempat                         : 
Waktu                           : 
Sasaran                        : 

Tujuan
Tujuan umum                :  Meningkatkan pengetahuan Ibu dan Keluarga tentang penyakit ISPA  
   dan dapat mengambil keputusan secara cepat dan tepat pada saat
   ada anggota keluarga yang sakit.
Tujuan khusus               :
-      Ibu dan keluarga mengetahui pengertian ISPA
-      Ibu dan keluarga mengetahui penyebab penyakit ISPA
-      Ibu dan keluarga mengetahui tanda dan gejala penyakit ISPA
-      Ibu dan keluarga mengetahui cara penularan penyakit ISPA
-      Ibu dan keluarga mengetahui faktor resiko terjadinya penyakit ISPA
-      Ibu dan keluarga mengetahui cara perawatan penderita ISPA
-      Ibu dan keluarga mengetahui cara pencegahan penyakit ISPA


Uraian kegiatan            :

No
Tahapan kegiatan
waktu
Kegiatan mahasiswa
Kegiatan peserta
Metode
PJ
1.










2

















3.
Pendahuluan











Isi

















Penutup
5 mnt











30 mnt

















10 mnt
- Mengucapkan salam

- Mengingatkan kontrak pertemuan hari ini.
- Menjelaskan tujuan


- Menanyakan kabar warga yang hadir


- Menjelaskan pengertian ISPA, penyebab
- Menjelaskan tanda dan gejala ISPA
- Menjelaskan cara penularan ISPA
- Menjelaskan factor resiko yang dapat menyebabkan ISPA
- Menjelaskan cara perawatan penderita ISPA
- Menjelaskan cara pencegahan terkena ISPA


- Menanyakan bagaimana perasaan warga setelah mengetahui lebih banyak tentang penyakit ISPA

- Menanyakan apa tindakan yang akan dilakukan oleh keluarga ketika ada anggota keluarganya yang menderita diare.
- Mengucapkan salam
- Menjawab salam
- Mendengarkan dan

- Mengangguk  tanda setuju

- Menjawab pertanyaan


- Mendengarkan dan memperhatikan















- Aktif mengajukan pertanyaan

- Mendengarkan penjelasan

- Menjawab pertanyaan
- Menanyakan hal yang masih kurang jelas


- Menjawab salam
Tanya jawab










Tanya jawab
















Tanya jawab  






Winarti











Junisa

















Junisa













Evaluasi                       : Melalui tanggapan yang di berikan oleh keluarga

Materi                          : Terlampir

Referensi                     :  

-      Materi pelatihan kader dan penyegara kader (2004), PSIK UMJ, Jakarta
-      Rani. A, 2003. 100 Juta Episode Diare Per Tahun. Farmacial, Jakarta Dalam Sya’roni, Akmal dkk. 2003. Naskah Lengkap Workshop Tropik dan Infeksi Pertemuan Ilmiah Tahunan V (PIT-5) Ilmu Penyakit Dalam PAP di Sumsel. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang
-      Soegijanto, S (2002). Ilmu penyakit anak; diagnosa dan penatalaksanaan. Jakarta: Salemba medika

















Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai SAP Ispa dan materi ispa lengkap, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar