SAP Hipertensi dan materinya Lengkap

9:47 PM

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

HIPERTENSI


Topik               : Hipertensi
Hari/ tanggal   :
Waktu             : 09.00 WIB s.d selesai
Penyaji            :
Tempat            :

a.      Tujuan
1.      Tujuan umum
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan keluarga mengetahui tentang hipertensi.
2.      Tujuan khusus
a.       Keluarga mengetahui pengertian hipertensi
b.      Keluarga mengetahui penyebab dari hipertensi
c.       Keluarga mengetahui bagaimana cara pencegahan terjadinya hipertensi
d.      Keluarga mengetahui tentang faktor – faktor yang dapat meningkatkan hipertensi
e.       Keluarga mengetahui cara pengobatan / terapy dari hipertensi

b.      Sasaran    : Keluarga Klien

c.       Garis besar materi
a.                Pengertian hipertensi
b.  Penyebab hipertensi
c.   Pencegahan hipertensi
d.  Faktor – faktor yang dapat meningkatkan hipertensi
e.   Pengobatan / terapy hipertensi

d.      Pelaksanaan kegiatan
No
Tahap kegiatan
Waktu
Kegiatan penyuluh
Kegiatan peserta
Metoda
1








2























3
Pendahuluan








Penyuluhan























Penutup
5 menit








25 menit























10 menit
¨      Memberi salam
¨      Memperkenalkan diri
¨      Menjelaskan maksud dan tujuan
¨      Membagikan leafleat

¨      Menjelaskan tentang pengertian hipertensi
¨      Menjelaskan tentang penyebab hipertensi
¨      Menjelaskan tentang cara pencegahan hipertensi
¨      Menjelaskan tentang faktor-faktor yang dapat meningkatkan hipertensi
¨      Menjelaskan cara pengobatan/therapy dari hipertensi
¨      Menjawab pertanyaan

¨      Evaluasi memberikan pertanyaan kepada para lansia
¨      Evaluasi pada klien memberikan reward (pujian)
¨      Membuat kesimpulan
¨      Salam penutup


- Menjawab salam
- Mendengarkan

- Mendengarkan





- Mendengarkan



- Memperhatikan

- Menyimak












 
- Bertanya 



- Memperhatikan jawaban


- Menjawab salam
Ceramah








Ceramah dan Tanya jawab




















Ceramah dan Tanya jawab

e.  Metode
1.      Ceramah
2.      Diskusi / tanya jawab

f. Media : Leafleat
g. Evaluasi
      Memberikan pertanyaan secara lisan berhubungan dengan materi penyuluhan
  1. Jelaskan Sebutkan pengertian hipertensi
  2. Sebutkan penyebab dari hipertensi
  3. Jelaskan cara pencegahan hipertensi
  4. Sebutkan faktor-faktor yang dapat meningkatkan hipertensi

h. Referensi
1.      Bobak, I. M & Jeasen. M. DS (1993). Maternity and Gynecologic Care the nurse and family. 5 th ed Saint louis. Mosby company
2.      Karta Sapoetra (2003). Ilmu Gizi ; Korelasi Gizi Kesehatan dan Produksi Kerja Reka Cipta Jakarta
3.      Stright Barbara R (2005). Panduan Belajar Keperawatan Ibu – bayi baru Lahir Edisi 3 EGC Jakarta
4.      Soeditomo (1996). Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Frofesi. Dian Rakyat Jakarta


TINJAUAN TEORI

1    Pengertian
          Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sehingga tekanan sistolik dari 140 mmHg dan tekanan diastolic lebih besar dari 90 mmHg.
         Diagnosis hipertensi ditegakan bila dari pengukuran berulang – ulang tersebut diperoleh nilai sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolic lebih dari 90 mmHg. Pengukuran  tekanan darah (TD) dilakukan dengan cara penderita harus duduk dengan santai di kamar yang tenang sedikitnya 5 menit  sebelum pengukuran mereka tidak boleh merokok atau minum kopi dalam 30 menit sebelumnya.

2.   Etiologi
2.1  Hipertensi Primer
Hipertensi ini tidak jelasnya etiologinya, lebih dari 90% kasus termasuk kedalam kelompok ini, kelainan hemodinamik utama adalah peningkatan resistensi parifer.
          Penyebab multi factor terdiri dari factor genetic dan lingkungan predisposisi factor generic dapat berupa sensitifitas terhadap natrium, stress, peningkatan reaktifitas vascular dan resistensi insulin. Predisposisi lingkungan, makan garam (yodium) berlebihan stress psikis dan obesitas

2.2  Hipertensi Sekunder
Hipertensi ini dapat disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit endokrin, obat dll.Kelainan ginjal yang dimaksud adalah glomerulonefritis, pyelonefritis, penyakit ginjal polikistik, nefropati diabetic dll. Akibat lesi pada arteri ginjal sehingga menyebabkan hiperfusi ginjal. Penyakit endokrin terjadi akibat kelainan korteks adrenal, tumor di medulla adrenal, akromegali, hipotiroidisme dll. Obat kontrasepsihormonal, hormone adrenokortikotropit, kartikosteroid dll juga dapat menyebabkan hipertensi.

3.   Manifestasi Klinis
      Hipertensi tidak memberikan gejala khas, setelah beberapa tahun adakalanya pasien merasakan nyeri kepala pagi hari sebelum bangun tidur, hilang setelah bangun. Gangguan hanya dapat diketahui dengan pengukuran tensi, ada kalanya melalui pemeriksaan tambahan terhadap ginjal dan pembuluh.

4.   Pencegahan
          Meskipun factor keturunan memegang peranan penting namun cara dan pola hidup sangat esensik dalam menjauhi hipertensi, misalnya dengan mengurangi lemak, serta garam, merokok dan minum alcohol dan BB idela dapat mengurangi resiko hipertensi control teratur, mengingat hipertensi sering kali tidak memberikan gejala. Maka itu dianjurkan pengontrolan TD berkala setiap 1 -2 tahun sekali, lebih – lebih bagi mereka yang diatas 45 tahun.

5.   Faktor Yang Dapat Meningkatkan Tekanan Darah
5.1  Garam
         Ion natrium mengakibatkan retensi air, sehingga volume darah bertambah dan menyebab kan daya tahan pembuluh meningkat. Juga memperkuat efek vosokontriksi noradrenalin
5.2  Drop (Liquorice)
         Sejenis gula yang dibuat dari succus liquiritiae dapat juga meningkatkan TD dengan cara retensi air
5.3  Stress
          Akibat pelepasan adrenalin dan noradrenalin yang bersifat vasokontriksi
5.4  Merokok
      Nikotin dalam rokok dapat menyebabkan vasokontriksi,  serta dapat juga berpengaruh terhadap pembuluh
5.5  Pil Anti Hamil
                Mengandung hormon estrogen bersifat retensi garam dan air
5.6  Hormon Pria dan Kortikosteroid
                Bersifat retensi air
5.7  Kehamilan
          Mekanisme ini serupa dengan proses di ginjal, bila uterus di regangkan terlalu sering dan menerima kurang darah, maka dilepaskan zat yang meningkatkan TD

6        Komplikasi
          Hipertensi akan menimbulkan komplikasi atau kerusakan pada berbagai organ sasaran yakni jantung, pembuluh darah otak, pembuluh darah ferifer, ginjal dan retina.
          Komplikasi hipertensif yakni komplikasi yang langsung disebabkan oleh hipertensi itu sendiri misalnya pendarahan otak, enselofalopati hipertensif, hipertrofi ventrikel kiri, gagal jantung kongesif, gagal ginjal aneurisma aorta dll.
        Kedua komplikasi aterosklerotik yaitu komplikasi akibat proses ateroslerosis yang disebabkan tidak hanya hipertensi itu sendiri tetapi juga oleh banyak factor lain. Misalnya peningkatan kolesterol serum, merokok, DM dll. Komplikasi aterosklerotik ini berupa penyakit jantung koroner (PJK) infark miokard trombosis serebral, dan klaudikasio.
          Factor resiko kardiovaskuler yang tidak dapat diubah riwayat keluarga, umur, jenis kelamin, sedangkan yang dapat diubah yaitu lipid darah yang tingg, merokok, DM, obesitas dll

7.      Pengobatan / Therapy
          Penggolongan obat anti hipertensi dapat dikelompokkan menjadi : Diuretika, Alfa-reseptor blockers, Beta-reseptor blockers, obat SSP, antagonis calsium,  penghambat ACE dan AT-II-Receptor blockers dan vasodilator yang akan di bahas  adalah golongan alfa-receptor blockers(nifedipin) dan penghambatan ACE (kaptopril)
7.1  Nifedipin
         Nifedipin adalah zat pertama dari kelompok dihidropiridin dengan gugusan fenil pada posisi – para
Nifedipin menghambat transport ion Ca (Calsium Antagonis) namun nama ini sebenarnya kurang tepat karena obat ini tidak menghambat ion Ca secara lansung, melainkankan bekerja pada slow calsium channel menyebabkan channel tersebut sulit dilalui oleh ion ca tersebut. Maka lebih tepat disebut Calsium Chanel Blocker dengan menghambat masuknya ion Ca kedalam sel otot polos tersebut akibat terjadi vasodilatasi arteriol perifer dan penurunan tahanan perifer. Pengurangan resistensi pembuluh darah perifer ini menghasilkan penurunan tekanan darah selain itu, nifedipin juga menyebabkan dilatasi arteri koronaria, dan mencegah terjadinya vasospasme dengan demikian nifedipin dapat dipakai untuk terapi hipertensi dan angina paktoris

1.      Farmakokinetik
Nifedipin diserap dengan baik per oral, tetapi diserap lebih cepat bila diberikan secara sublingual. Nifedipin juga mengalami metabolisme yang hebat menjadi metabolic yang inaktif.
Waktu paruh adalah 5 jam dosis nifedipin untuk hipertensi adalah 10 – 20 mg yang diberikan 3 kali sehari per oral
2.      Indikasi
Untuk pengobatan dan pencegahan insufiensi koroner terutama angina pectoris, hipertensi kronik dan hipertensi urgensis
3.      Cara Kerja Obat
Nifedipin bekerja sebagai antagonis kalsium dengan menghambat arus ion kalsium masuk ke dalam otot jantung dari luar sel. Karena kontraksi otot polos tergantung pada ion kalsium ektraselular, maka dengan adanya antagonis kalsium dapat menimbulkan efek inotrofik negatif. Demikian juga dengan Nodus Sino Atrial (SA) dan Atrio Ventrikular (VA) akan menimbulkan kronotrofik negative dan perlambatan konduksi AV.
4.      Inetraksi Obat
a.   Efek menurunkan tekanan darah dan nifedipin dapat ditingkatkan oleh obat – obat antihipertensi lain
b.      Simetidin dapat meningkatkan efek antihipertensi dan nifedipin
5.      Dosis
Dosis tunggal 5 – 10 mg
Dosis rata – rata 5 – 10, 3 x sehari
Interval tiap dua dosis paling sedikit 2 jam
Tablet ditelan utuh dengan sedikit cairan. Bila diinginkan khasiat yang cepat, misalnya ketika terasa akan datang serangan, tablet dikunyah dan dibiarkan menyebar dalam mulut. Nifedipin akan diserap cepat oleh selaput lendir mulut
6.      Efek Samping
a.    Kadang – kadang mengakibatkan mual, sakit kepala, palpasi, takikardia, lemah, edema, hipotensi, reaksi hipertensi, kontipasi
b.     Umumnya timbul pada waktu pengobatan bersifat sedang dan sementara
c.    Hiperplasia, gingival timbul pada kasus – kasus isolasi selama terapi jangka panjang, yang hilang bila pengobatan dihentikan
d.    Gangguan fungsi hati (intrahepatik cholestatis, kenaikan transaminase) jarang terjadi dan reversible pada penghentian obat
e.     Pada pria lanjut usia, pemberian jangka panjang dapat menyebabkan pembesaran kelenjar mammae (ginekomastia) yang hilang bila pengobatan dihentikan
7.      Kontra Indikasi
a.       Hipersensitif terhadap nifedipin
b.      Jangan diberikan pada waktu hamil
c.       Jangan diberikan pada ibu menyusui
d.  ASI, bila nifedipin sangat diperlukan, dianjurkan untuk berhenti menyusui karena pengaruhnya terhadap bayi belum diketahui
e.       Jangan digunakan pada syok kardiovaskule
8.      Peringatan dan Perhatian
a.     Hati – hati bila diberikan bersama obat – obat golongan beta blocker dapat menimbulkan hipotensi berat, payah jantung dan infark miokard
b.      Agar selalu dilakukan pengecekan /control terhadap tekanan darah
c.   Penderita yang dapat pengobatan dengan nifedipin harus dilakukan pemeriksaan secara teratur
d.    Dapat mengganggu kemampuan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin terutama pada awal pengobatan, pada kombinasi dengan alcohol atau bila diganti dengan obat lain
e.  Hati – hati pada penderita dialisa dengan malignant hypertension dan gagal ginjal irreversibel dengan hipovolemia, karena dapat terjadi penurunan tekanan darah akibat vasodilatasi
f.   Dapat menimbulkan rasa sakit pada dada (gejala seperti pada anginapectoris) yang biasanya timbul pada 30 menit setelah pemberian nifedipin
g.   Bila diberikan bersama obat penghambat reseptor adrenergic penderita harus dimonitor secara hati – hati karena kemungkinan timbulnya hipertensi berat dan gagal jantung
h.    Hati – hati bila diberikan pada penderita diabetes mellitus karena walupun nifedipin bukan diaketogenik,tetapi pada kasus-kasus tertentu perna dilaporkan kenaikan temporer glukosadarah (hipergikemia).
7.2  Kaptopril
Kaptopril adalah suatu inhibitor kompotitf dari ACE didepti- dylcarboxypeptidase (ACE = angotensin converting enzyme),atau disebut juga sebagai kininase II. Penghambatan terhadap enzim ini menyebabkanpenurunan konversi angiotensi I(At I) menjadi angiotensin II (At II). Dismaping itu terjadi juga akumulasi bradikinin,yaitu suatu vasodilator endegen yang sangat kuat,yang diaktifkan oleh kininase II. Efek terapi kaptopril dalam hipertensi dan payah jantung diperoleh sebagai hasil dari vasodilatasi perifer langsung, terutama disebabkan oleh pengurangan At II dalam sirkulasi. Aldosteron juga berkurang oleh karenakurangnya pembentukan At II tersebut. Dalam klinik kaptopril dipakai untuk terapi: hipertensi dan gagal jantung.





Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai SAP Hipertensi dan materinya Lengkap, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar