Risiko Pola Nafas tidak efektif NANDA NIC NOC

8:34 AM

Risiko Pola Nafas tidak efektif


Definisi : Pertukaran udara inspirasi dan/atau ekspirasi tidak adekuat

Batasan karakteristik :
-    Penurunan tekanan inspirasi/ekspirasi
-    Penurunan pertukaran udara per menit
-    Menggunakan otot pernafasan tambahan
-    Nasal flaring
-    Dyspnea
-    Orthopnea
-    Perubahan penyimpangan dada
-    Nafas pendek
-    Assumption of 3-point position
-    Pernafasan pursed-lip
-    Tahap ekspirasi berlangsung sangat lama
-    Peningkatan diameter anterior-posterior
-    Pernafasan rata-rata/minimal
-    Bayi : < 25 atau > 60
-    Usia 1-4 : < 20 atau > 30
-    Usia 5-14 : < 14 atau > 25
-    Usia > 14 : < 11 atau > 24
-    Kedalaman pernafasan
-    Dewasa volume tidalnya 500 ml saat istirahat
-    Bayi volume tidalnya 6-8 ml/Kg
-    Timing rasio
-    Penurunan kapasitas vital

Faktor yang berhubungan :
-    Hiperventilasi
-    Deformitas tulang
-    Kelainan bentuk dinding dada
-    Penurunan energi/kelelahan
-    Perusakan/pelemahan muskulo-skeletal
-    Obesitas
-    Posisi tubuh
-    Kelelahan otot pernafasan
-    Hipoventilasi sindrom
-    Nyeri
-    Kecemasan
-    Disfungsi Neuromuskuler
-    Kerusakan persepsi/kognitif
-    Perlukaan pada jaringan syaraf tulang belakang
-    Imaturitas Neurologis

Tujuan dan Kriteria Hasil :
NOC :
-   Respiratory status : Ventilation
-   Respiratory status : Airway patency
-   Vital sign Status
Kriteria Hasil :
-   Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips)
-  Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal)
-   Tanda Tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah, nadi, pernafasan)

Intervensi Keperawatan :
NIC :
Airway Management
-   Buka jalan nafas, guanakan teknik chin lift atau jaw thrust bila perlu
-   Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
-   Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan
-   Pasang mayo bila perlu
-   Lakukan fisioterapi dada jika perlu
-   Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
-   Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
-   Lakukan suction pada mayo
-   Berikan bronkodilator bila perlu
-   Berikan pelembab udara Kassa basah NaCl Lembab
-   Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.
-   Monitor respirasi dan status O2

Terapi Oksigen
-    Bersihkan mulut, hidung dan secret trakea
-    Pertahankan jalan nafas yang paten
-    Atur peralatan oksigenasi
-    Monitor aliran oksigen
-    Pertahankan posisi pasien
-    Onservasi adanya tanda tanda hipoventilasi
-    Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi

Vital sign Monitoring
-      Monitor TD, nadi, suhu, dan RR
-      Catat adanya fluktuasi tekanan darah
-      Monitor VS saat pasien berbaring, duduk, atau berdiri
-      Auskultasi TD pada kedua lengan dan bandingkan
-      Monitor TD, nadi, RR, sebelum, selama, dan setelah aktivitas
-      Monitor kualitas dari nadi
-      Monitor frekuensi dan irama pernapasan
-      Monitor suara paru
-      Monitor pola pernapasan abnormal
-      Monitor suhu, warna, dan kelembaban kulit
-      Monitor sianosis perifer
-      Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi yang melebar, bradikardi, peningkatan sistolik)
-      Identifikasi penyebab dari perubahan vital sign

Risiko Pola Nafas tidak efektif

Definisi : Pertukaran udara inspirasi dan/atau ekspirasi tidak adekuat

Batasan karakteristik :
-    Penurunan tekanan inspirasi/ekspirasi
-    Penurunan pertukaran udara per menit
-    Menggunakan otot pernafasan tambahan
-    Nasal flaring
-    Dyspnea
-    Orthopnea
-    Perubahan penyimpangan dada
-    Nafas pendek
-    Assumption of 3-point position
-    Pernafasan pursed-lip
-    Tahap ekspirasi berlangsung sangat lama
-    Peningkatan diameter anterior-posterior
-    Pernafasan rata-rata/minimal
-    Bayi : < 25 atau > 60
-    Usia 1-4 : < 20 atau > 30
-    Usia 5-14 : < 14 atau > 25
-    Usia > 14 : < 11 atau > 24
-    Kedalaman pernafasan
-    Dewasa volume tidalnya 500 ml saat istirahat
-    Bayi volume tidalnya 6-8 ml/Kg
-    Timing rasio
-    Penurunan kapasitas vital

Faktor yang berhubungan :
-    Hiperventilasi
-    Deformitas tulang
-    Kelainan bentuk dinding dada
-    Penurunan energi/kelelahan
-    Perusakan/pelemahan muskulo-skeletal
-    Obesitas
-    Posisi tubuh
-    Kelelahan otot pernafasan
-    Hipoventilasi sindrom
-    Nyeri
-    Kecemasan
-    Disfungsi Neuromuskuler
-    Kerusakan persepsi/kognitif
-    Perlukaan pada jaringan syaraf tulang belakang
-    Imaturitas Neurologis

Tujuan dan Kriteria Hasil :
NOC :
-   Respiratory status : Ventilation
-   Respiratory status : Airway patency
-   Vital sign Status
Kriteria Hasil :
-   Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips)
-  Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal)
-   Tanda Tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah, nadi, pernafasan)

Intervensi Keperawatan :
NIC :
Airway Management
-   Buka jalan nafas, guanakan teknik chin lift atau jaw thrust bila perlu
-   Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
-   Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan
-   Pasang mayo bila perlu
-   Lakukan fisioterapi dada jika perlu
-   Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
-   Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
-   Lakukan suction pada mayo
-   Berikan bronkodilator bila perlu
-   Berikan pelembab udara Kassa basah NaCl Lembab
-   Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.
-   Monitor respirasi dan status O2

Terapi Oksigen
-    Bersihkan mulut, hidung dan secret trakea
-    Pertahankan jalan nafas yang paten
-    Atur peralatan oksigenasi
-    Monitor aliran oksigen
-    Pertahankan posisi pasien
-    Onservasi adanya tanda tanda hipoventilasi
-    Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi

Vital sign Monitoring
-      Monitor TD, nadi, suhu, dan RR
-      Catat adanya fluktuasi tekanan darah
-      Monitor VS saat pasien berbaring, duduk, atau berdiri
-      Auskultasi TD pada kedua lengan dan bandingkan
-      Monitor TD, nadi, RR, sebelum, selama, dan setelah aktivitas
-      Monitor kualitas dari nadi
-      Monitor frekuensi dan irama pernapasan
-      Monitor suara paru
-      Monitor pola pernapasan abnormal
-      Monitor suhu, warna, dan kelembaban kulit
-      Monitor sianosis perifer
-      Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi yang melebar, bradikardi, peningkatan sistolik)
-      Identifikasi penyebab dari perubahan vital sign


Sumber : Perawat Kita Satu

Baiklah mungkin cukup sekian artikel akmi dengan judul Risiko Pola Nafas tidak efektif NANDA NIC NOC. Semoga apa yang kami berikan dan sajikan diatas tersebut bermanfaa bagi teman-teman semuanya.
Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Risiko Pola Nafas tidak efektif NANDA NIC NOC, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar