Intervensi Keperawatan Pasien COVID 19 Part 4

7:31 PM

 Intervensi Keperawatan Pasien COVID 19 Berdasarkan SIKI Part 4


Hai sahabat perawatkitasatu.com berikut ini kami sajikan mengenai Intervensi Keperawatan yang didapat dari diagnosa keperawatan berdasarkan referensi dari SDKI, SLKI dan SIKI Keperawatan 2021 / 2022


Intervensi Keperawatan Pasien COVID 19 Part 4
Nursing Interventions for COVID 19 Patients Part 4


Diagnosa Keperawatan

Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul pada pasien COVID 19 yaitu ;

  1. Ansietas Berhubungan Dengan (B.D) Penyebab Dibuktikan Dengan (D.D) Tanda Dan Gejala
  2. Defisit Perawatan Diri Berhubungan Dengan (B.D) Penyebab Dibuktikan Dengan (D.D) Tanda Dan Gejala
  3. Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Berhubungan Dengan (B.D) Penyebab Dibuktikan Dengan (D.D) Tanda Dan Gejala
  4. Gangguan Pertukaran Gas Berhubungan Dengan (B.D) Penyebab Dibuktikan Dengan (D.D) Tanda Dan Gejala.
  5. Gangguan Ventilasi Spontan  : Ventilasi Spontan Berhubungan Dengan (B.D) Penyebab Dibuktikan Dengan (D.D) Tanda Dan Gejala.
  6. Gangguan Ventilasi Spontan : Respon Ventilasi Mekanik Berhubungan Dengan (B.D) Penyebab Dibuktikan Dengan (D.D) Tanda Dan Gejala.
  7. Gangguan Sirkulasi Spontan Berhubungan Dengan (B.D) Penyebab Dibuktikan Dengan (D.D) Tanda Dan Gejala.
  8. Resiko Syok Dibuktikan Dengan (D.D) Faktor Resiko.


Intervensi Keperawatan

  1. Ansietas: Reduksi Ansietas
    Definisi: Meminimalkan kondisi individu dan pengalaman subyektif terhadap obyek yang tidak jelas dan spesifik, akibat antisipasi bahaya yang memungkinkan individu melakukan Tindakan untuk menghadapi ancaman.
    Intervensi Keperawatan

    1. Observasi

      • Monitor tanda-tanda ansietas (verbal dan non verbal)
    2. Teraupetik

      • Pahami situasi yang membuat ansietas
      • Dengarkan dengan penuh perhatian
      • Tempatkan barang pribadi yang memberikan kenyamanan
      • Diskusikan perencanaan realistis tentang peristiwa yang akan datang
    3. Edukasi

      • Informasikan secara factual mengenai diagnosis, pengobatan, dan prognosis
      • Latih penggunaan mekanisme pertahanan diri yang tepat
      • Latih Teknik relaksasi


  2. Defisit Perawatan Diri : Dukungan Perawatan Diri
    Definisi : memfasilitasi pemenuhan kebutuhan perawatan diri
    Intervensi Keperawatan

    1. Observasi

      • Monitor tingkat kemandirian
      • Identifikasi kebutuhan alat bantu kebersihan diri, berpakaian, berhias, dan makan
    2. Teraupetik

      • Sediakan lingkungan yang teraupetik (misalkan suasasa hangat, rileks, dan privasi)
      • Siapkan keperluan pribadi (misalkan parfum, sikat gigi, sabun mandi)
    3. Edukasi

      • Anjurkan melakukan perawatan diri secara konsisten sesuai kemampuan


  3. Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif: Latihan Batuk Efektif (A)
    Definisi : melatih pasien yang tidak memiliki kemampuan batuk secara efektif untuk membersihkan laring, trakea, dan bronkiolus dari secret atau benda asing di jalan nafas.
    Intervensi Keperawatan

    1. Observasi

      • Identifikasi kemampuan batuk
      • Monitor adanya retensi sputum
      • Monitor tanda dan gejala infeksi saluran nafas
    2. Teraupetik

      • Atur posisi semifowler atau fowler
      • Buang secret pada tempat sputum
    3. Edukasi

      • Jelaskan tujuan dan prosedur batuk efektif
      • Anjurkan Tarik nafas dalam melalui hidung selama 4 detik, ditahan selama 2 detik, kemudian keluarkan dari mulut dengan bibir mencucu selama 8 detik → ulangi sebanyak 3 kali
      • Anjurkan batuk dengan kuat langsung setelah Tarik nafas dalam yang ke 3
    4. Kolaborasi

      • Kolaborasikan pemberian terapi mukolitik atau ekspektoran → Jika perlu


  4. Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif: Manajemen Jalan Nafas (B)
    Definisi : mengidentifikasi dan mengelola kepatenan jalan nafas.
    Intervensi Keperawatan

    1. Observasi

      • Monitor pola nafas (frekuensi, kedalaman, usaha nafas)
      • Monitor bunyi nafas tambahan (gurgling, mengi, wheezing, ronkhi)
      • Monitor sputum (jumlah, warna, aroma)
    2. Teraupetik

      • Posisikan semifowler atau fowler
      • Berikan minum hangat
      • Lakukan penghisapan lendir kurang dari 15 detik
    3. Edukasi

      • Anjurkan asupan cairan 2000 ml/hari → Jika tidak ada kontraindikasi
    4. Kolaborasi

      • Kolaborasikan pemberian terapi mukolitik atau ekspektoran atau bronkodilator → Jika perlu


  5. Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif: Manajemen Isolasi (C)
    Definisi: mengindentifikasi dan mengelola pasien yang beresiko menularkan penyakit, menciderai, atau merugikan orang lain.
    Intervensi Keperawatan

    1. Observasi

      • Identifikasi klien yang membutuhkan isolasi
    2. Teraupetik

      • Tempatkan satu pasien satu kamar
      • Sediakan seluruh kebutuhan harian dan pemeriksaan sederhana di kamar klien
      • Dekontaminasi alat-alat kesehatan sesegera mungkin setelah digunakan
      • Lakukan kebersihan tangan pada 5 momen
      • Pasang alat proteksi diri sesuai SPO
      • Lepaskan alat proteksi diri segera setelah kontak dengan klien
      • Minimalkan kontak dengan klien → sesuai kebutuhan
      • Batasi/ tidak boleh ada pengunjung
      • Pastikan kamar klien selalu dalam kondisi bertekanan negatif


  6. Gangguan Pertukaran Gas: Pemantauan Respirasi (A)
    Definisi
    :  Mengumpulkan dan menganalisa data untuk memastikan kepatenan jalan nafas dari kefektifan pertukaran gas
    Intervensi Keperawatan

    1. Observasi

      • Monitor frekuensi, irama, kedalaman, dan upaya nafas
      • Monitor pola nafas (seperti bradypnea, takipnea, hiperventilasi, kussmaul, Cheyne-stokes, biot, ataksik)
      • Monitor saturasi oksigen
      • Monitor nilai AGD
    2. Teraupetik

      • Dokumentasikan hasil pemantauan
    3. Edukasi

      • Informasikan hasil pemantauan → Jika perlu


  7. Gangguan Pertukaran Gas: Terapi Oksigen (B)
    Definisi : memberikan tambahan oksigen untuk mencegah dan mengatasi kondisi kekurangan oksigen jaringan
    Intervensi Keperawatan

    1. Obervasi

      • Monitor kecepatan aliran oksigen
      • Monitor efektifitas terapi oksigen (seperti oksimetri, Analisa Gas Darah)
      • Monitor integritas mukosa hidung akibat pemasangan oksigen
    2. Teraupetik

      • Bersihkan secret pada mulut, hidung, dan trakea → Jika perlu
      • Gunakan oksigen yang sesuai dengan tingkat mobilitas klien
    3. Kolaborasi

      • Kolaborasi penentuan dosis oksige


  8. Gangguan Pertukaran Gas: Manajemen Asam Basa (C)
    Definisi : Mengidentifikasi, mengelola, dan mencegah komplikasi akibat ketidakseimbangan asam basa
    Intervensi Keperawatan

    1. Observasi

      • Identifikasi penyebab ketidakseimbangan asam basa
      • Monitor frekuensi dan kedalaman nafas
      • Monitor irama dan frekuensi jantung
      • Monitor perubahan pH, PCO2, dan HCO3
    2. Teraupetik

      • Ambil specimen darah arteri untuk pemeriksaan AGD
      • Berikan oksigen sesuai indikasi
    3. Kolaborasi

      • Kolaborasi pemberian ventilasi mekanik → Jika perlu


  9. Gangguan ventilasi Spontan : Dukungan Ventilasi
    Definisi : memfasilitasi dalam mempertahankan pernafasan spontan untuk memaksimalkan pertukaran gas di paru-paru.
    Intervensi Keperawatan

    1. Observasi

      • Identifikasi adanya kelelahan otot bantu nafas
      • Monitor status respirasi dan oksigenasi (misalnya frekuensi dan kedalaman nafas, penggunaan otot bantu nafas, bunyi nafas tambahan, saturasi oksigen)
    2. Teraupetik

      • Pertahankan kepatenan jalan nafas
      • Berikan posisi semifowler atau fowler
      • Berikan oksigenasi sesuai kebutuhan (misalnya nasal kanul, masker wajah, masker rebreathing atau non rebreathing).
      • Gunaksn bag-valve mask → jika perlu
    3. Kolaborasi

      • Kolaborasikan pemberian brokhodilator → jika perlu


  10. Gangguan ventilasi Spontan : Manajemen Ventilasi Mekanik
    Definisi
    : mengidentifikasi dan mengelola pemberian sokongan nafas buatan melalui alat yang diinsersi kedalam trakea.
    Intervensi Keperawatan

    1. Observasi

      • Periksa indikasi ventilator mekanik (misalnya kelelahan otot nafas, disfungsi neurologis, asidosis respiratorik)
      • Monitor efek negative ventilator (misalnya deviasi trakea, barotrauma, volutrauma, penurunan curah jantung, distensi gaster, emfisema subkutan)
      • Monitor gangguan mukosa oral, nasal, trakea, dan laring
    2. Teraupetik

      • Atur posisi kepala 45-60° untuk mencegah aspirasi
      • Reposisi klien setiap 2 jam → jika perlu
      • Lakukan penghisapan lender sesuai kebutuhan
    3. Kolaborasi

      • Kolaborasi pemilihan mode ventilator (misalnya control volume, control tekanan atau gabungan)
      • Kolaborasi pemberian agen pelumpuh otot, sedative, analgesic, sesuai kebutuhan
      • Kolaborasikan penggunaan PS atau PEEP untuk meminimalkan hipoventilasi alveolus


  11. Gangguan Sirkulasi Spontan : Code Management
    Definisi : mengkoordinasikan penanganan gawat darurat untuk penyelamatan jiwa klien.
    Intervensi Keperawatan

    1. Observasi

      • Monitor tingkat kesadaran
      • Monitor irama jantung
      • Monitor pemberian PPGD/ BTCLS/ ATCLS/ BCLS/ ACLS sesuai protocol yang tersedia
    2. Teraupetik

      • Panggil bantuan jika klien tidak sadar
      • Aktifkan code blue
      • Lakukan resusitasi jantung paru, jika perlu
      • Berikan bantuan nafas, jika perlu
      • Pasang monitor jantung
      • Pasang akses vena, jika perlu
      • Siapkan intubasi, jika perlu
      • Akhiri tindakan jika ada tanda-tanda sirkulasi spontan (misalnya nadi karotis teraba, kesadaran pulih)
    3. Kolaborasi

      • Kolaborasi pemberian defibrilasi atau kardioversi, jika perlu
      • Kolaborasi pemberian epinefrin atau adrenalin, jika perlu
      • Kolaborasi pemberian amiodaron, jika perlu


  12. Resiko Syok : Pencegahan Syok
    Definisi
    : mengidentifikasi dan menurunkan resiko terjadinya ketidakmampuan tubuh menyediakan oksigen dan nutrisi untuk mencukupi kebutuhan jaringan
    Intervensi Keperawatan

    1. Observasi

      • Monitor status kardiopolmunal (frekuensi dan kekuatan nadi, frekuensi nafas, tekanan darah, MAP)
      • Monitor status oksigenasi (oksimetri nadi, AGD)
      • Monitor status cairan (masukan dan haluaran, turgor kulit, CRT)
      • Monitor tingkat kesadaran dan respon pupil
    2. Teraupetik

      • Berikan oksigen untuk mempertahankan sturasi oksigen >94%
      • Persiapkan intubasi dan ventilasi mekanis, jika perlu
    3. Kolaborasi

      • Kolaborasi pemberian intravena, jika perlu





Note : Silahkan lanjut membaca ke page 1, page 2, page 3 dan page 4  untuk melihat Pengkajian keperawatan, Analisa keperawatan, standar luaran keperawatan Indonesia (SKLI) dan Intervensi Keperawatan pada pasien COVID 19 pada link baca juga dibawa ini.


Sumber : Perawat Kita Satu

Demikianlah teman-teman artiekl singkat kami ini dengan judul yaitu AIntervensi Keperawatan Pasien COVID 19 Part 4. Semoga apa yang kami berikan tersebut bermanfaat bagi teman-teman semuanya.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Intervensi Keperawatan Pasien COVID 19 Part 4, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar