Enteral Tube Feeding

1:26 PM

Enteral Tube Feeding


Definisi Enteral Tube Feeding:

Yaitu Memberikan nutrisi dan air melalui tabung gastrointestinal.

Enteral Tube Feeding
Enteral Tube Feeding

Intervensi Enteral Tube Feeding:

  1. Jelaskan prosedur kepada pasien
  2. Masukkan selang nasogastrik, nasoduodenal, atau nasojejunal sesuai dengan protokol agensi
  3. Oleskan zat penahan pada kulit dan amankan selang pengisi (tube feeding ) dengan selotip
  4. Monitor untuk penempatan tabung yang tepat dengan memeriksa rongga mulut, memeriksa sisa lambung, atau mendengarkan ketika udara disuntikkan dan ditarik sesuai dengan protokol agen
  5. Tandai tabung di titik pintu keluar untuk mempertahankan penempatan yang tepat
  6. Konfirmasikan penempatan tabung dengan pemeriksaan x-ray sebelum pemberian makanan atau obat melalui tabung per protokol agensi
  7. Pantau adanya bunyi usus setiap 4 hingga 8 jam, jika perlu
  8. Pantau status cairan dan elektrolit
  9. Berkonsultasilah dengan anggota tim perawatan kesehatan lainnya dalam memilih jenis dan kekuatan pemberian makanan enteral
  10. Tinggikan kepala tempat tidur 30 hingga 45 derajat selama memberi makanan
  11. Tawarkan dot untuk bayi saat menyusui, jika perlu
  12. Pegang dan berbicara dengan bayi saat menyusui untuk mensimulasikan aktivitas makan yang biasa
  13. Hentikan pemberian makan 30 sampai 60 menit sebelum menempatkan pasien dalam posisi kepala ke bawah
  14. Hentikan pemberian makan memalui selang (tube feeding )  1 jam sebelum prosedur atau jika pasien harus dalam posisi dengan kepala kurang dari 30 derajat
  15. Irigasi selang setiap 4 sampai 6 jam yang sesuai selama pemberian makan terus menerus dan setelah pemberian makan berselang
  16. Gunakan teknik bersih dalam pemberian makanan ke selang (tube feeding 
  17. Periksa laju tetes gravitasi atau laju pompa setiap jam
  18. Gunakan teknik laju pemberian makan tabung lambat dan / atau menurunkan kekuatan untuk mengontrol diare
  19. Pantau untuk sensasi kepenuhan, mual, dan muntah
  20. Periksa residu setiap 4 hingga 6 jam selama 24 jam pertama, lalu setiap 8 jam selama pemberian makan terus-menerus
  21. Periksa sisa sebelum pemberian makan demngan menyedot selang
  22. Tahan pemberian makanan jika tersisa lebih besar dari 150 cc atau lebih dari 110% hingga 120% dari tarif per jam pada orang dewasa
  23. Jauhkan manset endotrakeal atau tabung trakeostomi yang meningkat selama makan, sebagaimana mestinya
  24. Simpan wadah terbuka dari makanan enteral yang didinginkan
  25. Cuci kulit di sekitar alat setiap hari dengan sabun ringan dan keringkan secara menyeluruh
  26. Buang wadah pemberian makanan (spuit tempat memasukkan makanan) dan pemberian setiap 24 jam
  27. Isi kantong makanan pasien / berikkan makanan setiap 4 jam, jika perlu
  28. Pantau adanya bunyi usus setiap 4 hingga 8 jam, jika perlu
  29. Pantau status cairan dan elektrolit
  30. Monitor untuk pertumbuhan (tinggi / berat badan) berubah setiap bulan, jika perlu
  31. Pantau berat badan 3 kali seminggu awalnya, turunkan menjadi sebulan sekali
  32. Pantau tanda-tanda edema atau dehidrasi
  33. Pantau asupan dan keluaran cairan
  34. Pantau asupan kalori, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral untuk kecukupan (atau rujuk ke ahli gizi) 2 kali seminggu awalnya, menurun menjadi sebulan sekali
  35. Pantau perubahan mood
  36. Persiapkan individu dan keluarga untuk pemberian makan di rumah, yang sesuai
  37. Pantau berat badan setidaknya tiga kali seminggu, yang sesuai untuk usia

Daftar Sumber Pustaka :
  • Fellows, Miller,  Frederickson, & Felt (2010). Praktik berbasis bukti untuk pemberian makan enteral dan pencegahan aspirasi: Strategi, deteksi samping tempat tidur dan perubahan praktik. MEDSUR Nursing, 9(1), 27-31.
  • Mahan, & Escott-Stump (2010). Dalam makanan, nutrisi & terapi diet Krause. Philadelphia: W.B. Saunders.
  • Methany, & Titler (2011). Menilai penempatan tabung pengisi. American Journal of Nursing, 101(5), 6-45.
  • Perry, & Potter (2012). Keterampilan dan teknik keperawatan klinis. St. Louis: Mosby.
Baca Juga :

Demikianlah artikel kami yang membahas mengenai Enteral Tube Feeding, semoga apa yang telah kami berikan ini bermanfaat bagi teman-teman semua untuk meningkatkan profesionalitas profesi.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Enteral Tube Feeding, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar