PERHITUNGAN DOSIS OBAT

9:36 PM

PERHITUNGAN DOSIS OBAT
 PERHITUNGAN DOSIS OBAT

TUJUAN PERHITUNGAN DOSIS
1.    Menentukan keamanan dosis yang diberikan
2.    Menentukan apakah dosis yang diberikan sudah tepat
3.    Menghitung jumlah obat yang harus diadministrasikan kepada pasien

5 BENAR DALAM PEMBERIAN OBAT
1.    Berikanlah selalu:
2.    Obat yang tepat
3.    Dengan dosis yang tepat
4.    Dalam bentuk sediaan yang sesuai
5.    Pada waktu yang tepat
6.    Kepada penderita yang tepat

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI  DOSIS OBAT
1.    Faktor  Obat
2.    Faktor  Penderita
3.    Waktu Dan Cara Pemberian Obat
  
1. Faktor OBAT                            
1.    Sifat Fisik    : daya larut obat,
2.    kristal/amorf
3.    Sifat Kimia  : asam-basa, garam, ester, pH, Pka
4.    Toksisitas Obat: dosis suatu obat berbanding terbalik dengan toksisitasnya.

2. Faktor Penderita
1.    Umur
2.    Berat badan
3.    Sex
4.    Ras
5.    Tolerance
6.    Obesitas
7.    Sensitivitas individual
8.    Kondisi patofisiologi
9.    Time and Route of Administration

3.Waktu Pemberian Obat
1.    Waktu pemberian obat dapat mempengaruhi absorpsi obat: aktivitas obat dipengaruhi oleh makanan sehingga respon obat dapat berkurang atau meningkat.
2.    Kelompok  obat absorpsinya terhambat oleh makanan: Penicillin, Tetracyclin, Digoxin, Acetaminopen, Aspririn.
3.    Waktu administrasi yang tepat untuk meminumobat tersebut adalah 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan
4.    Obat-obat absorpsinya meningkat bersama makanan (makanan berlemak): Spironolacton, Griseofulvin, Vitamin ADEK
5.    pemberiannya setelah makan.
6.    Obat memerlukan interval waktu tertentu sehingga interaksinya dapat dihindari à berikan jeda 2 jam.
7.    Lincomycin dengan Kaolin Pectin
8.    Penicillin dengan Chlorampenicol
9.    Obat melalui rectal waktu pemberian obat setelah defikasi.

Macam-macam Dosis
1.    Dosis Terapi (dosis medicinalis, dosis therapeutica, dosis lazim) :
Rentangan jumlah obat yang diberikan kepada penderita dewasa untuk satu kali pemberian atau untuk jangka waktu tertentu secara per oral untuk mendapatkan efek terapi.
2.    Dosis Minimal :
Jumlah terkecil yg dibutuhkan penderita dewasa untuk satu kali minum atau jangka waktu tertentu secara peroral untuk mendapatkan efek terapi.
3.    Dosis maksimal:
jumlah terbesar dari rentangan obat yang masih aman diberikan kepada penderita dewasa dan belum menimbulkan gejala-gejala keracunan.
4.    Dosis toxic :
Bila dosis obat yang diberikan melebihi dosis maksimum, terutama obat yang tergolong racun,  ada kemungkinan terjadi keracunan, dinyatakan sebagai dosis toxica.(tanpa kematian )
5.    Dosis lethalis :
Bila Dosis  toxica ini dilewati maka dapat mengakibatkan kematian, disebut sebagai dosis letalis. Rentangan dosis toxic dan lethal tidak dapat digunakan tetapi dapat terjadi karena:
·      penderita salah minum obat
·      dokter salah menulis resep
·      apotek salah mengambil / menimbang obat
·      Euthanasia, bunuh diri (pada manusia)
·      pembunuhan (disengaja)
6.    Dosis Muatan (Loading dose):
sejumlah obat yang digunakan untuk memacu percepatan waktu penyampaian kadar efektif minimum.
7.    Dosis Beganda (Multiple dose):
Pola pemberian obat berulang. Pengulangan dilakukan saat obat diperkirakan akam mengalami eliminasi pada jumlah tertentu dengan interval pemberian tertentu untuk mencapai efek terapi.
8.    Dosis Tunggal (Single dose):
pola pemberian obat satu kali sudah mampu memberikan efek terapi dengan efektif secara klinik.
9.    Dosis awal (Initial dose):
dosis yg diberikan pada awal suatu terapi sampai tercapai kadar kerja yg diinginkan secara terapi.

ž  Rumus Gaubius (pecahan X dosis dw
  0-1th = 1/12 X dosis dws
  1-2th = 1/8 X dosisi dws
  2-3th = 1/6 dosis dws
  3-4th = 1/4 X doisis dws
  4-7th = 1/3 X dosis dws
  7-14th = 1/2 X dosis dws
  14-20 = 2/3 X doisis dws
  21-60th = dosis dws
Rumus Bastedo
  Dosis = n(tahun)/30 X dosis dws 



Arti Persen (%) dalam Campuran Obat
ž  Jumlah bahan obat dalam gram (W) atau ml (v) didalam setiap 100 gram atau 100 ml sediaan obat.
                persen berat/berat         (% W/W)
                persen berat/volum       (%W/V)
                persen volum/volum     (%V/V)
                persen volum/berat       (%V/W)

Arti % dalam Campuran Obat
ž  % berat / berat = gram/gram %   misal : Boorzalf 10% = tiap 100 g zalf mengandung 10 g acidum boricum
ž  % berat / volume = gram / ml % misal : 1% morphine HCl = 1 g morphine HCl dlm 100 ml larutan / injeksi
ž  % vol. / vol = ml / ml %  misal : alkohol 70% = tiap 100 ml campuran mengandung 70 ml ethylalkohol murni
ž  % vol / berat = ml / gram % misal : kadar minyak 10% dlm suatu simplisia berarti tdp 10 ml minyak dlm 100 g simplisia

Metric & International System (SI) Terms
ž  L = liter
ž  mL = milliliter
ž  cc = cubic centimeter
ž  tsp = teaspoon
ž  kg = kilogram
ž  g = gram
ž  1 kilogram (kg) = 2.2 pounds
ž  mg = milligram
ž  mcg = microgram
ž  cm = centimeter
ž  mEq = milliequivalent
ž  gtt = drop
ž  PO = by mouth
Basic Conversions
ž  1 mL = 1 cc
ž  1 ounce = 30 mL or 30 cc
ž  1 tablespoon = 15 mL or 15 cc
ž  1 teaspoon (tsp) = 5 mL or 5 cc
ž  3 teaspoons (tsp) = 1 tablespoon
ž  1 liter (L) = 1000 mL or 1000 cc

Satuan internasional (Inggris: international unit disingkat IU atau Perancis: unité internationale disingkat UI) dalam farmakologi adalah satuan pengukuran untuk jumlah zat berdasarkan aktivitas biologis (atau efek biologis) yang terukur. Satuan ini umum digunakan untuk menyatakan jumlah zat dalam vitamin, hormon, obat, vaksin, produk darah dan zat biologis aktif sejenis lainnya.

Massa beberapa zat yang setara dengan 1 IU:
·         -1 IU Insulin: setara secara biologis dengan 45,5 μg kristal insulin murni (tepatnya 1/22 mg)
·         -1 IU Vitamin A: setara secara biologis dengan 0,3 μg  retinol, atau 0,6 μg beta-karotin
·         -1 IU Vitamin C: 50 μg L-asam askorbik
·         -1 IU Vitamin D: setara secara biologis dengan 0,025 μgkolekalsiferol/ergokalsiferol (tepatnya 1/40 μg)
·         -1 IU Vitamin E: setara secara biologis dengan sekitar 0,667 mg d-alpha-tokoferol (tepatnya 2/3 mg), atau 1 mg dl-alfa-tokoferol asetat
 
Dosage Calculations (cont.)
ž  Basic units of volume and weight
ž  Metric system
  Liter (L) – volume
  Grams (g) – weight
  Apothecaries’ system
  Fluidounces, fluidram, pints, quarts – volume
  Pounds – weight

ž  Household system
  Drops, teaspoons, tablespoons, ounces, cups, pints, gallons, quarts – volume 



1.       Jml yg diberikan = dosis order/dosis yg tersedia x jml yg tersedia
Ex : digoxin 0,25 mg/tablet yg ada, diorderkan 0,125 mg/hari
jml yg diberikan = 0,125/0,25 x 1 tablet= 0,5 tablet

2.       Vial : Penisilin (3 gr = 3 jt unit)
Brp jumlah yg diberikan jika dosis order 1,2 jt unit ?
Penisilin diencerkan 10 ml
X = 1,2 jt/3 jt x 10 ml = 4 ml

3.       Insulin
Syringe : 1 ml = 40 unit
Brp ml insulin yg dibutuhkan jika order 20 unit ?
X = 20/40 unit x 1 ml = 0,5 ml

Rumus  X = D/H x Q    
                                 D : dosis yang diperlukan
                                 H : dosis yang ada
                                 Q : quantitas
                                 X : jml yang diberikan.
  Ex : beri pasien 40 mg dentacimin yang tersedia
  multidose vial  80 mg/2ml. Berapa jml yg
  diperlukan ?
                X = 40/80 x 2 ml = 1 ml
Ibu S, 65 tahun, harus diberikan obat antiaritmia (digoksin) sebanyak 0,25 mg per intra vena (IV). Pada vial / kemasan obat tersebut tertulis 0,125 mg = 1 cc. Berapa cc digoksin yang harus perawat berikan untuk Ibu S ?
Jawab :
Dosis digoksin yang harus Ibu S terima = X cc.
0,125 mg = 0,25 mg
1 cc X
0,125X = 0,25
X = 2 cc


Sumber tulisan didapatkan dari beberapa refrensi :

Craven, RF., Hirnle, CJ. (2000). Fundamental of Nursing : Human Health and Function, 3rd Ed., New York : Lippincott Pub.
Fulmer, T., Foreman, M., Zwicker, D. (2003). Medication in Older Adults, 1st Ed., Spiringer Pub. Comp.


https://id.scribd.com/user/79607660/Aini-Hayati


Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai PERHITUNGAN DOSIS OBAT , semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar