Nilai bagi Perawat bersama pasien di Rumah sakit adalah Nol


Nilai bagi Perawat bersama pasien di Rumah sakit adalah Nol



sumber gambar : st.thomas hospital
sumber gambar : st.thomas hospital


Nilai bagi seorang perawat di RS adalah 0 (Nol),  iyaa menurut penulis yang juga sekaligus merasakan seorang perawat maka perawat itu layak diberikan nilai 0 (nol).  Hemm....dan menurut penulis jika anda tahu bahwa perawat mendapatkan nilai nol karena profesi perawat ini memiliki sesuatu yang luar biasa dan aneh yang ada didalam,

Perawat itu unik dan sangat menarik di dalam sebuah profesi yang ada di rumah sakit. Banyak profesi yang yang saling berkolaborasi secara langsung maupun tak langsung di dalam sebuah rumah sakit selain perawat seperti dokter, bidan, gizi, analis kesehatan, kesehata masyarakat, farmasi, fisioterapi, radiologi dan banyak lainnya. Maka perlu disimak nilai 0 (nol) yang menurut penulis itu adalah berasal dari berbagai segi seperti waktu, tempat, emosional, tenaga,  keikhlasan dan talenta

Pertama dari segi waktu.
Menurut penulis, jika dibandingkan dengan profesi lain, perawat adalah yang pertama kontak dengan pasien mulai dari pasien masuk rumah sakit baik melalui IGD diterima langsung oleh perawat  maupun pasien melalui Poli yang pertama kali dipanggil oleh seorang perawat nama pasien tersebut untuk diperiksa  oleh dokter kemudian perawat kembali menulis apa yang harus dilakukan dan dikerjakan terhadap pasien tersebut. 
Ketika ada profesi lain dapat tidur henyap di kedinginan malam maka disaati itulah ada profesi perawat yang harus merawat dan menjaga terus pasien. Disaat kebanyakan profesi lain dapat libur menikmati hari libur nasional bersama keluarga maka ada profesi lain yang harus rela terus menjaga orang sakit selama 24 jam.

Kedua dari segi tempat.
Masuk ke dalam ruang rawat inap banyak pasien yang menunggu untuk disembuhkan, perawat lah yang paling dekat dengan pasien, selalu ada ketika pasien memanggil dan selalu harus siap siaga jika terjadi sesuatu terhadap pasien baru kemudian memanggil doker jaga yang ada. 

Ketiga dari segi emosional.
Perawat itu pertama kali bertatap sama pasien, sehingga banyak perawat itu kadang judes dan lembut menurut pasien, yaaa menurut penulis itu wajar-wajar saja karena jika tidak judes dan lembut maka akan sulit mengatur pasien untuk dapat mengikuti instruksi dalam menjalankan terapi pengobatannya. Namun jika tidak ada perawat maka siapa yang dapat melakukan nya agar pasien-pasien tersebut nuru terhadap instruksi terapi dan coba tebak emang ada profesi selain perawat yang mau mengawasi pasiennya terus menerus 24 jam agar infus dapat difollow up ataupun terapi yang diberikan tetap aman bagi pasien. Coba anda bayangkan jika ada 1 pasien diberikan 4 (empat) buah jenis terapi obat dan harus di injeksikan 5 kali per 24 jam terus ada yang 6 kali per 24 jam trus ada pasien lainnya juga diberikan terapi 8 kali 24 jam dai itu semua harus secara teratur dan terfollow up. Belum lagi mengerjakan asuhan keperawatan dan pendokumentasian tindakan di medical record. Maka tepat lah jika perawat itu adalah saya berikan nilai 0 (nol).

Keempat dari segi tenaga, keikhlasan dan talenta
Disaat profesi lain dapat berpindah sebentar dari ruang rawat, teman sejawat saya yaitu perawat selalu jaga terus 24 jam tanpa henti mengawasi seorang pasien yang ada. Setiap hari ia harus melakukan asuhan keperawatan yang walaupun secara kenyataanya tugas seorang perawat itu multitalenta, baik itu harus melakukan tindakan invasif, memberikan obat-obatan ke semua pasien, membuang urine pasien baik melalui kateter maupun pispot, membalut kassa, mencuci dan membersihkan tempat yang kotor, memandikan pasien, membuang kotoran pasien, mengantar pasien melakukan pemeriksaan dan menjemputnya, merujuk pasien dari RS ke RS yang lebih mampu menangani pasien karena kelengkapan alat bahkan sampai mengantar pasien pulang. So, sekarang pantas kah profesi perawat itu diberi nilai 0 (nol)

Maka dari beberapa segi tersebut menurut penulis, perawat itu tidak ada niainya karena perawat adalah jantung rumah sakit dan secara pantasnya kita lebih baik memberikan sebuah nilai yang tidak ada nilainya bagi sebuah profesi yang mulia ini. 

Salam perawat Indonesia

Sumber : penulis perawat kita satu

0 komentar