Gangguan menelan NANDA NIC-NOC

5:04 PM

Gangguan menelan


Definisi : abnormal fungsi mekanisme menelan yang dikaitkan dengan defisit struktur atau fungsi oral, faring, atau esofagus.

Batasan Karakteristik :
Gangguan fase esofagus
·           Abnormalitas pada fase esofagus pada pemeriksaan menelan
·           Pernafasan bau asam
·           Bruksisme
·           Nyeri epigastrik, Nyeri ulu hati
·           Menolak makan
·           Hematemesis
·           Hiperekstensi kepala (mis : membungkuk pada saat atau setelah makan)
·           Bangun malam karena mimpi buruk
·           Batuk malam hari
·           Terlihat bukti kesulitan menelan (mis: statis makanan pada rongga mulut, batuk/tersedak)
·           Odinofagia
·           Regurgitasi isi lambung (sendawa bawah)
·           Menelan berulang
·           Keluhan "ada yang menyangkut"
·           Kegelisahan yang tidak jelas seputar waktu makan
·           Pembatasan volume
·           Muntah, Muntahan di bantal
Gangguan fase oral
·           Abnormalitas fase oral pada pemeniksaan menelan
·           Tersedak sebelum menelan
·           Batuk sebelum menelan
·           Ngiler
·           Makanan jatuh dari mulut
·           Makanan terdorong keluar dari mulut
·           Muntah sebelum menelan
·           Ketidakmampuan membersihkan rongga mulut
·           Masuknya bolus terlalu dini
·           Bibir tidak menutup rapat
·           Kurang mengunyah
·           Kurang kerja lidah untuk membentuk bolus
·           Makan lama dengan konsumsi sedikit
·           Refluks sedikit
·           Piecemeal deglutition
·           Makanan terkumpul di sulkus lateral
·           Sialorea
·           Pembentukan bolus terlalu lambat
·           Kelemahan menghisap yang mengakibatkan ketidakcukupan mengatur puting
Gangguan Fase Faring
·           Abnormalitas pada fase faring pada pemeriksaan menelan
·           Gangguan posisi kepala
·           Tersedak, Batuk
·           Keterlambatan menelan
·           Menolak makan, Muntah
·           Suara seperti kumur
·           Ketidakadekuatan elevasi laring
·           Menelan berkali-kali
·           Refluks nasal
·           Infeksi paru berulang
·           Demam yang tidak jelas penyebabnya

Faktor Yang Berhubungan:
Defisit kongenital
·           Masalah perilaku makan
·           Gangguan dengan hipotonia signifikan
·           Penyakit jantung kongenita
·           Gagal bertumbuh
·           Riwayat makan dengan slang
·           Obstruksi mekanis (mis : edema, slang trakeostomi, tumor)
·           Gangguan neuromuskular (mis; penurunan atau hilangnya refleks muntah, penurunan kekuatan atau ekskursi otot yang terlibat dalam mastikasi, gangguan persepsi, paralisis fasial)
·           Malnutrisi energi-protein
·           Gangguan pernafasan
·           Anomali saluran nafas atas
Masalah Neurologis
·           Akalasia
·           Defek anatomi didapat
·           Paralisis serebral
·           Gangguan saraf kranial
·           Keterlambatan perkembangan
·           Abnormalitas orofaring
·           Prematuritas
·           Penyakit refluks gastroesofagus
·           Abnormalitas laring
·           Defek laring, nasal, rongga nasofaring, trakea, esofagus
·           Trauma,Cedera kepala traumatik
·           Anomali jalan nafas atas

Tujuan dan Kriteria Hasil :
NOC
·           Pencegahan aspirasi
·           Ketidakefektifan pola menyusui
·           Status menelan : tindakan pribadi untuk mencegah pengeluaran cairan dan partikel padat ke dalam paru
·           Status menelan : fase esofagus : penyaluran cairan atau partikel padat dari faring ke lambung
·           Status menelan : fase oral: persiapan, penahanan, dan pergerakan cairan atau partikel padat ke arah posterior di mulut
·           Status menelan : fase faring : penyaluran cairan atau partikel padat dari mulut ke esofagus
Kriteria Hasil :
·           Dapat mempertahankan makanan dalam mulut
·           Kemampuan menelan adekuat
·           Pengiriman bolus ke hipofaring selaras dengan refleks menelan
·           Kemampuan untuk mengosongkan rongga mulut
·           Mampu mengontrol mual & muntah
·           Imobilitas konsekuensi : fisiologis
·           Pengetahuan tentang prosedur pengobatan
·           Tidak ada kerusakan otot tenggorong atau otot wajah, menelan, menggerakkan lidah, atau refleks muntah
·           Pemulihan pasca prosedur pengobatan
·           Kondisi pernapasan, ventilasi adekuat
·           Mampu melakukan perawatan terhadap non pengobatan parenteral
·           Mengidentifikasi faktor emosi atau psikologis yang menghambat menelan
·           Dapat mentoleransi ingesti makanan tanpa tersedak atau aspirasi
·           Menyusui adekuat
·           Kondisi menelan bayi
·           Memelihara Kondisi gizi : makanan & asupan cairan ibu dan bayi
·           Hidrasi tidak ditemukan
·           Pengetahuan mengenai cara menyusui
·           Kondisi pernafasan adekuat
·           Tidak terjadi gangguan neurologis

Intervensi Keperawatan :
NIC
Aspiration Precautions
·           Memantau tingkat kesadaran, refleks batuk, refleks muntah, dan kemampuan menelan
·           Memonitor status paru menjaga/Mempertahankan jalan napas
·           Posisi tegak 90 derajat atau sejauh mungkin
·           Jauhkan manset trakea meningkat
·           Jauhkan pengaturan hisap yang tersedia
·           Menyuapkan makanan dalam jumlah kecil
·           Periksa penempatan tabung NG atau gastrostomy  sebelum menyusui
·           Periksa tabung NG atau gastrostomy sisa sebelum makan
·           Hindari makan, jika residu tinggi tempat "pewarna" dalam tabung pengisi NG
·           Hindari cairan atau menggunakan zat pengental
·           Penawaran makanan atau cairan yang dapat dibentuk menjadi bolus sebelum menelan
·           Potong makanan menjadi potongan-potongan kecil
·           Permintaan obat dalam bentuk obat mujarab
·           Istirahat atau menghancurkan pil sebelum pemberian
·           Jauhkan kepala tempat tidur ditinggikan 30 sampai 45 menit setelah makan
·           Sarankan pidato/berbicara patologi berkonsultasi, sesuai
·           Sarankan barium menelan kue atau video fluoroskopi, sesuai


DAFTAR PUSTAKA :
Nurarif .A.H. dan Kusuma. H. (2015). APLIKASI Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Jogjakarta:  MediAction.

Gangguan menelan

Definisi : abnormal fungsi mekanisme menelan yang dikaitkan dengan defisit struktur atau fungsi oral, faring, atau esofagus.

Batasan Karakteristik :
Gangguan fase esofagus
·           Abnormalitas pada fase esofagus pada pemeriksaan menelan
·           Pernafasan bau asam
·           Bruksisme
·           Nyeri epigastrik, Nyeri ulu hati
·           Menolak makan
·           Hematemesis
·           Hiperekstensi kepala (mis : membungkuk pada saat atau setelah makan)
·           Bangun malam karena mimpi buruk
·           Batuk malam hari
·           Terlihat bukti kesulitan menelan (mis: statis makanan pada rongga mulut, batuk/tersedak)
·           Odinofagia
·           Regurgitasi isi lambung (sendawa bawah)
·           Menelan berulang
·           Keluhan "ada yang menyangkut"
·           Kegelisahan yang tidak jelas seputar waktu makan
·           Pembatasan volume
·           Muntah, Muntahan di bantal
Gangguan fase oral
·           Abnormalitas fase oral pada pemeniksaan menelan
·           Tersedak sebelum menelan
·           Batuk sebelum menelan
·           Ngiler
·           Makanan jatuh dari mulut
·           Makanan terdorong keluar dari mulut
·           Muntah sebelum menelan
·           Ketidakmampuan membersihkan rongga mulut
·           Masuknya bolus terlalu dini
·           Bibir tidak menutup rapat
·           Kurang mengunyah
·           Kurang kerja lidah untuk membentuk bolus
·           Makan lama dengan konsumsi sedikit
·           Refluks sedikit
·           Piecemeal deglutition
·           Makanan terkumpul di sulkus lateral
·           Sialorea
·           Pembentukan bolus terlalu lambat
·           Kelemahan menghisap yang mengakibatkan ketidakcukupan mengatur puting
Gangguan Fase Faring
·           Abnormalitas pada fase faring pada pemeriksaan menelan
·           Gangguan posisi kepala
·           Tersedak, Batuk
·           Keterlambatan menelan
·           Menolak makan, Muntah
·           Suara seperti kumur
·           Ketidakadekuatan elevasi laring
·           Menelan berkali-kali
·           Refluks nasal
·           Infeksi paru berulang
·           Demam yang tidak jelas penyebabnya

Faktor Yang Berhubungan:
Defisit kongenital
·           Masalah perilaku makan
·           Gangguan dengan hipotonia signifikan
·           Penyakit jantung kongenita
·           Gagal bertumbuh
·           Riwayat makan dengan slang
·           Obstruksi mekanis (mis : edema, slang trakeostomi, tumor)
·           Gangguan neuromuskular (mis; penurunan atau hilangnya refleks muntah, penurunan kekuatan atau ekskursi otot yang terlibat dalam mastikasi, gangguan persepsi, paralisis fasial)
·           Malnutrisi energi-protein
·           Gangguan pernafasan
·           Anomali saluran nafas atas
Masalah Neurologis
·           Akalasia
·           Defek anatomi didapat
·           Paralisis serebral
·           Gangguan saraf kranial
·           Keterlambatan perkembangan
·           Abnormalitas orofaring
·           Prematuritas
·           Penyakit refluks gastroesofagus
·           Abnormalitas laring
·           Defek laring, nasal, rongga nasofaring, trakea, esofagus
·           Trauma,Cedera kepala traumatik
·           Anomali jalan nafas atas

Tujuan dan Kriteria Hasil :
NOC
·           Pencegahan aspirasi
·           Ketidakefektifan pola menyusui
·           Status menelan : tindakan pribadi untuk mencegah pengeluaran cairan dan partikel padat ke dalam paru
·           Status menelan : fase esofagus : penyaluran cairan atau partikel padat dari faring ke lambung
·           Status menelan : fase oral: persiapan, penahanan, dan pergerakan cairan atau partikel padat ke arah posterior di mulut
·           Status menelan : fase faring : penyaluran cairan atau partikel padat dari mulut ke esofagus
Kriteria Hasil :
·           Dapat mempertahankan makanan dalam mulut
·           Kemampuan menelan adekuat
·           Pengiriman bolus ke hipofaring selaras dengan refleks menelan
·           Kemampuan untuk mengosongkan rongga mulut
·           Mampu mengontrol mual & muntah
·           Imobilitas konsekuensi : fisiologis
·           Pengetahuan tentang prosedur pengobatan
·           Tidak ada kerusakan otot tenggorong atau otot wajah, menelan, menggerakkan lidah, atau refleks muntah
·           Pemulihan pasca prosedur pengobatan
·           Kondisi pernapasan, ventilasi adekuat
·           Mampu melakukan perawatan terhadap non pengobatan parenteral
·           Mengidentifikasi faktor emosi atau psikologis yang menghambat menelan
·           Dapat mentoleransi ingesti makanan tanpa tersedak atau aspirasi
·           Menyusui adekuat
·           Kondisi menelan bayi
·           Memelihara Kondisi gizi : makanan & asupan cairan ibu dan bayi
·           Hidrasi tidak ditemukan
·           Pengetahuan mengenai cara menyusui
·           Kondisi pernafasan adekuat
·           Tidak terjadi gangguan neurologis

Intervensi Keperawatan :
NIC
Aspiration Precautions
·           Memantau tingkat kesadaran, refleks batuk, refleks muntah, dan kemampuan menelan
·           Memonitor status paru menjaga/Mempertahankan jalan napas
·           Posisi tegak 90 derajat atau sejauh mungkin
·           Jauhkan manset trakea meningkat
·           Jauhkan pengaturan hisap yang tersedia
·           Menyuapkan makanan dalam jumlah kecil
·           Periksa penempatan tabung NG atau gastrostomy  sebelum menyusui
·           Periksa tabung NG atau gastrostomy sisa sebelum makan
·           Hindari makan, jika residu tinggi tempat "pewarna" dalam tabung pengisi NG
·           Hindari cairan atau menggunakan zat pengental
·           Penawaran makanan atau cairan yang dapat dibentuk menjadi bolus sebelum menelan
·           Potong makanan menjadi potongan-potongan kecil
·           Permintaan obat dalam bentuk obat mujarab
·           Istirahat atau menghancurkan pil sebelum pemberian
·           Jauhkan kepala tempat tidur ditinggikan 30 sampai 45 menit setelah makan
·           Sarankan pidato/berbicara patologi berkonsultasi, sesuai
·           Sarankan barium menelan kue atau video fluoroskopi, sesuai

DAFTAR PUSTAKA :
Nurarif .A.H. dan Kusuma. H. (2015). APLIKASI Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Jogjakarta:  MediAction.



Diagnosa Keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
Gangguan menelan
Definisi : abnormal fungsi mekanisme menelan yang dikaitkan dengan defisit struktur atau fungsi oral, faring, atau esofagus.

Batasan Karakteristik :
Gangguan fase esofagus
·         Abnormalitas pada fase esofagus pada pemeriksaan menelan
·         Pernafasan bau asam
·         Bruksisme
·         Nyeri epigastrik, Nyeri ulu hati
·         Menolak makan
·         Hematemesis
·         Hiperekstensi kepala (mis : membungkuk pada saat atau setelah makan)
·         Bangun malam karena mimpi buruk
·         Batuk malam hari
·         Terlihat bukti kesulitan menelan (mis: statis makanan pada rongga mulut, batuk/tersedak)
·         Odinofagia
·         Regurgitasi isi lambung (sendawa bawah)
·         Menelan berulang
·         Keluhan "ada yang menyangkut"
·         Kegelisahan yang tidak jelas seputar waktu makan
·         Pembatasan volume
·         Muntah, Muntahan di bantal
Gangguan fase oral
·         Abnormalitas fase oral pada pemeniksaan menelan
·         Tersedak sebelum menelan
·         Batuk sebelum menelan
·         Ngiler
·         Makanan jatuh dari mulut
·         Makanan terdorong keluar dari mulut
·         Muntah sebelum menelan
·         Ketidakmampuan membersihkan rongga mulut
·         Masuknya bolus terlalu dini
·         Bibir tidak menutup rapat
·         Kurang mengunyah
·         Kurang kerja lidah untuk membentuk bolus
·         Makan lama dengan konsumsi sedikit
·         Refluks sedikit
·         Piecemeal deglutition
·         Makanan terkumpul di sulkus lateral
·         Sialorea
·         Pembentukan bolus terlalu lambat
·         Kelemahan menghisap yang mengakibatkan ketidakcukupan mengatur puting
Gangguan Fase Faring
·         Abnormalitas pada fase faring pada pemeriksaan menelan
·         Gangguan posisi kepala
·         Tersedak, Batuk
·         Keterlambatan menelan
·         Menolak makan, Muntah
·         Suara seperti kumur
·         Ketidakadekuatan elevasi laring
·         Menelan berkali-kali
·         Refluks nasal
·         Infeksi paru berulang
·         Demam yang tidak jelas penyebabnya

Faktor Yang Berhubungan:
Defisit kongenital
·         Masalah perilaku makan
·         Gangguan dengan hipotonia signifikan
·         Penyakit jantung kongenita
·         Gagal bertumbuh
·         Riwayat makan dengan slang
·         Obstruksi mekanis (mis : edema, slang trakeostomi, tumor)
·         Gangguan neuromuskular (mis; penurunan atau hilangnya refleks muntah, penurunan kekuatan atau ekskursi otot yang terlibat dalam mastikasi, gangguan persepsi, paralisis fasial)
·         Malnutrisi energi-protein
·         Gangguan pernafasan
·         Anomali saluran nafas atas
Masalah Neurologis
·         Akalasia
·         Defek anatomi didapat
·         Paralisis serebral
·         Gangguan saraf kranial
·         Keterlambatan perkembangan
·         Abnormalitas orofaring
·         Prematuritas
·         Penyakit refluks gastroesofagus
·         Abnormalitas laring
·         Defek laring, nasal, rongga nasofaring, trakea, esofagus
·         Trauma,Cedera kepala traumatik
·         Anomali jalan nafas atas
NOC
·         Pencegahan aspirasi
·         Ketidakefektifan pola menyusui
·         Status menelan : tindakan pribadi untuk mencegah pengeluaran cairan dan partikel padat ke dalam paru
·         Status menelan : fase esofagus : penyaluran cairan atau partikel padat dari faring ke lambung
·         Status menelan : fase oral: persiapan, penahanan, dan pergerakan cairan atau partikel padat ke arah posterior di mulut
·         Status menelan : fase faring : penyaluran cairan atau partikel padat dari mulut ke esofagus

Kriteria Hasil :
·         Dapat mempertahankan makanan dalam mulut
·         Kemampuan menelan adekuat
·         Pengiriman bolus ke hipofaring selaras dengan refleks menelan
·         Kemampuan untuk mengosongkan rongga mulut
·         Mampu mengontrol mual & muntah
·         Imobilitas konsekuensi : fisiologis
·         Pengetahuan tentang prosedur pengobatan
·         Tidak ada kerusakan otot tenggorong atau otot wajah, menelan, menggerakkan lidah, atau refleks muntah
·         Pemulihan pasca prosedur pengobatan
·         Kondisi pernapasan, ventilasi adekuat
·         Mampu melakukan perawatan terhadap non pengobatan parenteral
·         Mengidentifikasi faktor emosi atau psikologis yang menghambat menelan
·         Dapat mentoleransi ingesti makanan tanpa tersedak atau aspirasi
·         Menyusui adekuat
·         Kondisi menelan bayi
·         Memelihara Kondisi gizi : makanan & asupan cairan ibu dan bayi
·         Hidrasi tidak ditemukan
·         Pengetahuan mengenai cara menyusui
·         Kondisi pernafasan adekuat
·         Tidak terjadi gangguan neurologis
NIC
Aspiration Precautions
·         Memantau tingkat kesadaran, refleks batuk, refleks muntah, dan kemampuan menelan
·         Memonitor status paru menjaga/Mempertahankan jalan napas
·         Posisi tegak 90 derajat atau sejauh mungkin
·         Jauhkan manset trakea meningkat
·         Jauhkan pengaturan hisap yang tersedia
·         Menyuapkan makanan dalam jumlah kecil
·         Periksa penempatan tabung NG atau gastrostomy  sebelum menyusui
·         Periksa tabung NG atau gastrostomy sisa sebelum makan
·         Hindari makan, jika residu tinggi tempat "pewarna" dalam tabung pengisi NG
·         Hindari cairan atau menggunakan zat pengental
·         Penawaran makanan atau cairan yang dapat dibentuk menjadi bolus sebelum menelan
·         Potong makanan menjadi potongan-potongan kecil
·         Permintaan obat dalam bentuk obat mujarab
·         Istirahat atau menghancurkan pil sebelum pemberian
·         Jauhkan kepala tempat tidur ditinggikan 30 sampai 45 menit setelah makan
·         Sarankan pidato/berbicara patologi berkonsultasi, sesuai
·         Sarankan barium menelan kue atau video fluoroskopi, sesuai

DAFTAR PUSTAKA :
Nurarif .A.H. dan Kusuma. H. (2015). APLIKASI Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Jogjakarta:  MediAction.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Gangguan menelan NANDA NIC-NOC, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar