ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PENGOBATAN


ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PENGOBATAN


asuhan keperawatan pada pemberian obat pasien

Pengkajian
 Pengkajian sebelum memberikan obat kepada klien diperlukan untuk menentukan efektivitas dan mengidentifikasi efek lain dari obat yang diberikan. Terutma bila terdapat gejala dari efek non terapi yang timbul seperti perubahan kesadaran, penurunan berat badan, dehidrasi, agitasi atau kelelahan, anoreksia, retensi urin, atau gangguan istirahat. Perlu juga diperhatikan reaksi antar obat atau efek obat terhadap penyakit.
Pengkajian keperawatan meliputi pengkajian terhadap riwayat penggunaan obat dahulu, dengan atau tanpa resep dan obat tradisional. Perawat juga perlu mengkaji sistem pendukung dalam keluarga dan lingkungan bagi klien. Pastikan tidak terdapat gangguan farmakodinamik atau farmakokinetik pada tubuh klien. Lakukan evaluasi terhadap kemampuan klien mengkonsumsi obat yang diberikan secara benar. Lakukan pengkajian berkenaan dengan prinsip hidupdan kepercayaan  yang dimiliki klien berhubungan dengan pengobatan yang diberikan, apakah pengobatan tersebut dapat melukai klien atau tidak.

Indikator  Pengkajian :
  • Diagnosa medis, penyakit atau masalah kesehatan pada klien.
  • Riwayat putus obat atau pemakaian obat-obatan (termasuk alergi dan toleransi terhadap obat).
  • Jumlah dan jenis obat yang pernah dikonsumsi (termasuk diantaranya adalah obat bebas dan tradisional).
  • Jangka waktu pemakaian obat.
  • Periode terakhir dari evaluasi pemberian oabat yang diresepkan oleh tenaga medis yang terkait.
  • Instruksi yang diberikan tentang cara pemberian obat.
  • Kesalahan pada resep obat.
  • Cara penyimpanan obat
  • Efek yang diharapkan dari obat
  • Efek non terapi yang mungkin timbul
  • Status nutrisi dan fungsi kognitif, sensori dan afektif.
  • Masalah tehnis berkaitan dengan penggunaan obat (sulit membaca label obat, tidak dapat mengkonsumsi obat dengan mandiri / harus dibantu orang lain)
  • Riwayat kehamilan dan menyusui (untuk klien wanita).

Pencegahan
Sebelum memberikan obat, perawat sebaiknya melakukan :
  • Baca kembali dengan teliti catatan pemakaian obat klien, hal ini dilakukan untuk menghindari pemberian obat yang dapat mempengaruhi efek obat yang telah diberikan sebelumnya.
  • Diet makanan dan cairan klien, hal ini berkaitan dengan penatalaksanaan pengobatan pada klien. Untuk klien yang akan menjalani pembedahan sementara waktu akan diperintahkan NPO, maka perawat harus mengingatkan klien untuk menghentikan pemakaian obat secara oral, dan juga menanyakan kepada tim medis obat pengganti untuk klien.
  • Hasil pemeriksaan laboratorium, yang berguna untuk mengevaluasi efek pengobatan (terapi dan non terapi). Contoh : status koagulasi pada pembuluh darah vena, elektrolit darah (Na, K, Ca, P), level leukosit / trombosit, serum kreatinin (fungsi ginjal), fungsi hepar (SGOT / SGPT).
  • Lakukan pemeriksaan fisik, sebelum memberikan obat perawat perlu melakukan pengkajian dengan cepat meliputi kemampuan klien untuk menerima obat yang diberikan, misalnya : kemampuan menelan (PO), kondisi pembuluh darah vena (IV), sistem gastrointestinal (peristaltik, mual, muntah), massa otot (IM), tanda-tanda vital (TD/N/RR/S),

Intervensi
Saat dan setelah memberikan obat, yang harus perawat lakukan adalah :
  • Melakukan observasi akan efek non terapi yang timbul secara teratur
  • Berkolaborasi dengan tim medis dan farmasist untuk bersama-sama membuat strategi untuk meminimalkan efek non terapi yang mungkin timbul pada klien.
  • Memberikan pendidikan kesehatan kepada klien terkait dengan interaksi obat dengan obat lain yang diberikan, makanan, dan alkohol. Kebiasaan dan sifat adiktif terhadap obat, cara melakukan pencatatan sederhana terkait pemakaian obat mandiri, tanda dan gejala yang mungkin timbul pada reaksi tubuh terhadap efek obat.

Dokumentasi dan Evaluasi 
 Kriteria evaluasi :
  • Klien akan memperlihatkan efek / reaksi tubuh yang minimal terhadap pengobatan.
  • Klien dapat memahami regimen / tata laksana pengobatan yang sedang dijalani.
  • Nakes yang terlibat menggunakan intervensi yang dapat mencegah masalah medikasi pada klien.
Dokumentasi :
  • nakes melakukan dokumentasi yang menyeluruh dan dapat diakses oleh seluruh tim yang terlibat.
  • Nakes selalu meningkatkan pengetahuan tentang pengobatan.

Implementasi dan Tindak Lanjut
 Tindak lanjut atau monitoring yang dapat dilakukan adalah :
  • Kaji kemampuan staf keperawatan yang terlibat dalam melakukan pengkajian tentang pengobatan pada klien.
  • Selalu lakukan dokumentasi yang sesuai dan konsisten terkait respon klien terhadap pengobatan.
  • Berikan perawatan yang sesuai sebagai tindak lanjut terhadap masalah kesehatan yang mungkin timbul terkait pengobatan.
  • Evaluasi selalu sumber masalah kesehatan yang timbul pada klien yang berhubungan dengan kebiasaan klien yang timbul setelah pengobatan dilakukan.
  • Lalukan pendidikan kesehatan untuk mendorong pemahaman dan kedisplinan klien dalam mematuhi regimen / tata laksana pengobatan yang telah ditetapkan.

Penggunaan Obat Dirumah
Tipe pengobatan
Medikasi yang diberikan secara per oral, intra vena / infuse merupakan jenis medikasi yang dapat diberikan pada klien walaupun klien tidak berada lagi di rumah sakit. Perawat bekerja sama dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di lingkungan tempat tinggal klien untuk bersama-sama mengawasi pengobatan yang dilakukan dirumah.

Pengaturan medikasi yang digunakan
Pengaturan yang penting untuk dilakukan adalah membuat dosis dan jadwal pengobatan yang sesuai dengan aktivitas klien di rumah (missal waktu tidur dan makan). Pada beberapa klien terutama lansia, perawat harus membantu klien agar tidak lupa untuk minum obat, misalnya dengan memisahkan dosis pada kemasan sekali pakai atau amplop-amplop yang tersedia untuk obat selama 1 hari.

Kesalahan pada Medikasi
Kesalahan yang sering timbul pada regimen medikasi antara lain disebabkan oleh :
  • Medikasi tidak sesuai dengan instruksi
  • Instruksi pemberian tidak sesuai dengan kondisi klien
  • Dokumentasi pengobatan tidak dapat merefleksikan regimen pengobatan yang sedang dilakukan sehingga menimbulkan persepsi yang salah tentang pengobatan.
  • Salah dalam memberikan dosis, tidak tepat waktu, salah cara pemberian, salah klien, dan salah obat yang diberikan.


Daftar Pustaka
Craven, RF., Hirnle, CJ. (2000). Fundamental of Nursing : Human Health and Function, 3rd Ed., New York : Lippincott Pub.
Fulmer, T., Foreman, M., Zwicker, D. (2003). Medication in Older Adults, 1st Ed., Spiringer Pub. Comp.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PENGOBATAN, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

1 komentar: