SAP fisioterapi dada dan nafas efektif

6:52 AM
SAP (SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Topik               : Fisioterapi Dada, Napas Dalam dan Batuk Efektif
Hari/Tanggal   :
Waktu                   :
Penyaji            :
Tempat            :

1.      Tujuan
a.       Tujuan Intruksional Umum
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan selama 45 menit pasien dan keluarga mengerti tentang fisioterapi dada, napas dalam dan batuk efektif.

b.       Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan, diharapkan pasien dan keluarga dapat :
1.     Mengetahui definisi dari fisioterapi dada dengan perkusi dan vibrasi, batuk efektif dan napas dalam.
2.     Mengetahui tujuan dilakukannya tindakan fisioterapi dada dengan perkusi dan vibrasi, batuk efektif dan napas dalam.
3.      Mempraktekkan cara melakukan fioterapi dada, napas dalam dan batuk efektif.

2.      Sasaran
Sasaran pendidikan kesehatan ini adalah keluarga dan pasien dengan gangguan sistem pernapasan : pneumonia

3.      Metode
Adapun metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah diskusi bersama keluarga dan tanya jawab

4.      Media
Saat memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga dan pasien, penulis tidak menggunakan media apapun. Pendidikan kesehatan diberikan secara lisan kepada keluarga dan pasien.

5.      Waktu
Pendidikan kesehatan ini dilakukan pada hari

6.      Tempat
Adapun tempat penyuluhan ini adalah di


* Materi
FISIOTERAPI DADA

Fisioterapi dada merupakan suatu rangkaian tindakan keperawatan yang terdiri atas perkusi, vibrasi dan postural drainage.
1.      Perkusi
Perkusi disebut juga clapping yaitu pukulan kuat, namun bukan berarti sekuat-kuatnya. Dilakukan pada dinding dada dan punggung dengan tangan dibentuk seperti mangkok.
Tujuan :
Secara mekanik dapat melepaskan secret yang melekat pada dinding bronkhus.

Prosedur :
1)  Tutup area yang akan dilakukan perkusi dengan handuk atau pakaian untuk mengurangi ketidaknyamanan.
2)    Anjurkan pasien tarik napas dalam dan lambat untuk meningkatkan relaksasi
3)    Perkusi pada tiap segmen paru selama 1 – 2 menit
4)  Perkusi tidak boleh dilakukan pada daerah dengan struktur yang mudah terjadi cidera seperti mammae, sternum, dan ginjal.

2.     Vibrasi
Vibrasi adalah getaran kuat secara serial yang dihasilkan oleh tangan perawat yang diletakkan datar pada dinding dada pasien.
Tujuan :
Vibrasi digunakan setelah perkusi untuk meningkatkan turbulensi udara ekspirasi dan melepaskan mukus yang kental. Sering dilakukan bergantian dengan perkusi.

Prosedur :
1)    Letakkan tangan, telapak tangan menggadap ke bawah di area dada yang akan dilakukan drainage. Satu tangan diatas tangan yang lain dengan jari-jari menempel bersama dan ekstensi. Cara yang lain tangan bisa diletakkan secara bersebelahan.
2)    Anjurkan pasien menarik napas dalam dengan melalui hidung dan menghembuskan napas secara lambat lewat mulut atau pursed lips.
3)    Selama masa ekspirasi, tegangkan seluruh otot tangan dan lengan, dan gunakan dihampir semua tumit tangan. Getarkan (kejutkan) tangan, gerakkan ke arah baawah. Hentikan getaran jika pasien melakukan inspirasi.
4)   Setelah tiap kalivibrasi, anjurkan pasien batuk dan keluarkan sputum ke dalam tempat sputum.

3.      Postural drainage
Postural drainage merupakan salah satu tindakan keperawatan untk melepaskan secret dari beragai segmen paru-paru dengan menggunkan gaya gravitasi. Waktu terbaik untuk melakukannya yaitu sekitar 1 jam sebelum sarapan pagi dan sekitar 1 jam sebelum tidur pada malam hari.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan postural drainage antara lain :
1)      Batuk dua atau tiga kali berurutan setelah setiap kali berganti posisi
2)      Minum air hangat etiap hari sekitar 2 liter
3)  Jika harus menghirup bronkodilator, lakukan 15 menit sebelum melakukan postural drainage
4)      Lakukan latihan napas dan latihan lain yang dapat membantu mengencerkan lendir

Peralatan yang diperlukan :
a)      Bantal 2 atau 3
b)      Tisue wajah
c)      Segelas air
d)     Aputum pot


Prosedur :
1)     Cuci tangan
2)    Pilih area yang tersumbat yang akan di drainage berdasarkan pengkajian semua area paru, data klinis dan chest X-ray.
3)      Baringkan pasien dalam posisi untuk men-drainage area yang tersumbat
4)      Minta klien mempertahankan posisi itu selama 10 – 15 menit
5)      Selama 10 – 15 menit drainage  pada posisi tersebut, lakukan perkusi dan vibrasi dada di atas area yang di-drainage.
6)      Setelah drainage, minta pasien duduk dan batuk
7)      Minta pasien istirahat sebentar jika perlu
8)      Anjurkan pasien minum sedikit air
9)      Ulangi pengkajian dada pada semua bagian bidang paru
10)  Cuci tangan
11)  Dokumentasikan

Posisi untuk postural drainage :
1.     Bronkhus apikal lobus anterir kanan dan kiri atas dengan posisi pasien duduk di kursi atau bersandar pada bantal
2.    Bronkhus apikal lobus posterior kanan dan kiri atas dengan posisi pasien duduk di kursi, menyandar ke depan pada bantal
3.   Bronkhus lobus anterior kanan dan kiri atas dengan posisi pasien berbaring datar pada bantal kecil di bawah lutut
4.   Bronkhus lobus lingual kiri atas dengan posisi pasien berbaring miring ke kanan dan lengan di atas kepela pada posisi trendelenberg, dengan kaki di tempat tidur ditinggikan 30 cm. Letakkan bantal di belakang punggung dan pasien digulingkan seperempat putaran ke atas bantal.
5.    Bronkus lobus kanan tengah dengan posisi pasien berbaring miring ke kiri dan tinggikan kaki tempat tidur 30 cm. Letakkan bantal di belakang punggung dan pasien digulingkan seperempat putaran ke atas bantal.
6.    Bronkhus lobus anterior kanan dan kiri bawah dengan posisi pasien berbaring terlentang dengan posisi trendelenberg, kaki tempat tidur ditinggikan 45 – 50 cm
7.    Bronkhus lobus lateral kanan bawah dengan posisi pasien berbaring miring ke kiri pada posisi trendelenberg dengan kaki tempat tidur ditinggikan 45 – 50 cm
8.   Bronkhus lobus lateral kiri bawah dengan posisi pasien berbaring miring ke kanan pada posisi trendelenberg, dengan kaki tempat tidur ditinggikan  45 – 50 cm
9.    Bronkhus lobus superior kanan dan kiri bawah dengan posisi pasien berbaring tengkurap dengan bantal di bawah lambung
10. Bronkhus basalis posterior kanan dan kiri dengan posisi pasien tengkurap dalam posisi trendelenberg dengan kaki tempat tidur ditinggikan 45 – 50 cm



NAPAS DALAM DAN BATUK EFEKTIF

1.      Napas Dalam
Napas dalam merupakan bentuk latihan napas yang terdiri atas pernapasan abdominal (diafragma) dan purse lips breating.
Prosedur :
1)    Atur posisi yang nyaman
2)    Fleksikan lutut pasien untuk merelaksasikan otot abdomen
3)  Tarik napas dalam melalui hidung, jaga mulut tetap tertutup. Hitung 1 sampai 3 selama inspirasi
4)    Hembuskan udara lewat bibir seperti meniup (pursed lips breathing)

2.      Batuk Efektif
Batuk efekti adalah latihan batuk untuk mengeluarkan secret.
Prosedur :
1)    Tarik napas dalam lewat hidung dan tahan napas untuk beberapa detik
2)    Batukkan 2 kali. Pada saat batuk tekan dada dengan bantal. Tampung sputum pada sputum pot
3)   Hindari penggunaan waktu yang lama selama batuk karena dapat menyebabkan vatigue dan hipoksia.

Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai SAP fisioterapi dada dan nafas efektif, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 komentar