Pemberian Obat Secara Subkuan dan Intrakutan

10:37 PM


 Pemberian Obat Secara Subkuan dan Intrakutan

 Pemberian Obat Secara Sub Kuan dan Intrakutan


A.     Pengertian pemberian obat sub cutan dan intra cutan
Pemberian obat subkutan adalah pemberian obat melalui injeksi (suntikan) ke area bawah kulit yaitu pada jaringan konektif atau lemak di bawah dermis. Pemberian obat melalui subkutan biasanya dilakukan dalam program pemberian insulin yang digunakan untuk mengontrol kadar gula darah.

Memberikan obat melalui suntikan intracutan/ intradermal adalah suatu tindakan membantu proses penyembuhan melalui suntikan ke dalam jaringan kulit atau intra dermis.


B.     Tujuan pemberian obat sub cutran dan inta cutan
         
          Tujuan pemberian obat sub cutan :
a.    Memasukkan sejumlah obat ke dalam jaringan subkutan di bawah kulit untuk di absorpsi.
b.    Melaksanakan fungsi kolaborasi dengan dokter.

Tujuan pemberian obat intra cutan :
a.    Pasien mendapatkan pengobatan  sesuai program pengobatan dokter.
b    Memperlancar proses pengobatan dan menghindari kesalahan dalam 
     pemberian obat.
c.   Membantu menentukan diagnosa terhadap penyakit tertentu (misalnya
    tuberculin tes).
d.   Menghindarkan pasien dari efek alergi obat ( dengan skin test).

C.     Lokasi Injeksi Sub cutan dan intra cutan
          Lokasi injeksi Sub cutan :
a.    Lengan atas sebelah luar atau 1/3 bagian dari bahu
b.    Paha depan
c.    Daerah sekitar umbilicus (abdomen)
d.   Area scapula pada punggung bagian atas
e.    Area ventrogluteal
f.     Area dorsogluteal
Lokasi injeksi intra cutan :
            lapisan dermis atau di bawah epidermis atau permukaan kulit.


D.     5 prinsip benar dalam pemberian obat dan Prinsip Injeksi sub cutan dan inta cutan
 Pemberian obat harus sesuai dengan prinsip 5 benar:

1. Benar Klien : Periksa nama klien, nomer RM, ruang, nama dokter yang meresepkan pada catatan pemberian obat, catatan pemberian obat, kartu obat dan gelang identitas pasien
2. Benar Obat: Memastikan bahwa obat generik sesuai dengan nama dagang obat, klien tidak alergi pada kandungan obat yang didapat. memeriksa label obat dengan catatan pemberian obat
3. Benar Dosis : Memastikan dosis yang diberikan sesuai dengan rentang pemberian dosis untuk cara pemberian tersebut, berat badan dan umur klien; periksa dosis pada label obat untuk membandingkan dengan dosis yang tercatat pada catatan pemberian obat; lakukan penghitungan dosis secara akurat.
4. Benar Waktu : periksa waktu pemberian obat sesuai dengan waktu yang tertera pada catatan pemberian obat (misalnya obat yang diberikan 2 kali sehari, maka pada catatan pemberian obat akan tertera waktu pemberian jam 6 pagi, dan 6 sore)
5. Benar Cara : memeriksa label obat untuk memastikan bahwa obat tersebut dapat diberikan sesuai cara yang diinstruksikan, dan periksa cara pemberian pada catatan pemberian obat.

A.  Prinsip pemberian injeksi sub cutan :
·      Bukan pada area yang nyeri, merah, dan pruritis tau edema
·      Area kulit yang akan diinjeksi diregangkan
·      Injeksi dilakukan dengan sudut 45°
·      Lakukan aspirasi tidak boleh ada darah
·      Massage pada daerah injeksi setelah injeksi
·      Sebelum memberi obat,tanyakan riwayat pemberian obat sebelumnya, apakah pernah alergi dengan obat tertentu.
·      Bila pasien mempunyai riwayat alergi terhadap obat tertentu, tulis nama obat pada catatan alergi obat.
·      Pada pemakaian injeksi subcutan untuk jangka waktu yang lama, maka injeksi   
 perlu direncanakan untuk diberikan secara rotasi pada area yang berbeda.

B.  Prinsip pemberian injeksi intra cutan.
·     Sebelum memberikan obat perawat harus mengetahui diagnosa medis pasien, indikasi pemberian obat, dan efek samping obat, dengan prinsip 10 benar yaitu benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu pemberian, benar cara pemberian, benar pemberian keterangan tentang obat pasien, benar tentang riwayat pemakaian obat oleh pasien, benar tentang riwayat alergi obat pada pasien, benar  tentang reaksi pemberian beberapa obat yang berlainan bila diberikan bersama-sama, dan benar dokumentasi pemakaian obat.
·     Untuk mantoux tes (pemberian PPD) diberikan 0,1 cc dibaca setelah 2-3 kali 24 jam dari saat penyuntikan obat. 
·      Setelah dilakukan penyuntikan tidak dilakukan desinfektan.
·     Perawat harus memastikan bahwa pasien mendapatkan obatnya, bila ada penolakan pada suatu jenis obat,  maka perawat dapat mengkaji penyebab penolakan, dan dapat mengkolaborasikannya  dengan dokter yang menangani pasien, bila pasien atau keluarga tetap menolak pengobatan setelah pemberian inform consent, maka pasien maupun keluarga yang bertanggungjawab menandatangani surat penolakan untuk  pembuktian penolakan therapi. 
·       Injeksi intrakutan yang dilakukan untuk melakukan tes pada jenis antibiotik,     dilakukan dengan cara melarutkan antibiotik sesuai ketentuannya, lalu    mengambil 0,1 cc dalam spuit dan menambahkan aquabidest 0,9cc dalam spuit, yang disuntikkan pada pasien hanya 0,1cc.
·    Injeksi yang dilakukan untuk melakukan test mantoux, PPD diambil 0,1 cc    dalam  spuit, untuk langsung disuntikan pada pasien.

E.     Prosedur Injeksi Subcutan dan intra cutan.
a) Prosedur pemberian obat sub cutan.
1.   Persiapan Peralatan
a.    Buku catatan pemberian obat atau kartu obat
b.    Alat tulis
c.    Sarung tangan 1 pasang
d.   Vial atau ampul berisi obat yang akan diberikan
e.    Spuit 2 ml dan jarum steril
f.     Kapas alkohol dalam kom (secukupnya)
g.    Kassa steril untul membuka ampul (bila diperlukan)
  h.    Plester
  i.      Bak instrumen
  j.      Bengkok

2.   Prosedur Pelaksanaan
a.    Tahap PraInteraksi
·            Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
·            Mencuci tangan
·            Menyiapkan obat dengan benar (memasukkan obat dari vial atau ampul
ke dalam tabung spuit dengan cara yang benar)
·            Mengeluarkan udara dari spuit injeksi
·            Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
b.    Tahap Orientasi
·            Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
·            Menjelaskan tujuan  dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
·            Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
 c.    Tahap Kerja
·            Mengatur posisi pasien dalam posisi yang nyaman sesuai tempat injeksi
(jangan keliru pasien; bantu pasien pada posisi dimana tempat akan
dilakukan injeksi sehingga dapat rileks).
·            Memasang perlak dan alasnya
·            Membebaskan daerah yang akan di injeksi (usap dengan kapas
alkoholdari tengah keluar secara melingkar)
·            Memakai sarung tangan
·            Membersihkan kulit dengan kapas alcohol (melingkar dari arah dalam ke
luar) biarkan kering
·            Menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk mengangkat cutan (kulit)
·            Pegang spuit dengan salah satu tangan antara jempol dan jari-jari pada
area injeksi dengan telapak tangan menghadap ke arah samping atau atas untuk kemiringan 45° atau dengan telapak tangan menghadap ke bawah untuk kemiringan 45°
·            Melakukan aspirasi dan pastikan darah tidak masuk spuit
·            Memasukkan obat ke dalam subcutan perlahan
·            Mencabut spuit dengan cepat dan hati-hati sambil menekan lalu usap dan
massage pada area injeksi. Bila tempat penusukan mengeluaran darah,
maka tekan area tusukan dengan kassa steril kering sampai perdarahan
berhenti.
·            Membuang spuit ke dalam bengkok
d.   Tahap Terminasi
·            Melakukan evaluasi tindakan
·            Merapikan pasien
·            Membereskan alat-alat
·            Mencuci tangan
·            Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

b)  Prosedur pemberian obat inta cutan
1.      Alat dan Bahan.
·       Sarung tangan 1 pasang
·       Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan
·       Jarum 1 (steril)
·       Bak spuit 1
·       Kapas alcohol dalam kom (secukupnya)
·       Perlak dan pengalas
·       Obat sesuai program terapi
·       Bengkok 1
·       Alat tulis/bolpoint
·       Buku injeksi/daftar obat
2.      Prosedur Kerja.
1)      Tahap PraInteraksi
·      Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
·      Mencuci tangan
·      Menyiapkan obat dengan benar
·      Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
2)      Tahap Orientasi
·      Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
·      Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
·      Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
3)      Tahap Kerja
·      Mengatur posisi pasien sesuai tempat penyuntikan
·      Memasang perlak dan alasnya
·      Membebaskan daerah yang akan di injeksi
·      Memakai hand schoon
·      Membersihkan kulit tempat suntikan dengan kapas alcohol (melingkar dari arah dalam ke luar)
·      Menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk meregangkan kulit
·      Menusuk spuit dengan kemiringan 15-20o, jarum masuk kurang lebih 0,5 cm\
·      Memasukkan obat ke dalam kulit perlahan, pasyikan ada penonjolan
·      Mencabut jarum dari tempat tusukan
·      Memberi tanda lingkaran sekitar tusukan
·      Membuang spuit ke dalam bengkok
4.. Tahap Terminasi
·                  Melakukan evaluasi tindakan
·      Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
·      Berpamitan dengan klien
·      Membereskan alat-alat
·      Mencuci tangan
·      Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawata

F.     penghitungan dosis obat.
Dosis pada Bayi dan Anak Balita
  Pembagian dosis obat pada bayi dan anak balita dibedakan berdasarkan 2  
  standar, yaitu berdasarkan luas permukaan tubuh dan berat badan.
a.     DM tercantum berlaku untuk orang dewasa, bila resep mengandung obat
yang ber-DM, tanyakan umurnya.
b.     Bila ada zat yang bekerja searah, harus dihitung DM searah (dosis ganda).
c.     Urutan melihat daftar DM berdasarkan Farmakope Indonesia edisi terakhir
      (FI. Ed.III, Ekstra    Farmakope, FI. Ed.I, Pharm. Internasional, Ph. Ned.
      Ed. V, CMN dan lain-lain).
d.     Setelah diketahui umur pasien, kalau dewasa langsung dihitung, yaitu
untuk sekali minum : jumlah  dalam satu takaran dibagi dosis sekali dikali 100%.
Begitu juga untuk sehari minum : jumlah sehari dibagi dosis sehari dikali 100%.
e.      Dosis Maksimum (DM) searah : dihitung untuk sekali dan sehari.
f.       Cara menghitung Dosis Maksimum (DM) untuk oral berdasarkan :

1.    Young
          Untuk umur 1-8 tahun dengan rumus :
          Da = n/ n +12 x Dd (mg) tidak untuk anak > 12 tahun
n = umur dalam tahun
 2.     Dilling
Untuk umur di atas 8 tahun dengan rumus :
Da = n / 20 + Dd ( mg )
n = umur dalam tahun
 3.     Gaubius
Da = 1/12 + Dd ( mg ) ( untuk anak sampai umur 1 tahun )
Da = 1/8 + Dd ( mg ) ( untuk anak 1-2 tahun )
Da = 1/6 + Dd ( mg ) ( untuk anak 2-3 tahun )
Da = 1/ 4 + Dd ( mg ) ( untuk anak 3-4 tahun )
Da = 1/3 + Dd ( mg ) ( untuk anak 4 – 7 tahun )
 4.      Fried
 Da = m/150 x Dd ( mg )
  5.      Sagel
  Da = (13 w + 15)/100 + Dd ( mg ) ( umur 0 – 20 minggu )
Da = ( 8w + 7)/100 + Dd ( mg ) ( umur 20 – 52 minggu )
Da = ( 3w+ 12)/100 + Dd ( mg ) ( umur 1-9 minggu )
  6.      Clark
             Untuk umur <1tahun
Da = w anak/ w dewasa x Dd
 7.        Berdasarkan area permukaan tubuh :
Dosis anak = area permukaan tubuh anak/ 1,7 mm² x dosis dewasa normal

F.   Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberina obat.
Pemberian obat secara injeksi dapat berfungsi sebagaimana mestinya, maka kita harus memperhatikan beberapa hal berikut ini :
  1. Jenis spuit dan jarum yang digunakan
  2. Jenis dan dosis obat yang diinjeksikan
  3. Tempat injeksi
  4. Infeksi yang mungkin terjadi selama injeksi
  5. Kondisi/penyakit klien
G.   Cara mencegah infeksi dalam injeksi.
Salah satu efek yang bisa ditimbulkan dari pemberian obat secara injeksi adalah dapat menimbulkan infeksi. Adapun cara-cara yang dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi selama injeksi dilakukan yaitu :
1.         Untuk mencegah kontaminasi larutan, isap obat dari ampul dengan      cepat. Jangan   biarkan ampul dalam keadaan terbuka

2.         Untuk mencegah kontaminasi jarum, cegah jarum menyentuh daerah yang     
3.         terkontaminasi (mis: sisi luar ampul atau vial, permukaan luar tutup jarum, tangan perawat, bagian atas wadah obat, permukaan meja)
4.         Untuk mencegah spuit terkontaminasi jangan sentuh badan pengisap (plunger) atau bagian dalam karet (barrel). Jaga bagian ujung spuit tetap tertututp penutup atau jarum.
5.         Untuk menyiapkan kulit, cuci kulit yang kotor karena kototran, drainase atau feses dengan sabun dan air lalu keringkan. Lakukan gerakan mengusap dan melingkar ketika membersihkan luka menggunakan swab antiseptic. Usap dari tengah dan bergerak keluar dalam jarak dua inci.

H.      Kontra Indikasi.
Resiko infeksi dan obat yang mahal. Klien berulang kali disuntik. Rute SC, IM, dan itradermal dihindari pada klien yang cenderung mengalami perdarahan. Resiko kerusakan jaringan pada injeksi SC.  Rute IM dan IV berbahaya karena absorbsinya cepat. Rute ini menimbulkan rasa cemas yang cukup besar pada klien , khususnya anak-anak.

I.       Cara Penyimpanan Obat.
Dalam menyimpan obat harus diperhatikan tiga faktor utama, yaitu :
1.       Suhu, adalah faktor terpenting, karena pada umumnya obat itu bersifat
termolabil (rusak atau berubah karena panas), untuk itu perhatikan cara penyimpanan masing-masing obat yang berbeda-beda. Misalnya insulin, supositoria disimpan di tempat sejuk < 15°C (tapi tidak boleh beku), vaksin tifoid antara 2 – 10°C, vaksin cacar air harus < 5°C.
2.       Posisi, pada tempat yang terang, letak setinggi mata, bukan tempat umum
dan terkunci.
3.       Kedaluwarsa, dapat dihindari dengan cara rotasi stok, dimana obat baru
diletakkan dibelakang, yang lama diambil duluan. Perhatikan perubahan warna (dari bening menjadi keruh) pada tablet menjadi basah / bentuknya rusak.


DAFTAR PUSTAKA

Kusmiyati, Yuni. 2007. Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan. Yogyakarta : Fitramaya
Retna, Eni A dan Tri Sunarsih. 2009. KDPK Kebidanan. Jogjakarta : Nuha Medika
Anief, Moh. Drs, Apt. Ilmu Farmasi. 1984. Jakarta: Ghalia Indonesia.




Oke Sekianlah artikel kami yang membahas mengenai Pemberian Obat Secara Subkuan dan Intrakutan, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua, dan jangan lupa share artikel kami ini jika bermanfaat dan tetap mencantumkan link blog kami. Jangan bosan untuk membaca artikel lainnya disini, Sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

1 komentar: